
BAB 32
HAPPY READING…
🌹🌹🌹🌹
Tak terasa waktu telah berlalu dengan cepat. Semua keluarga besar dan tetangga Fisha mulai berdatang menghadiri acara lamaran Robi dan Fisha. Beberapa orang berjaga di depan menyambut tamu yang berdatangan. Mama Fisha yang sangat cantik dengan kebaya berwarna kuning melekat pas di tubuhnya dan Papa Fisha yang memakai baju batik tak mengurangi ketampanan walaupun sudah di atas 50 tahun. Mereka berdua berada di lantai bawah sambil menunggu calon besan.
Sedangkan calon pengantin masih berada di kamar yang ditemani kedua sahabat sengklek. Fisha terus memperhatikan dirinya di kaca sehabis di pakaikan make up. Kebaya bewarna pink melekat indah pada tubuh Fisha. Sedangkan Aqilla memakai kebaya kuning dan Frans memakai baju batik.
Mereka bertiga berfoto ria dan Frans mulai bertingkah dan yang suka memancing amarah kedua sahabat.
“ Muka aku kok setengah sih Frans “ ucap Aqilla kesal pada Frans.
“ Emang kenapa? Kamu itukan badak “ ucap Frans santai.
“ Kalian berdua, bisa gak sih cekcok mulutnya di tunda dulu. Aku lagi tegang ini.” Jelas Fisha dengan sedikit kesal.
“ Hehehehe… maaf Beb.” Ucap Frans disertai nyengiran.
Tiba – tiba suasana menjadi sedikit melow akibat Aqilla yang tidak memeluk erat tubuh sahabatnya.
“ Beb… sebentar lagi kamu nikah. Nanti kita tidak bisa kumpul bareng lagi dong.” Ucap Aqilla yang masih memeluk erat tubuh sahabat tercinta.
“ Iya Beb…jarang dong nanti kita kumpul bareng, nonton bareng, makan bareng, ngerjain dosen bareng.” Lanjut Frans berucap.
“ Eh kenapa jadi sedih sih. Kita kan masih bisa melakukan semua hal bareng- bareng.” Ucap Fisha setegar mungkin. Ia pun merasa sedih di saat seusianya harus menikmati masa muda, tapi dirinya harus menjadi istri orang yang sama sekali ia tak kenal.
“ Tapi semuanya pasti berubah Beb, tak sebebas dulu lagi. “ ucap Aqilla menatap Fisha.
“ Sudah-sudah jangan sedih lagi, ini kan acara lamaran jadi gak boleh ada yang sedih. Kamu juga Aqilla hapus tuh airmata kamu. Dasar Badak!!” ucap Frans di sertai hinaan untuk Aqilla.
Aqilla yang mendengar hinaan dari Frans langsung menonjok lengan kiri, sehingga membuat si empu kesakitan sambil memegang lengan yang di tonjok.
“ Kamu perempuan tapi kok nda ada lembut- lembutnya sih.” Titah Frans sambil mengusap lengan kirinya.
“ Salah siapa, maka jangan cari masalah sama aku. Wleekk” ucap Fisha santai sambil menjulur lidah ke Frans.
Mereka bertiga menghabiskan waktu dengan bercanda gurau di kamar sebelum nanti di panggil pas acara lamaran.
Sedangkan di tempat lain.
Semua orang berkumpul di ruang tamu. Ada tim yang masih menyiapkan, dan ada juga membawa seserahan. Ada juga yang ngobrol sambil memakan cemilan yang sudah di siapkan oleh tuan rumah. Para keluarga memakai baju kebaya ungu untuk para perempuan sedangkan, para lelaki memakai batik termasuk calon pengantin yaitu Robi. Robi memakai batik di sertai celana hitam dan sepatu pantofel semakin menambah aura ketampanan dan kegagahan pada dirinya.
Ia dan semua orang yang ada di rumah Nugraha berkumpul melakukan doa sebelum berangkat. Dengan niat yang mantap Robi menyerahkan semuanya kepada Allah dan menerima perempuan yang akan menjadi istrinya kelak.
Selesai berdoa , orang-orang mulai menaiki mobil dan sebagian sudah mulai berangkat. Robi memilih untuk satu mobil dengan orang tua yang di sopir oleh Bian sang sepupu.
“ Kamu yang tenang ya Nak “ ucap Mama Robi sambil mengusap punggung anak di depannya.
__ADS_1
“ Insyaallah Ma.” Ucap Robi singkat sambil menoleh kedua orangnya dibelakang.
Tak terasa waktu berlalu , Rombongan keluaga sampai di halaman rumah Fisha. Seluruh keluarga Robi turun. Robi berada di depan berdampingan dengan kedua orang tuanya. Sedangkan semua rombongan berada di belakang.
Sedangkan Mama dan Papa Fisha sudah berada di depan pintu menyambut seluruh tamu dari pihak calon pengantin laki-laki.
“ Assalamualaikum.” Ucap Serentak pihak Robi.
“ Waalaikumsalam.” Balas serentak pihak Fisha.
Robi mencium punggung tangan kedua calon mertuanya. Sedangkan Mama Robi dan mama Fisha saling berpelukan, begitu juga dengan Papa Robi dan Papa Robi.
“ Akhirnya kita besanan “ ucap Papa Robi.
“ Iya bro, akhirnya apa yang kita inginkan dulu terwujud…hahahah” canda Papa Fisha yang di sertai dengan tawa.
Semua rombongan di persilahkan untuk memasuki ruangan dan Robi duduk diantara orangtuanya. MC mulai membacakan setiap acara, dan saat tiba untuk calon pengantin perempuan memasuki tempat lamaran. Mama Fisha menyuruh Lili untuk menghampiri Fisha di kamar.
“ Kakak Fisha saatnya untuk turun kebawah.” Ucap Lili yang langsung diangguki oleh Fisha.
Fisha menarik nafas sejenak, lalu menghembuskan dengan kasar. Fisha dengan perasan tegang dan gugup berjalan turun kebawah di temani Lili dan kedua sahabat sengklek. Sesampainya di bawah 3 sekawan sengklek langsung terhenti dan terkejut dengan apa yang mereka lihat.
“ Sha itukan Pak Robi. “ ucap Aqilla berbisik.
“ Iya ya, kenapa dia berada di situ?” tanya Frans lagi.
Lili melihat 3 sekawan berhenti langsung menepuk pundak Fisha.
“ Ayo Kak.” Ajak Lili.
Mereka bertiga masih bertanya-tanya dalam hati masing-masing kenapa sang dosen berada di acara lamaran.
Fisha duduk di sampai kedua orangtuanya yang berhadapan langsung dengan Robi. Sedangkan Robi hanya bisa menatap Fisha dengan penuh tanya.
“ Kenapa gadis aneh berada disini?” tanya Robi dalam hati.
Fisha dan Robi terkejut tak kala nama mereka di sebutkan oleh MC sebagai calon pengantin itu.
“ Berarti gadis aneh ini calon istri ku. Kenapa harus dengan dia sih.” Kesal Robi dalam hati.
“ Whattttt… kenapa harus dengan dosen sengklek. Kenapa aku sial banget sih harus menjadi istri dosen sengklek. " ucap Fisha dalam hati
Sedangkan di belakang Fisha, Frans dan Aqilla berbicara sambil berbisik.
"Whatttt... kena angin sial apa tuh Fisha sampai harus menikah sampai dosen killer ." ucap Aqilla pelan.
" Aku juga enggak tau, kita doakan yang baik-baik saja untuk mereka berdua." ucap bijak Frans
setelah acara berjalan dengan lancar, tibalah acara yang paling di tunggu yaitu pemasangan cincin.
__ADS_1
Mama Robi dengan perasaan bahagia memasang cincin pada jari manis calon menantunya.
Mama Robi memuji kecantikan calon menantunya.
" Ya Allah... cantik sekali kamu sayang." ucap Mama Robi sambil tersenyum.
" Terima kasih Tante." jawab Fisha.
" No Tante, tapi Mama. panggil saja Mama sayang." ucap Mama Robi.
Begitu juga dengan Robi yang di pasangkan cincin oleh calon mertuanya.
Setelah acara, semua keluarga besar mengabdikan momen dalam sebuah gambar. sedangkan tamu lain dipersilahkan untuk menikmati makanan dan minuman yang terah di sediakan.
Aqilla dan Frans melihat temannya lamaran mengeluarkan air mata kebahagiaan. mereka langsung menghampiri dan mengucapkan selamat.
" Selamat ya Beb dan Pak Robi." ucap Aqilla sambil memeluk erat sahabatnya.
" Selamat ya Beb dan Pak Robi. Tak ku sangka Pak Robi akan menjadi calon suami kamu Beb. Mimpi apa aku semalam. " ucap Frans heboh.
" Aku juga enggak tahu Beb" ucap bisik Fisha pada Frans.
Semua orang menikmati semua makanan dan minuman yang telah disediakan dan ada juga yang memberikan selamat kepada Fisha dan Robi.
Dan tak terasa waktu berlalu, semua tamu 1 per 1 pulang meninggalkan tempat acara. setelah semuanya pulang. keluarga besar Robi dan Fisha berkumpul di ruang tamu membahas pernikahan sambil menikmati makanan dan minuman yang di siap tuan rumah.
.
.
.
.
Bersambung
Mohon maaf jika ada salah satu atau pengetikan. Dan author juga minta maaf jika cerita nya tidak nyambung karna author hanya penulis amatir🙏🙏
Jangan lupa:
like👍
komen💬
vote❤️
TO BE CONTINUED
...#salamdaripenulisamatiran...
__ADS_1