My Dosen Killer Jodohku

My Dosen Killer Jodohku
BAB 33


__ADS_3

BAB 34


HAPPY READING...


🌹🌹🌹🌹


Keesokan harinya…


Tak seperti biasanya, Fisha bangun tidur lebih awal. Di lihatnya jam beker di atas nakas, ia memulai rutinitas dengan membersihkan dirinya terlebih dahulu. Setelah membersihkan dirinya Fisha melaksanakan shalat subuh. Selanjutnya Fisha mulai merias wajahnya dengan make natural dan memakai oufit santai untuk kekampus. Dengan perasaan sedih, Fisha melihat cincin yang melekat pas di jari manisnya itu dengan sangat dalam.


β€œ Aku harus bahagia dengan pernikahan ini . Siap tidak siap harus siap demi Mama dan Papa. ” ucap Fisha singkat tapi penuh makna.


Setelah semua nya siap, ia turun kebawah untuk sarapan. Di lantai bawah orang mulai membersihkan sisa-sisa lamaran kemarin. Ada juga yang membuat sarapan. Fisha melihat orang di sana turut membantu sebelum pergi kekampus.


Karna takut telat, Fisha memutuskan untuk membawa nasi goreng ke kampus sebagai bekal untuk sarapannya di sana. Ia mulai berpamitan dengan semua orang di sana tak lupa juga ia mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


Fisha mulai memanaskan mobil nya dan serasanya siap ia mulai menjalankan mobil nya dengan santai di temani lagu favorit.


Sedangkan di apartemen Robi...


Robi melihat jam beker di samping tempat tidurnya. Ia langsung membersihkan diri. Setelah membersihkan diri ia melaksanakan shalat subuh. Robi mulai memakai setelan kemeja di balutin dengan jas berwarna hitam yang semakin menambah aura ketampanannya. Tak lupa juga ia menyemprotkan parfum kesukaannya. Serasa semuanya siap ia turun kebawah untuk membuat sarapan


Selesai sarapan, Robi turun ke basement dan ia mulai menjalankan mobilnya.


Di perjalanan, Robi sekali memukul setir mobil. Ia terus memikirkan gadis aneh yang akan jadi calon istrinya kelak.


" Aduh otak, tolong dong jangan buat aku gila gara- gara memikirkan gadis aneh itu. " ucap Robi.


" Jangan - jangan aku sudah jatuh cinta sama gadis aneh itu. " tanya Robi pada dirinya sendiri.


" Jangan sampai aku jatuh cinta duluan...amit- amit! " ucap Robi. Ia mencoba fokus kembali di dalam mobil supaya cepat sampai ke kampus.


Di Kampus…


Sesampainya di kampus, Fisha di sambut oleh dua sahabat sengklek di parkiran. Fisha dan Aqilla mereka saling berpelukan tanpa menghiraukan ocehan Frans dan meninggal Frans diam-diam .


β€œ Yok Sha, kita tinggalkan aja emak-emak ngoceh tuh. β€œ ucap Aqilla.


β€œ Yok, pasti dia enggak akan sadar kalau kita tinggalkan. β€œ ujar Fisah.


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk meninggalkan Frans si tukang ngoceh.


Sedangkan si Frans terus mengoceh tanpa henti sehingga ia tak sadar kalau sudah di tinggalkan oleh dua sahabat sengkleknya. Maklum si Frans kalau ngoceh pasti akan lupa dengan sekitarnya.


Karena tak ada respon dari kedua sahabatnya, Frans tersadar langsung menghentikan ocehananya dan melihat di sekitarnya. Dan ternyata ia sudah di tinggal oleh kedua sahabatnya.


β€œ Dasar duo wanita sengklek, suka benar bah tinggalkan aku sendiri di sini” ucap Frans geram.


β€œ Awasss kalian berdua. Ku bejek-bejek nanti kalian berdua.” Ucap Frans. Ia memutuskan untuk menyusul kedua sahabatnya ke kelas.

__ADS_1


Fisha dan Aqilla yang sampai dulu ke kelas hanya bisa tertawa. Mereka berdua menertawakan si Frans yang sudah pasti kesal. Mereka duduk di kursi dalam kelas, berbincang-bincang dan bercanda gurau sambil menunggu Frans datang.


Tiba-tiba Frans di depan pintu menatap kearah kedua sahabatnya dengan tatapan horor di tambah raut muka yang tak bisa baca.


Sedangkan di sisi lain, Aqilla dan Fisha merinding melihat Frans. Mereka berdua saling ber sitatapan dan saling mengangguk paham, supaya tetap santai.


β€œ Hei kalian berdua!!” panggil Frans tapi Aqilla dan Fisha tetap menghiraukan Frans dan masih fokus dengan apa yang mereka kerjakan.


Karena tidak ada respon, Frans berjalan kearah kedua sahabatnya dan memukul meja di depan sahabatnya.


Fisha dan Aqilla menatap Frans dengan penuh tanda tanya, seolah-olah tak terjadi apa.


β€œ Ada apa beb?” tanya Fisha santai tanpa berdosa sedikit pun.


β€œ Punya sahabat kok gini amat ya.” Kata Frans dalam hati.


β€œ Kalian berdua emang ya, suka benar buat aku darah tinggi.” Jelas Frans kesal.


β€œ Emang kami buat apa Buaya? β€œ tanya Aqilla.


Frans terkejut dirinya di panggil buaya oleh kawan nya bercekcok.


β€œ Hey Badak…” Panggil Frans dan tiba- tiba Pak Robi masuk ke dalam kelas.


β€œ Assalamualaikum.” Sapa Robi


Frans langsung duduk di kursinya dengan cepat, sedangkan Aqilla dan Frans hanya terkekeh pelan takut ketauan oleh Dosennya.


Suasana kelas menjadi hening saat Pak Robi masuk, seluruh Mahasiswa dan Mahasiswi fokus dengan materi yang di jelaskan oleh Pak Robi.


Sesekali Robi melihat kearah calon istrinya dan begitu juga Fisha. Terkadang mata mereka bertatapan sebentar. Fisha melihat calon suaminya mengajar di depan hanya bisa cuek dan menganggap hanya antara mahasiswa dan dosen , bukan sebagai calon istri dan suami yang sebentar lagi menuju halal.


Begitu juga dengan Robi. Ia fokus menerangkan materi dan sekali- kali ia melihat calon istrinya yang nampak cuek.


Waktu telah berlalu begitu saja, waktu mengajar Robi habis dan sebelum keluar ia memanggil Fisha untuk ke kantor


" Baiklah materi hari ini cukup sampai disini. Dan untuk mahasiswi yang bernama Fisha ikut saya ke kantor sekarang." ujar Robi.


Fisha mendengar namanya di panggil hanya bisa memaki dalam hati.


" Kenapa lagi sih Robi. " ucap kesal Fisha dalam hati.


"Bisa gak sih jangan gue, satu hari ini saja. " ucap Fisha masih dalam hati. Mana berani Fisha berbicara begitu di depan dosen sekaligus calon suaminya, bisa- bisa di ulek jadi ayak geprek sama Robi.


Karena tidak ada respon dari Fisha, Robi langsung berjalan menghampiri Fisha.


Fisha masih fokus pada lamunannya sehingga Pak Robi didepannya pun ia tak tahu.


Frans dan Aqilla hanya bisa diam dan sekali- kali timbul keinginan menyadarkan dan memanggil sahabatnya itu.

__ADS_1


" Fisha." panggil Robi langsung menyadarkan lamunan Fisha.


" Ba...baik Pak ." ucap Fisha terbata- bata sekaligus terkejut calon suaminya berada dekat di sampingnya.


Setelah itu , Robi keluar dari kelas dan di susul Fisha berada di belakang Robi.


sesampainya di depan kantor, Robi membuka pintu dan langsung menutup nya kembali tanpa menghiraukan Fisha yang di belakang nya.


Fisha hanya bisa menghela nafas dan bersabar sedikit pada calon suaminya.


Ia membuka pinta dan melihat Robi sudah duduk di kursi kesayangan nya.


" Dasar lambat ." cela Robi pada Fisha.


" Terus... masalah buat Bapak." ucap Fisha dengan keberanian yang ntah tak tau muncul dari mananya.


" Berani kamu sekarang ya. " bentak Robi.


mendengar bentakan dari Robi, membuat Fisha jengah dan melirik malas.


" Bapak kira saya takut!! Jangan harap saya mau tunduk sama Bapak. Walaupun bapak punya kekuasaan, sedikit pun saya tidak akan takut." tegas Fisha tanpa takut sedikit pun.


" KAU!!!! " tunjuk Robi di sertai dengan tatapan yang menyeramkan.


.


.


.


.


.


Bersambung


Mohon maaf jika ada salah kata atau pengetikan. Dan saya minta maaf jika cerita nya tidak nyambung karna author hanya penulis amatir πŸ™πŸ™


Jangan lupa


like πŸ‘


komen πŸ’¬


vote ❀️


Ditunggu ya episode selanjutnya


...#salamdaripenulisamatiran...

__ADS_1


__ADS_2