My Dosen Killer Jodohku

My Dosen Killer Jodohku
BAB 24


__ADS_3

BAB 24


HAPPY READING….


🌷🌷🌷🌷


Di apartemen Robi….


Robi yang baru habis selesai makan malam , langsung masuk kekamar melanjutkan urusan pekerjaannya. Di sela-sela memandangi laptop, ia tiba- tiba teringat dengan wajah mahasiswa yang ia beri hukuman.


“ Aduh kenapa sih dengan gue, kenapa harus wajah gadis aneh itu terus yang datang “ gerutu Robi sambil mengacak-acak rambutnya.


“ Fokus…fokus Robi, sebentar lagi kamu mau di jodohkan. Jangan kecewakan keinginan orang tuamu “ ucap Robi menyadarkan dirinya sendiri.


“ Tapi kenapa hati selalu deg-degan saat dekat gadis aneh itu. Jangan-jangan aku sudah jatuh cinta sama gadis aneh itu. Jangan sampe deh aku jatuh cinta sama gadis aneh dan bar-bar itu…amit- amit “ ucap Robi lagi sambil mengetuk mejanya.


Setelah memikirkan si gadis aneh Fisha, ia pun melanjutkan lagi pekerjaanya. Waktu sudah menunjukkan tengah malam, Robi baru saja selesai dari pekerjaan. Ia langsung ke tempat tidur untuk mengistirahatnya dirinya yang sudah seharian bekerja.


Keesokan harinya….


Tring tring-tring ( anggap saja suara alarm )


Suara alarm sudah berbunyi membangunkan sang tuan yang masih menutup tubuhnya dengan selimuy. Robi yang mendengarkan alarm berbunyi langsung bangun turun kedapur untuk membuat sarapan. Setelah urusan dapur selesai ia langsung membersihkan dirinyan sehabis membersihkan diri ia langsung memakai setelan untuk mengajar yang sudah ia siapkan tadi.


Tak lupa juga ia pun memakai dasi di depan cermin sambil berbicara kepada cermin.


“ Ganteng juga gue “ ucap Robi memuji dirinya sendiri. Setelah semua selesai, ia langsung keluar dari kamar untuk sarapan. Ia pergi pagi-pagi kekampus untuk melanjutkan pekerjaan yang sudah numpuk dan tujuan keduanya hanya ingin melihat Fisha si gadis aneh itu. Beberapa menit kemudian Robi sudah datang kekampus, ia pun langsung memasuki ruang kesayangannya.


Sesampainya di ruanganya. Ia tidak sama sekali melihat 3 sekawan yang sudah ia beri hukum.


“ Kemana 3 sekawan itu?” tanya Robi yang lupa dengan kejadian kemarian.


“ Eh… mereka kemarinkan sudah ku hentikan dari hukuman yang di aku berikan” kata Robi. Tanpa mengambil pusing, ia langsung melanjutkan pekerjaanya sebagai dosen sekaligus pemimpin perusahaan.


Di tempat lain....


Jam menunjukkan pukul 06 : 15, karena belum ada melihat anaknya keluar dari kamar, Mama Fisha langsung kekamar Fisha untuk membangunkan anaknya


Tok tok tok


“ Kak bangun…sekarang sudah jam 06 : 15 pagi. Kakak tidak kekampus hari ini? “ tanya Mama Fisha sembari terus menggedor pintu kamar anaknya.


Fisha yang mendengar suara gedoran dan mamanya, langsung terbangun dari tidurnya.


“ Iya ma “ sahut Fisha dari dalam kamar.


“ Ya Allah… aku terlambat “ ucap Fisha yang langsung membersihkan dirinya. Setelah membersihkan diri ,ia pun memakai setelan simple untuk kekampus. Sebelum kekampus ia menyempatkan untuk mengemaskan tempat tidurnya yang berantakan.

__ADS_1


Fisha pun keluar dari kamar, ia langsung bergegas ke dapur untuk sarapan, ia Cuma mengambil roti tawar untuk sarapan karena sudah telat.


“ Ma…Pa, kakak berangkat dulu ya “ ucap Fisha sambil mencium punggung tangan orang tuanya. Setelah itu ia langsung pergi kekampus.


" Hati-hati kak" teriak Mama Fisha kepada anaknya.


Beberapa menit kemudian...


Sesampainya di kampus, Fisha langsung berlari kencang supaya cepat sampai di kelas.


Hosh


Hosh


Hosh


“ Untung tinggal 3 menit lagi “ gumam Fisha dalam hati


Setelah sampai di kelas, ia langsung duduk di kursi dan beristirahat untuk mengatur nafasnya.


“ Hampir aja kamu telat Sha “ ucap Aqilla yang dari tadi menunggu kedatangan sahabatnya itu.


“ Ha’a beb, tumben kamu telat “ goda Frans kepada Fisha.


“ Mana gue tahu, alarm yang gue setel aja tidak kedengaran “ Jawab Fisha yang masih mengatur nafasnya.


“ Selamat pagi anak- anak“ sapa Dosen Ani yang sudah masuk ke dalam kelas.


Karena dosennya sudah datang, dalam kelas semua mahasiswa langsung menyimak materi yang di jelaskan oleh Bu Ani.


2 jam kemudian, pembelajaran jam pertama pun selesai. Sebelum keluar Bu Ani memanggil Fisha dan ke dua sahabatnya.


“ Fisha, Aqilla dan Frans, kalian bertiga ke ruangan saya sekarang. “ perintah Bu Ani


“ Baik bu “ jawab serentak Fisha dan kedua sahabatnya.


Setelah itu, Fisha dan kedua sahabatnya itu pun langsung mengikuti Bu Ani untuk ke ruangan.


Di tengah perjalan Aqilla bertanya kepada Fisha dan Frans.


“ Beb kenapa ya kita di panggil Bu Ani “ ucap Aqilla yang agak berbisik kepada kedua sahabatnya.


“ Aku pun bingung, soalnya kita kan tidak ada buat masalah sama Bu Ani “ ucap Fisha juga.


“ Jangan- jangan ini di suruh sama Pak Robi Sha “ ujar Aqilla lagi.


“ Huss… kita jangan buruk sangka dulu, mungkin Bu Ani butuh bantuan kita” ucap Frans bijak.

__ADS_1


“ Benar kamu Frans, kamu itu Aqilla suka benar buruk sangka sama Bu Ani…hahahaha “ sindir Fisha kepada Aqilla.


“ Kok aku sih, kan kamu juga Sha yang buruk sangka juga sama Bu Ani “ ucap Aqilla balik menyalahkan Fisha.


“ Sudah- sudah kalian diam semua, nanti di dengar sama Bu Ani.” Sahut Frans menengahi perbincangan kedua sahabatnya yang somplak.


Mereka bertiga akhir pun sampai di depan ruang Bu Ani, mereka bertiga berebut untuk siapa dulu yang masuk kedalam.


“ Kamu dulu yas Frans, soalnya kamukan cowok. Cowok kan calon imam jadi harus di depan.” Suruh Fisha kepada Frans.


“ Betul…betul…betul beb aku setuju “ Ucap Aqilla yang bersemangat setuju dengan keputusan Fisha.


“ Emang ya kalian berdua sahabat aku yang sangat sangat somplak “ ujar Frans yang langsung di sambut tawaan dari kedua sahabatnya.


“ Hehehe…kamu masuk duluan aja ya Frans “ ucap Fisha kepada Frand sembari mendorong sahabatnya itu.


Karena malas untuk berdebat yang tidak ada habisnya, akhir Frans memilih untuk mengalah masuk kedalam yang dari tadi masih di depan pintu.


Setelah mengalami perdebatan sedikit, akhir mereka bertiga pun masuk kedalam ruangan Bu Ani yang dari tadi sudah menunggu 3 sekawan tersebut.


“ Selamat pagi Bu “ sapa mereka bertiga serentak


“ Selamat pagi juga untuk kalian” sapa balik Bu Ani kepada Fisha dan kedua sahabatnya.


“ Maaf Bu, kalo boleh tahu ada apa ya Ibu memanggil kami bertiga? “ tanya Frans memulai pembicaraan.


“ Oh gini… saya mau kalian bantu saya untuk mendekati Pak Robi “ ucap Bu Ani kepada 3 sekawanan itu.


Fisha dan kedua sahabatnya mendengar ucapan Bu Ani pun langsung terkejut.


“ WHAT” teriak terkejut 3 sekawanan itu.


.


.


.


.


Bersambung


Mohon maaf jika ada salah kata atau pengetikan. Jangan lupa like, komen dan vote ya...


Di tunggu ya episode selanjutnya💐💐


Follow ig siti_fatimah_azzahro25

__ADS_1


Terima kasih teman-teman😊😊


#salamdaripenulisamatiran


__ADS_2