
BAB 12
HAPPY READING....
Di dalam ruangan tersebut, hanya tinggal Fisha dan dosen killernya tersebut. Pak Robi pun masih menatap Fisha dengan tatapan tajam.
Hening
Hening
Hening
“ aduh gimana aku ini” gumam Fisha dalam hati. Ia pun masih menunduk tanpa melihat ke arah Pak Robi
********************************
“ Hemm” deheman Pak Robi yang langsung membuyarkan lamunan Fisha.
“ Angkat kepalamu, saya bukan di lantai “ ucap Pak Robi. Seketika Fisha mengangkat kepalanya dan langsung menatap kearah dosennya itu.
“ Ma...maaf pak “ ucap Fisha terbata- bata.
“ berhubung hari ini, hari pertama kami jadi asisten dosen saya. Saya ingin kau harus merapikan buku yang ada di rak sebelah sana “ suruh Pak Robi datar sambil menunjuk kearah rak buku. Seketika Fisha terkejut dan melongo melihat rak buku yang sangat tinggi dan besar yang tentu terisi semua tanpa celah.
Fisha pun langsung menatap ke arah Pak Robi dengan tidak percaya apa yang di dengarnya itu.
“ Maksud bapak saya harus membersihkan rak buku itu “ tanya Fisha sambil menunjuk kearah rak.
“ Hem... tugas kamu bukan hanya membersihkan, akan tetapi kami juga harus menyusun buku itu dengan warna cover yang sama “ perintah lagi Pak Robi. Fisha yang mendengar perintah itu pun langsung terkejut tidak percaya.
“ Tapi saya kan ada mata kuliah bapak hari ini di jam pertama “ jelas Fisha.
“ untuk kuliah kamu hari tenang saja, nanti saya akan urus “ ucap Pak Robi. Fisha yang mendengarnya pun seketika lemes, bagaimana tidak hari ini ia harus membersihkan, merapikan, dan menyusun buku di rak buku yang besar dan tingi itu. ( Author bayangin nya aja tidak mampu hihihi )
“ Baiklah pak “ jawab Fisha yang macam tak mempunyai semangat hidup.
“ Itu adalah hukuman kamu yang sudah mengolok- olok saya di depan sahabatmu itu “ jelas Pak Robi dengan suara datar disertai dengan tatapan tajam kearah Fisha. Fisha yang melihatnya itu pun seketika langsung menundukkan kepalanya.
Pak Robi akhirnya pun langsung keluar dari ruangan untuk mengajar mata kuliahnya itu, sedangkan Fisha yang berada di dalam itu pun masih meratapi nasib 1 bulannya kedepan.
Setelah meratapi nasib 1 bulan nya itu, tanpa basa basi lagi dan dengan semangat yang penuh Fisha pun langsung mengeluarkan buku dari rak nya sambil menyusun buku sesuai covernya.
__ADS_1
Waktu terus berjalan dengan tidak terasa sudah 1 jam Fisha mengemaskan semua buku rak yang sudah bersih setengah dan tinggal setengah lagi. Fisha pun menyanyi dan berjoget untuk menghilangkan bosannya itu.
Cikini Cikini Cikini
Cikini ke gondangdia
Ku jadi begini gara-gara dia
Cikampek tasikmalaya
Hatiku capek bila kau tak setia
Jakarta ke jayapura
Jangan cinta kalau cuma pura-pura
Madura sampai papua
Jangan kau kira ku tak bisa mendua
Walau kau hanya tukang ojek
Tak pernah absen meski hujan dan becek
Hatiku senang tiap kali kau belai
Percuma kau jadi pilot
Makin tinggi cintamu makin melorot
Apalagi kau jadi nahkoda
Jarang pulang karena kau kepincut janda
Biar pun sederhana asalkan kau setia
Aku pun akan selalu cinta
Percuma banyak harta, di luar kau mendua
Jangan kira ku diam saja
__ADS_1
Lalalalalalalalalalalalalalala ( sedikit lirik lagu yang di nyanyikan Fisha. )
Sudah banyak lagu yang Fisha nyanyikan yang di tambah dengan goyangan nya itu untuk menghilang penat.
2 jam berlalu .....
Pekerjaan Fisha pun tinggal ¼ lagi. Ia tinggal membersihkan rak buku di bagian atas, karena tinggi tubuh Fisha yang tidak sanggup untuk menjangkau ke atas, ia pun langsung mengambil kursi yang ada di sampingnya itu. Fisha terus membersihkan rak buku tersebut dengan fokus tanpa menghiraukan di sekelilingnya. Tanpa ia sadar Pak Robi masuk kedalam ruang nya itu.Pak Robi terus memperhatikan Fisha dari belakangnya itu dengan muka datar.
Fisha terus membersihkan rak buku itu, ia menjangkau buku yang paling atas, karena tidak bisa mengimbangi tubuhnya itu Fisha pun terjatuh dengan memejamkan matanya. Setika itu Pak Robi reflek langsung menyelamatkan Fisha.
BUGH ( jatuh ke tubuh Pak Robi)
Fisha perlahan membuka matanya, seketika ia melihat sudah berada di gendong Pak Robi yang sudah menyambutnya itu. Mata mereka pun bertatap dengan waktu yang cukup lama.
Deg ( suara jantung Pak Robi )
“ kenapa dengan jantung ku ini “ ucap Pak Robi dalam hati.
Fisha yang sadar dengan posisi nya itu pun langsung memanggil Pak Robi.
“ Pak “ panggil Fisha. Karena terkejut akhirnya Pak Robi pun langsung menjatuhkan tubuh Fisha ke lantai.
Brukkk
“ Aaaduuhhhhh.... sakitnya pinggang aku “ ucap Fisha sambil memegang pinggangnya itu. Pak Robi yang mendengar suara jeritan Fisha pun langsung sadar dan langsung membantu Fisha untuk bangkit.
“ Maafkan saya “ ucap Pak Robi dengan suara datar.
.
.
.
.
bersambung
Mohon maaf jika ada salah kata atau pengetikan dan cerita tidk nyambung. jangan lupa di like dan komen ya teman- teman
Tunggu episode selanjutnya yaa
__ADS_1
Terima kasih😊😊