My Dosen Killer Jodohku

My Dosen Killer Jodohku
BAB 11


__ADS_3

BAB 11


HAPPY READING....


Waktu terus berjalan dari pagi berganti malam, dan malam pun berganti ke pagi lagi.


Keesokan harinya......


Fisha berangkat kekampus pukul 05 : 30 , ia pergi pagi- pagi sekali karena jarak dari rumah ke kampus memakan waktu sekitar 30 menit. Karena ia harus menjalankan hukuman di hari pertama sebagai asisten dosen Pak Robi. Setelah sampai di kampus ia pun langsung di sambut oleh sahabatnya yang sudah datang terlebih dahulu. Tanpa basa basi mereka pun langsung berjalan ke ruangan Pak Robi.


Sesuai dengan hukuman yang di berikan, Frans dan Aqilla langsung membersihkan ruangan dosen killernya itu, sedangan Fisha menunggu kedatangan “ Si Manusia Batu “ nama khusus yang diberikannya kepada dosen killer tersebut.


Setelah membersihkan ruangan Pak Robi , Frans dan Aqilla pun beristirahat duduk santai dengan Fisha.


“ Kemana tu Pak Robi, Sha?” tanya si Frans sambil mengelap peluhnya dengan manja.


“ Ha’a kemana tu dosen? “ tanya si Aqilla lagi kepada Fisha.


“ Mana ku tahu, emang tu dosen suami gue. “ jawab Fisha dengan ketus.


“ Cie eleh kamu ni beb, masih aja kesal sama tu dosen” sahut Frans dengan santai sambil mengibas- ibas tangannya


" Aku bukan lagi kesal, tapi sudah terlanjut marah sama tu dosen. Sudah lah beri hukuman tidak adil lagi. Mau sih mau dosen itu. “ jawab Fisha dengan meengeluarkan uneg- unegnya.


“ Sudah sabar aja beb, anggap ini ujian kamu untuk menjadi istri Pak Robi “ canda Aqilla yang langsung di sambut dengan tatapan tajam dari Fisha.


“Huekkkk.... sampai kapan pun aku benci sama si Manusia Batu itu titik tidak pakai koma.” Menjawab candaan si Aqilla.

__ADS_1


“ Hati- hati lho beb ntar jatuh cinta sama Pak Robi. Dari kata aku benci kamu, nanti berubah ke kata aku cinta kamu” ucap Frans yang langsung di ikuti dengan ketawa Aqilla. Fisha yang mendengarkan candaan dari sahabatnya itu pun langsung berdiri dan berjalan kearah pintu tanpa menghiraukan panggilan dari sahabatnya.


Fisha yang berjalan tanpa melihat di sekelilingnya pun langsung membuka pintu dan akhirnya...


Bugh


Fisha menabrak tubuh Pak Robi yang berada di depannya. Fisha yang masih dengan posisi kepala menunduk pun belum tau siapa yang menabraknya langsung mengomel tanpa melihat ke depannya.


“ Hey kamu tu janganlah berdiri di situ, aku tu mau lewat jangan menggangu jalan ku. “ ucap Fisha dengan ketus sambil mengusap kepala nya yang sakit.


Frasn dan Aqilla yang berada di belakang Fisha pun terkejut melihat kejadian tersebut. Dengan segera Frans pun langsung memanggil Fisha dengan suara pelan dengan harapan bisa di dengar Fisha supaya bisa menyadari situasi sekarang.


“ Sha “ panggil Frans dengan pelan.


Fisha yang tidak mendengar panggilan dari Frans pun masih mengomel di depan dosennya itu.


“ Pa...pak Robi “ gugup Fisha dengan rasa keterkejutannya itu.


“ Hemmmmm “ deheman Pak Robi yang di sertai dengan tatapan tajam ke arah Fisha


Mendengar deheman dari Pak Robi, ia pun langsung tersadar dan memundurkan dirinya untuk memberi jalan ke pada dosennya killernya tersebut. Ia pun mengikuti Pak Robi dengan berjalan di belakang dosennya tersebut. Frans dan Aqilla yang melihat situasi tersebut pun langsung berdiri dan mengucapkan kata selamat pagi.


“ Selamat pagi pak “ ucap serentak Frans dan Aqilla


“ Hemm “ sahut Pak Robi dengan muka khasnya itu.


Setelah sampai di kursi kebesarannya itu Pak Robi langsung duduk , sedangkan Fisha dan sahabatnya berdiri menghadap ke arah Pak Robi.

__ADS_1


“ Untuk kamu Frans dan Aqilla, silahkan tinggal ruangan ini, karena tugas kalian hari ini sudah selesai “ perintah Pak Robi kepada Frans dan Aqilla.


“ Dan untuk kamu Fisha harus tetap disini “ perintah Pak Robi sambil menatap tajam ke Fisha, ia yang melihat tatapan tajam dari Pak Robi pun langsung menundukkan kepalanya.


Setelah mendegarkan perintah Frans dan Aqilla pun langsung meninggalkan ruangan tersebut dan memberi semangat kepada sahabatnya itu.


“ Semangat ya Sha “ ucap Frasn dan Aqilla yang menepuk punggung belakang Fisha. Fisha pun hanya membalanya dengan senyuman.


Di dalam ruangan tersebut, hanya tinggal Fisha dan dosen killernya tersebut. Pak Robi pun masih menatap Fisha dengan tatapan tajam.


Hening


Hening


Hening


“ Aduh gimana ini.” gumam Fisha dalam hati. Ia pun masih menunduk tanpa melihat ke arah Pak Robi.


.


.


.


Mohon maaf jika ada salah kata atau pengetikan dan juga jika ceritanya tidak nyambung. Jangan lupas like dan komennya.


Tunggu episode selanjutnya ya..

__ADS_1


Terima kasih😊😊


__ADS_2