
BAB 19
HAPPY READING…..
🌷🌷🌷🌷
Ke esokan harinya…….
Tringg Tringg ( suara alarm )
Jam menunjukkan pukul 05 : 00 pagi dan suara alarm pun berdering membangun sang tuan yang lagi tertidur dengan seluruh tubuh tertutup oleh selimut. Mendengar alarm berdering Fisha pun terbangun dengan mata yang bengkak habis menangis semalam. Ia langsung pergi ke kamar mandi membersihkan diri dan setelah membersihkan dirinya ia pun memakai setelan baju untuk kekampus. 15 menit berlalu Fisha pergi ke kampus sangat awal karena tidak ingin bertemu dengan orang tua dahulu sekaligus ia juga memenuhi hukuman yang diberikan Pak Robi.
Setelah semuanya siap, ia langsung turun ke bawah dengan berlari dan ia langsung memasuki mobilnya. Saat melewati ruang keluarga ia belum melihat kedua orang tuanya. Ia berpikir mungkin orang tua masih tidur. Ia mulai melajukan mobilnya dan saat di jalan ia pun menyetel lagu galau tanpa ia sadari keluarlah air mata yang datang tanpa di undang. Ia bingung dengan keinginan orang tua yang ingin dirinya menikah dengan orang yang tidak kenal sama sekali.
30 menit pun berlalu, Fisha pun datang kekampus dan ia segera memarkirkan mobilnya. Ia mengusap air matanya yang keluar tanpa henti dan merias lagi wajahnya supaya tidak dilihat orang bahwa ia habis menangis. Ia pun keluar dari mobilnya dan ia berjalan menuju ruang dosen killernya itu. Setelah sampai ia duduk di sofa sambil menunggu kedua sahabatnya.
Tak berselang lama kedua sahabatnta pun datang, seketika itu raut wajah Fisha yang mulanya murung menjadi ceria.
“ Hai bebeb ku sayang “ sapa Aqiila dengan suara cemprengnya.
“ Hai juga beb “ sapa balik Fisha. Kemudian mereka berdua pun berpelukan dan melupakan Frans yang dibelakang mereka.
“ Hemm” deheman Frans menyadarkan mereka bedua.
“ Kok aku enggak di sapa sih. Kejam banget sih kalian berdua “ Frans pura- pura ngambek dengan suara yang dibuat-buatnya.
Seketikan Fisha dan Aqilla langsung menertawakan si Frans yang pura – pura ngambek.
“ Cup…cup…cup jangan ngambek nya beb, nanti kalo ngambek tidak jadi pria tulen lho “ olok Aqilla, seketika mata Frans pun langsung menatap tajam kearah Aqilla.
“ Uppsss… I’m sorry beb, aku sengaja kok “ kata Aqilla lagi dengan nada begurau. Frans yang mendengar gurauan Aqilla pun langsung memukul lengan Aqilla, karena dalam bahaya Aqilla seketika reflek menjauh dari Frans sehingga pukulan yang dilayang oleh sahabatnya itu pun tidak mengenai dirinya.
“ Weekkk( Aqilla menjulurkan lidahnya kearah Frans)… tidak kena… tidak kena “ ucap Aqilla bersorak gembira, tanpa melihat raut muka Frans yang terlihat kesal.
__ADS_1
Fisha yang melihat raut muka Frans yang kesal dan suasana sedikit tegang, ia pun langsung menegur Aqilla.
“ Sudah cukup Aqilla, kasihan si Frans kau olok- olok terus “ ucap Fisha menengahi kedua sahabatnya itu.
Frans yang mendengar sahabatnya membela dirinya pun tersenyum kearah Fisha. Tapi raut mukanya kembali kesal jika berhadapan dengan Aqilla.
Untuk menghilangkan perasaan kesalnya tanpa babibu lagi ia pun langsung membersihkan ruang Pak Robi.
Merasa di acuhkan oleh Frans, Aqilla pun langsung minta maaf kepada sahabatnya itu. Ia terus minta maaf kepada Frans, tapi sahabatnya itu selalu diam tidak menanggapi ucapan maaf dari Aqilla.
“ Maaf ya beb “ ucap Aqilla kepada Frans. Ia terus mengikuti Frans sampai membuat sahabatnya itu buka suara saking kesal dengan kelakuan Aqilla yang terus mengikuti dirinya.
“ Daripada kamu terus ngikuti aku terus, bagus kamu bantu aku menyelesaikan tugas ini sebelum Pak Robi itu datang.” Ucap Frans sambil membersihkan ruang dosennya itu.
“ Oke siaap beb “ jawab Aqilla dengan lesu. Ia pun langsung membantu Frans membersihkan ruang Pak Robi.
Sedangkan Fisha menunggu di luar ruangan sembari melihat pemandangan kampusnya tercinta.
15 menit telah berlalu dan sekarang menunjukkan pukul 06 : 15 . Frans dan Aqillan sudah selesai membersihkan ruangan Pak Robi. Aqilla dan Frans pun beristirahat di ruang itu. Aqilla keluar dari ruang tersebut untuk memanggil sahabatnya.
“ Okeyyy beb “ saut Fisha. Mereka berdua pun langsung masuk ke ruang Pak Robi.
Sambil menunggu perintah selanjutnya dari Pak Robi, mereka bertiga pun bercanda gurau. Membahas gossip- gossip hangat yang lagi buming di sekitaran kampus mereka.
“ Hey beb… kalian mau tau nggak Ibu Livia dosen kita itu, dia itu sangat suka sama Pak Robi. Aku dengar- dengar mereka berdua sempat berpacaran selama 2 tahun waktu mereka kuliah dulu. Karena Bu Livia ketahuan selingkuh jadi Pak Robi putusin deh. “ ucap Frans yang memoncongkan mulutnya seperti ibu-ibu gossip.
“ Wahh berita viral itu, kok aku baru tau sih “ Aqilla menimpali ucapan Frans.
“ Kamu tau dari siapa Frans, kok tahu mereka itu pacaran dulunya? “ tanya Fisha yang penasaran.
“ Ya elehhh… kemarin itu aku sempat dengar dari fansnya Bu Livia saat aku beli minum di kantin.” Ujar Frans kepada kedua sahabatnya.
“ Pupus dong harapan mu Sha dekat sama Pak Robi.” Ucap Aqilla yang menggoda sahabatnya.
__ADS_1
“ Kamu ini lah beb ( sambil mencubit lengan Aqilla)… siapa juga yang mau sama tuh dosen batu sudah itu sengklek lagi.” Hina Fisha sama dosennya.
“ Tapi yang aku heran sama Pak Robi itu beb, kok sekarang dia belum punya pacar ya. Secara dia kan ganteng, ber-uang, dan badannya berotot. Pokoknya Pak Robi perpectoo...” puji Aqilla sambil membayangkan Pak Robi.
“ Betul itu beb, mahasiswa yang disini saja semuanya kalah banding sama Pak Robi…ha…ha…ha” ucap Frans yang setuju dengan perkataan Aqilla.
“ Ya mungkin Pak Robi itu sudah ada pacarnya tapi belum go public aja, atau mungkin Pak Robi itu jomblo mungkin karena dia trauma dengan percintaannya di masa lalu karena itulah dia jomblo sampai sekarang.” Ucap Fisha kepada kedua sahabatnya.
“ Bisa jadi sih juga beb, alasan Pak Robi jomblo…ha…ha…ha” ucap Frans yang tertawa ngakak.
“ Husss… sudah nanti kedengaran lho sama Pak Robi, bisa-bisa panjang urusannya sama itu dosen “ ucap Aqilla menghentikan candaan dari si Frans.
“ Tapi tumbennya dosen sengklek itu belum datang jam segini. Ini udah jam 06 : 50 pagi lho, apa Pak Robi tidak masuknya? “ tanya Fisha yang kepada kedua sahabatnya.
“ Ha’aa iya ya… kok tumben Pak Robi belum datang. Biasanya dia datang kekampus jam 06 : 30 pagi.” Ucap Aqilla.
“ Mungkin Pak Robi tidak datang hari ini karen ia takut ketemu sama mantannya Bu Livia mungkin, ha…ha…ha “ canda Frans yang membuat mereka bertiga tertawa ngakak.
.
.
.
.
Bersambung.
Mohon maaf jika ada salah kata atau pengetikan dan alur cerita tidak nyambung. Jangan lupa like, komen, dan vote ya teman-teman..
Tunggunya episode selanjutnya💐
Terima kasih teman- teman😊😊
__ADS_1
Follow ig siti_fatimah_azzahro25
#salamdaripenulisamatiran