
BAB 8
HAPPY READING…..
Setelah masalah rencana perjodohan yang membuat anaknya sakit, papa Fisha tidak lagi mengungkit masalah tersebut dan membiarkannya begitu sementara
Hari berganti hari keluarga Fisha berjalan dengan aman dan tentram seperti biasanya dan melupakan tentang rencana perjodohan tersebut. Fisha yang sudah sehat seperti biasa kembali mengikuti pembelajaran di kampus dan bertemu sahabat- sahabatnya yang sangat ia rindukan yaitu Aqilla dan Frans.
“ hai beb, aku rindu banget sama kalian “ ucap Fisha sembari membalas pelukan dari Aqilla
“ bagaimana keadaan kamu beb? “ tanya Frans dan Aqilla secara bersamaan.
“ Alhamdulillah sudah baikan kok beb “ jawab Fisha sembari tersenyum kearah sahabatnya itu
“ Syukur kalo begitu beb, aku tu sampai shock dengar kamu masuk rumah sakit “ ucap Aqilla
“ kok kalian tau , aku rumah sakit beb? “ tanya Fisha
“ Iya beb, kan papa kamu yang ngurus perizinannya, jadi kami dapat informasinya dari dosen pengajar di kelas kita beb” jawab Frans
“ hmm gitu yah beb” jawab Fisha yang mengangguk-anggukan kepalanya.
“ sekarang kita masuk yuk beb ke kelas, soalnya kita hari ada kelas sama dosen manusia batu” ucap Fisha
“ Haaaa…dosen manusia batu “ jawab serentak Aqilla dan Frans yang terkejut
“ siapa dosen manusia batu itu beb “ tanya Aqilla
__ADS_1
“ upppssss sorry tidak jadi “ jawab Fisha yang keceplosan
“ Jangan- jangan itu nama dosen Robi kali, soalnya jam pertama kan kita sama beliau “ ucap Frans
“ bukan kok beb, itu … itu… itu…” ucap Fisha yang tercegat karena melihat sang dosen yang di beri nama khusus darinya itu berada di depannya.
“Betul kan itu sebutan Pak Robi , sha “ tanya Aqilla penasaran
“ kita ke..kelas ..aja yuk beb” ucap Fisha ter bata- bata yang ketakutan karena tatapan tajam dari Pak Robi.
“ Hemm..” dehem dari Pak Robi
“ siapa yang berdehem tu qilla” tanya frans dengan polosnya
“ ntah lah, jangan- jangan itu dedemit lagi frans” jawab Aqilla yang tidak tau dengan keberadaan dosen killernya itu.
“kok rasanya semakin nyata nya beb “ tanya frans yang polos
“ ya iyalah itu, coba kalian liat di bekalang” jawab kesal Fisha yang dari dari menahan kesalnya.
Karena penasaran dengan jawaban Fisha, Aqilla dan Frans akhirnya pelan- pelan membalikkan badannya ke belakang dan ternyata…
DEG
“ Eh Pak Robi, apa kabar bapak? “ sapa Frans yang tersenyum nyengir.
“ Baik “ jawab singkat Pak Robi dengan muka datar
__ADS_1
“ Maafnya Pak, kami undur diri dulu soalnya mau masuk ke…kelas “ ucap Aqilla terbata- bata.
Setelah pamit, tanpa menghitung waktu Fisha dan sahabatnya itu pun langsung bergegas lari kekelasnya dengan perasaan takut.
Tanpa menunggu lama Pak Robi pun masuk kekelas dan memberikan materi seperti biasanya dan sedang Fisha dan sahabatnya itu mengikuti kelas Pak Robi dengan perasaan yang was – was.
Setelah sekian lama , mata kuliah Pak Robi pun akhirnya selesai dengan muka datar Pak Robi menutup kelasnya dan berjalan keluar kea rah pintu. Sebelum keluar Pak Robi pun membalikkan badannya ke arah Fisha dan sahabatnya dengan tatapan tajamnya itu.
“ kalian bertiga “ ucap Pak Robi datar sembari menunjuk kearah Fisha dan sahabatnya
Fisha dan sahabatnya itu yang tertunduk pun terkejut karena suara dari Pak Robi pun langsung berdiri dengan posisi tegak .
“ i..i..iya pak “ jawab Fisha dan sahabatnya serentak dengan terbata- bata
“ ikut saya kekantor sekarang “ ucap Pak Robi dan ia langsung keluar dari kelas tersebut
Tanpa menghiraukan sekelilingnya Fisha dan sahabatnya pun langsung pergi meninggalkan kelas dan mengikuti Pak Robi.
.
.
.
.
Mohon maaf jika ada salah kata atau penulisan, jangan lupa like dan komen ya gaess
__ADS_1
Terima kasih teman – teman😊😊