My Dosen Killer Jodohku

My Dosen Killer Jodohku
BAB 28


__ADS_3

BAB 28


HAPPY READING…..


🌷🌷🌷🌷


Di tempat lain…


Robi fokus mengerjakan file yang ia terima dari sekretarisnya. Sebagai pemimpin perusahaan sekaligus dosen bukan hal yang sangat ia lakukan, ia pun meminta bantuan sekretarisnya yang bernama Yoga untuk menengani perusahaan.


Tring tring tring


Robi yang lagi fokus menghadap lapop, langsung buyar takkala mendengar suara hpnya berdering, ia pun melihat nama Papanya yang tertera di layar hpnya. Tanpa menunggu lama Robi langsung mengangkat sambungan dari Papanya.


“ Assalamualaikum Bang” ucap Papa Robi di seberang sana.


“ Waalaikumsalam PA, ada apa Pa nelpon Abang?” tanya Robi.


“ Bagaimana perusahaan?” tanya Papa Robi basa basi .


“ Alhamdulillah baik kok Pa “ ucap Robi.


“ Begini Robi, Papa mau kasih tahu hari minggu ini nanti kita akan kerumah calon istri kamu untuk pergi melamar.” jelas Papa Robi.


“ Apa tidak kecepatan Pa” ucap Robi.


“ Lebih cepat lebih baik Bang, Apa kamu tidak kasian dengan kami yang sudah tua, kami juga pengen gendong cucu Bang seperti teman-teman papa. “ ucap Papa Robi.


“ Papa tidak mau mendengar apapun dari mulut kamu Bang. Pokoknya minggu ini kita akan melamar calon istri kamu “ ucap Papa Fisha tanpa terbantahkan.


“ Baiklah Pa” jawab Robi lesu.


Setelah selesai berbincang dengan Papanya, Robi langsung menatap layar Hp dengan pikiran yang tidak karuan. Ia bingung harus buat apalagi. Ia hanya bisa memasrahkan dirinya dengan sang pencipta.


“ Ya Allah semoga ini adalah keputusan yang terbaik “ ucap Robi sambil memejamkan matanya menetral pikiran yang lagi kacau.


Ia pun melanjutkan lagi pekerjaan yang sempat ia tunda sebentar. Ia terus menyakinkan dirinya bahwa keputusan orang tua tentang perjodohan dua insan yang tidak saling mengenal sama sekali ini adalah keputusan yang terbaik.


Larut malam pekerjaanya pun belum selesai-selesai, tapi ia memutuskan untuk mengistrahatkan dirinya yang sudah sangat lelah, tanpa menunggu lama ia langsung terlelap tidur memasuki alam mimpi.


Keesokan hainya….


Di rumah Fisha..


tok tok tok


Mama Fisha menggedor pintu kamar anaknya yang masih tertidur.


" Kak bangun, anak gadis tidak boleh bangub kesiangan" Mama FiSha berkata seperti nasihat.


karena mendengar gedoran pintu dan suara Mamanya, ia langsung terbangun dan melihat jam yang ada di hpnya.


" Kak bangun" panggil Mama Fisha lagi.


" Iya Ma " sahut Fisha dari dalam kamar.


Fisha langsung mengemaskan tempat tidur, setelah selesai ia bergegas untuk ke kamar mandi membersihkan diri. sehabis mandi ia melaksanakan kewajiban sebagai umat islam.

__ADS_1


karena jam baru menunjukkan pukul 05 : 00 pagi, ia pun keluar dari kamar turun membantu mamanya memasak.


" Mama ku sayang" sapa Fisha yang langsung memeluk mamanya


" Eh... iya kak" balas balik Mama Fisha.


" Lepas dong kak pelukannya, mama masak ni. " ucap Mama Fisha sambil mengambil bahan mentah di kulkas.


" Iya...iya deh M" kata Fisha yang langsung melepaskan pelukannya.


" Mama masak apa? " tanya Fisha penasaran.


" Sepertu biasa kak, nasi goreng kesukaaan keluarga kita" Mama Fisah menjelaskan.


" Wahhh... kakak bantu ya Ma." ucap Fisha dengan semangat


akhir mereka pun memasak nasi goreng bersama dengan canda dan gurau. setengah jam berlalu, setelah semuanya selesai, Fisha memutuskan kekamar.


" Ma kakak ke kamar dulu ya" pamit Fisha.


" Iya kak, Bi Santi nanti bersihkan semua ya, saya mau kekamar dulu: ucap Mama Fisha


" Baik Bu." jawab Bi Santi.


Sesampai di kamar, Fisha langsung mengemaskan keperluan untuk kuliah. Tiba-tiba muncul pemikirian tentang perjodohan diri dengan orang yang sama sekali tidak ia kenal.


" Semoga dia jodohku yang di kirim Tuhan untuk diriku" doa Fisha yang sudah pasrah.


" Eh... tapi kok aku penasaran sih, siapa ya orangnya. Papa bilang anak sahabatnya, tapi yang mana? " tanya Fisha pada diri sendiri.


setelah semua selesai, ia pun turun untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.


" Selamat pagi Pa, Ma. " sapa Fisha pada orang tuanya yang sudah ada di meja makan.


" Selamat pagi juga kak" sapa balik Mama dan Papa Fisha.


Mereka bertiga langsung menyantap makanan yang sudah tersedia di meja makan tanpa bersuara, hanya terdengar sendok dan garpu saja.


setelah selesai sarapan, Fisha langsung berpamitan untuk berangkat ke kampus.


" Ma, Pa... kakak berangkat dulu ya." pamit Fisha yang langsung mengambil punggung tangan orang tua nya untuk di cium.


" Papa berangkat juga ya Ma." ucap Papa Fisha, ia pun mencium kening istrinya. Dan di balas Mama Fisha dengan mencium punggung tangan suaminya.


Fisha dan papanya berjalan menuju garasi tempat mobil mereka.


Beberapa menit kemudian, Fisha datang kekampusnya. Ia langsung memarkirkan mobilnya, disana juga ia meliat kedua sahabat somplak itu.


" Hai..beb" sapa Fisha.


" Hai juga beb " balas Aqilla dan Frans serentak.


" Yukk kelas, hari ini ada mata kuliah dosen sengklek Pak Robi " ucap Fisha santai.


3 sekawanan itu langsung kekelas mereka, sesampainya dikelas 3 sekawan langsung duduk dan bercanda gurau menunggu dosen killernya datang.


Yang di tunggu-tunggu akhirnya datang , Pak Robi dengan setelan baju yang keren dan berwibawa di sertai dengan tatapan tajam yang lepas dari matanya. Ia langsung memulai pelajaran pada hari ini.

__ADS_1


semua mahasiswa dan mahasiswi di dalan kelas langsung terdiam dan menyimak materi yang di Pak Robi termasuk 3 sekawan sengklek itu.


2 jam berlalu, mata kuliah Pak Robi berakhir, sebelum keluar dari kelas Robi langsung memanggil 3 sekawanan sengklek.


" Kalian bertiga. " panggil Robi menunjuk kearah 3 sekawan sengklek.


Melihat arah tangan Robi, Fisha langsung bersuara.


" Kami Pak? " tanya Fisha.


" Iya... ikut saya sekarang ke kantor" ujar Robi.


" Ba...baik Pak" balas 3 sekawanan sengklek itu. Tanpa menunggu lama 3 sekawan tersebut langsung keluar menyusul Robi di kantor.


Karena merasa khawatir, tiba-tiba Frans tanpa sadar menabrak kaca ruang Robi yang di kira pintu. Aqilla dan Fisha langsung tertawa ngakak.


" Maka berjalan itu pake mata Frans...hahahahaha" ucap Aqilla yang tertawa.


" Ada-ada saja kamu Frans. Pintunya tu yang ini bukan yang itu " jelas Fisha.


" Kalian berdua ini, bukannya nolongin orang malah ngetawain orang" ucap Frans kesal sambil mengusap kening kepalanya.


" Sudah-sudah, yok kita masuk" ajak Fisha


Mereka pun masuk ke ruang Robi yang sudah dari tadi menunggu 3 sekawan tersebut.


" Maaf Pak, kalo boleh tau ada apa ya bapak nyuruh kami ke sini ?" tanya Fisha dengan sopan.


" Oke... saya ingin kalian membantu saya mengerjekan berkas yang ada di depan saya ini." suruh Robi.


3 sekawan tersebut langsung melongo melihat penampakan berkas yang bertumpuk di depan mereka.


" What apa-apa dosen sengklek ini! ucap kesal Fisha dalam hati.


" OMG, ini dosen emang bikin darah tinggi terus! " ucap Frans dalam hatin


" Pengen ku cekik aja tuh dosen : ucap kesal Aqillsa dalam hati.


" Bagaimana? kalo tidak bisa ya tidak masalah tapi..." ucap Robi yang langsung di potong oleh 3 sekawan sengklek.


" Bisa Pak." jawab serentak 3 sekawan sengklek.


.


.


.


Bersambung...


Mohon maaf jika ada salah kata atau pengetikan. Jangan lupa Like, Komen dan Vote ya...


Ditunggu ya episode selanjutnya💐💐


Terima kasih guyss😊😊


...#salamdaripenulisamatiran...

__ADS_1


__ADS_2