
BAB 36
HAPPY READINGβ¦
πΉπΉπΉπΉ
Tiba-tiba muncullah ide brilian dari Aqilla. Ia memberhentikan mobil di tepi jalan dan mengambil kaos kakinua untuk diletakkan ke hidung Frans.
Tak berapa lama, Frans tersadar dari pingsannya dan memcium aroma yang sangat membuatnya ingin muntah.
β Hueekβ Frans bangun dari pingsannya, sedangkan Fisha dan Aqilla tertawa ngakak melihat kejadian tersebut.
Frans menatap kedua sahabatnya yang tertawa ngakak dengan heran.
β Tungguβ¦ kenapa bau sekali ya. Jangan-jangan itu? β tanya Frans dengan curiga dalam hati.
β Jangan bilang kalian kasih aku kaos kaki ya?β tanya Frans pada kedua sahabatnya.
β Kenapa beb, pengen lagi ya.β Canda Aqilla santai.
β Manjur sekali kaos kaki aku, sampai-sampai bikin orang pingsan siuman.β Aqilla bicara dengan bangga sambil memuji kaos kakinya.
β IIIIhhhh, dasar jorok kau badakk.β Hina Frans yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Aqilla.
β Sudah- sudah kalian berdua jangan bertengkar. Ini Frans minum dulu air putih.β Fisha menyerahkan Aqua botol pada Frans.
β Ya sudah beb, yok kita lanjutkan lagi perjalanannya ke rumah Frans.β Ucap Fisha pada Aqilla.
β Okeh beb.β Aqilla lansung menjalanan mobil yang mereka tumpangi dengan kecepatan sedang sambil menyetel lagu kesukaan mereka bertiga.
Tak berapa lama kemudian, mobil yang mereka tumpangi sampai di depan rumah Frans, dan di sambut oleh Mama Frans yang berada di teras rumah.
Mereka turun dan langsung menyalami Mama Frans yang sudah menunggu di depan.
β Assalamualaikum Tante.β Fisha dan Aqilla sambil mencium punggung tangan Mama Frans.
β Assalamualaiku Ma.β Ucap Frans juga mencium punggung tangan Mamanya.
β Waalaikumsalam sayang.β Balas Mama Frana pada ketiga sahabat itu.
β Masuk kedalam yuk, kita ngeteh dulu. Tante tadi ada bikin kue brownies untuk kita makan. β ucap Mama Frans sambil merangkul bahu Fisha dan Aqilla masuk.
Sedangkan yang masih diluar Frans hanya bisa melongo dan merasa di anak tirikan oleh Mamanya.
Mama Frans tanpa menghiraukan anaknya yang masih di luar rumah itu.
β Mama.β Panggil Frans.
Mendengar suara Frans, 3 perempuan itu menoleh kebelakang dan Mama Frans langsung menyahuti anaknya.
β Kenapa?β tanya singkat Mama Frans. Maklum Mama Frans tidak mempunyai anak perempuan, makanya ia sudah mengangap Fisha dan Aqilla seperti anak kandungnya.
__ADS_1
β Mama kok gitu sih, tega amat sama anaknya sendiri. Bukannya di suruh masuk eh malah di tinggalkan.β Curhat Frans. Fisha dan Aqilla hanya bisa terkekeh mendengarkan curhatan sahabatnya
β Kamu kan sudah besar, tinggal masuk aja apa susahnya intan payung.β Jawab Mama Frans tanpa bersalah.
β What INTAN PAYUNG.β Teriak Aqilla dan menertawakan panggilan aneh sabahatnya.
Frans melihat Aqilla menertawakannya sangat malu dengan panggilan dari Mamanya.
β Mama kok panggil aku intan payung sih.β Ucap kesal Frans.
β Cupβ¦cup ayo masuk sini anak Mama yang ganteng.β Ucap Mama Frans. Dan Frans masuk langsung kearah kamarnya. Sedangkan Mama Frans mengajak Fisha dan Aqilla untuk ngeteh di meja makan.
Tak berapa lama, 3 gelas teh panas dan 1 loyang brownies datang, tanpa menunggu lama mereka bertiga langsung menyantap brownies yang sudah di potong menjadi beberapa bagian tanpa mengajak Frans sama sekali. Mereka bincang-bincang ringan yang di sertai canda gurau yang terkeluar dari mulut somplak Aqilla dan Fisha
β Tan, kok bisa sih Frans di panggil intan payung?β tanya Aqilla
β Pas liat muka Frans waktu kecil, tanpa sengaja terkeluar nama intan payung dari mulut Papa Frans. Eh tak taunya sampai sekarang nama panggilan tersebut tak berubahβ¦hahaha. β jelas Mama Frans disertai tawa.
β Ooh gitu Tan, lucu juga Frans di panggil gitu.β Ucap Fisha.
β Tante mau tau gak?β ucap Aqilla yang tiba-tiba muncul jiwa ghibah.
β Emang ada apa Nak?β tanya Mama Frans penasaran.
β Tadi tuh pas mata kuliah Pak Yanto, kan Frans di suruh menjelaskan materi oleh Pak Yanto dan mungkin karna grogi ia pingsan Tan. β Jelas Aqilla.
β Bikin malu aja tuh anak. Terus kalian apain dia.β Tanya Mama Frans lagi dengan penasaran.
β Karna dia gak bangun-bangun padahal udah di kasih minya kayu putih. Ya tiba-tiba muncul ide dari otak Qilla dan mengambil kaus kaki Qilla lalu meletakkan ke hidung Frans. Pintarka Aqilla Tan.β Jelas Aqilla sambil memuji dirinya sendiri.
Sedangkan di kamar, Frans si tukang ngoceh mulutnya tak henti-henti berkomat-komit dari tadi.
Tiba-tiba ia terbatuk dan segera mengambil air yang ada di nakas meja. Sehabis minum ia kembali ngoceh tak jelas mengeluarkan kekesalannya.
β Gue batuk, pasti di bawah Mama dan duo perempuan somplak pasti ngomongin aku.β Ucap Frans.
Ia memutuskan untuk keluar dari kamar dan menghampiri ketiga perempuan yang sedang asyik berghibah.
β Mama kalau punya teman gibah pasti tak ingat anak dan dosa. β ucap Frans kesal.
Sesampainya Frans di meja makan suasana langsung menjadi hening dan itu makin membuat Frans semakin kesal.
Mama Frans, Aqilla dan Fisha langsung menghentikan acara bincang-bincang disaat mereka melihat kedatangan Frans ke meja makan.
Karena suasana hening, fokus Frans langsung kearah brownies yang sisa satu potong di loyang.
β Ma, kenapa gak tinggalin aku brownies sih?β tanya Frans kesal.
β Uppsssβ¦ sorry ya sayang, kami gak tau kalau brownies sisa satu lagi.β Ujar Mama Frans dengan santai tak bersalah sedikit pun. Padahal Mama Frans buat dua loyang kue brownies. Ia sengaja membohongi anaknya.
β Lagian brownies buatan Tantekan enak, jadi wajar dong habis.βucap Aqilla menimpali ucapan Mama Frans.
__ADS_1
β Diam kau badak.β Ucap Frans, dan tanpa di duga ia mendapat hadiah dari Mamanya.
β Aduhβ¦aduhβ¦aduh sakit Ma, jangan di jewer telinga aku Ma.β Ucap Frans kesakitan. Mama Frans langsung melepaskan tangan di telingan saat melihat anaknya kesakitan.
β Makanya mulut tuh di jaga.β Tegur Mama Frans pada anaknya.
Karena kesal dan dirinya tidak di terima oleh 3 wanita,Frans memutuskan untuk masuk kekamar lagi sambil membawa cemilan yang sudah tersedia di kulkas.
Sedangakan ketiga wanita, masih melanjutkan acara ngobrolnya tanpa memperduliakan Frans sama sekali.
Tak terasa waktu menadakan sudah sore, Fisha dan Aqilla memutuskan untuk kembali kerumah mereka.
β Terima kasih ya Tan kue browniesnya.β Ucap Fisha pada Mama Frans.
β Sama-sama sayang.β Kata Mama Frans.
β Sering-sering ya main kerumah, supaya Tante punya teman yang bisa di ajak gibah. Dan nanti kalau punya waktu yang luang akan Tante ajak kalian berdua ke mall.β Ujar Mama Frans.
β Siap Tante.β Ucap Fisha dan Aqilla serentak.
Mereka berdua mencium punggung tangan Mama Frans secara bergantian dan pamit.
Mama Frans menghantarkan Fisha dan Aqilla sampai teras depan, sedangkan Frans yang melihat kedua sahabatnya mau pulang langsung memanggilnya kedua sabahatya.
β Terima kasihnya sudah ngantar aku kerumah. Dan besok- besok jangan kerumah aku lagi nanti kue brownies aku habis gara-gara kalianβ ucap Frans yang langsung di tertawakan 3 perempuan tersebut.
β ENGGAK MAU!β Teriak Fisha dan Aqilla bersamaan.
Fisha dan Aqilla langsung menaiki mobil dan menjalan mobilnya tanpa menghiraukan ocehan Frans.
.
.
.
.
.
Bersambung
Mohon maaf jika ada salah kata atau pengetikan dan mohon maaf jika cerita nya tidak nyambung karna author hanya penulis amatir ππ
Jangan lupa
like π
komen π¬
vote β€οΈ
__ADS_1
TO BE CONTINUED
...#salamdaripenulisamatiran...