
BAB 21
HAPPY READING…..
🌷🌷🌷🌷
“ Sedang apa mereka berdua kesini” tanya Fisha dalam hati.
“ Bukan nya mereka sudah putus kata Frans. Kok mereka malah Bersama? “ tanya Fisha dalam hatinya lagi.
Tak ingin memikirkan yang membuat pikirannya sakit Fisha langsung melanjutkan acara makannya kembali.
Tanpa ia sangka Pak Robi dan Bu Livia duduk di meja yang ada di belakangnya.
“ Tak ku sangka dengan kamu Bi, dari dulu kamu tetap suka makan di tempat yang beginian” ucap Bu Livia kepada Robi.
“ Kamu kan tau Vi, dari dulu aku suka makan di tempat beginian. Selain makanannya enak, tapi setidaknya kita bisa membantu mereka dengan membeli makanannya. “ sahut Pak Robi
Livia yang mendengar ucapan bijak dari sahabatnya itu , semakin mengagumi sahabatnya.
Livia merupakan sahabat Robi sejak duduk di bangku perkuliahan. Jadi rumor-rumor yang tersebar bahwa Livia itu mantan Robi adalah HOAX.
Mereka bertemu sejak awal masuk perkuliahan dan jumlah mereka bukan berdua, melainkan bertiga. 3 sekawan ialah Robi, Livia dan Dennis. Dennis berada di Mexico mengurus perusahaan ayahnya disana. Jadi hanya Robi dan Livia yang berada di Indonesia.
Lanjut ke ceritanya.
“ Kamu itu Bi, orang kaya yang tidak malu makan di tempat beginian.” Puji Livia kepada sahabatnya.
“ Ha…ha…ha… oo iya Vi, bagaimana kabar si Dennis kucup itu.? “ tanya Robi kepada Livia.
“Kucup kamu bilang Bi, dia itukan ganteng dan baik hati pula. Baik kok Bi waktu aku chat dia, kata 3 bulan lagi dia akan datang ke Indonesia “ jelas Livia.
“ Wahh…mantap dong bisa reunian lah kita bertiga” ucap Robi sembari tersenyum kearah Livia.
Pesanan mereka pun telah tiba. Mbah Murni meletakkan makanan mereka di meja yang ada ditempat duduk Robi dan Livia.
“ Terima kasih Mbah” ucap Robi tersenyum tulus kepada Mbah Murni.
“ Terima kasih Mbah “ ucap Livia juga.
Tanpa basa basi lagi, Robi dan Livia pun langsung melahap makanan yang tersedia.
Robi yang membelakangi Fisha, tidak mengetahui keberadaan mahasiswinya itu. Fisha yang di belakang mereka mendengarkan semua perbincangan Robi dan Livia.
“ Apa mereka berdua sahabat ya?kok kayak dekat amat ya? “ tanya Fisha dalam hati.
__ADS_1
Jiwa- jiwa detektif Fisha pun keluar untuk menyelidiki kebenaran hubungan Robi dan Livia. Setelah makanannya habis, ia pun pura-pura bermain hp supaya bisa mendengar perbincangan selanjutnya kedua dosennya itu.
Tak beselang lama Robi dan Livia makanan mereka pun habis, sambil menenangkan si kampung tengah, mereka pun melanjutkan obrolan tentang isu-isu yang lagi buming di tempat mereka mengajar.
“ Kamu tau gak Bi, kita berdua di kampus di kira sepasang kekasih yang sudah putus. Dan alasan putusnya adalah karna aku selingkuh” ungkap Livia kepada Robi.
“ Aku pun heran Vi, saat aku mau masuk ruang kantor, ada mahasiswa menggosipkan yang tidak-tidak tentang kita.” Sahut Robi juga.
“ Padahal kita kan sahabat ya, sudah itu kita juga jarang ketemu di kampus ha…ha…ha…ha” jelas Livia sambil tertawa ngakak.
Mereka berdua pun tertawa ngakak dengan gossip tersebut. Mereka berdua tidak menyangka akan bisa di gosipkan seperti itu.
Fisha yang mendengarkan perbincangan Robi dan Livia hanya mengangguk-anggukan kepalanya saat mendengarkan kebenaran tentang hubungan kedua dosennya itu.
“ Ternyata mereka berdua sahabat, jadi informasi yang di sampaikan oleh si Frans sengklek itu ternyata hoax. “ ucap Fisha dalam hati.
Setelah mendengar perbincangan kedua dosennya itu, Fisha pun memutuskan untuk pulang. Tak lupa ia memakai masker supaya tidak di ketahui oleh kedua dosennya. Saat Fisha berjalan menunduk, tiba- tiba ia pun menabrak punggung Robi yang tiba-tiba berdiri juga berjalan kesamping.
Buggh ( anggap saja itu suaranya).
Seketika langkah mereka pun terhenti, dan Robi memutar tubuhnya menghadap kearah Fisha.
Fisha langsung mengusap dahinya hidungnya yang terpencet terlebih dahulu. Tanpa ia pun langsung membuka maskernya mengusap hidungnya yang sakit.
Robi dan Livia yang melihat keberadaan Fisha pun terkejut. Fisha terus mengusap hidungnya tanpa menyadari diri yang sudah di tatap oleh kedua dosennya itu.
Robi yang mendengar gerutuan Fisha pun langsung tertawa dalam hati.
“ Dasar gadis aneh… makin menggemaskan saja gadis ini…ha…ha…ha” puji Robi dalam hati.
“ Eh kok tangan aku merasa nyentuh hidung aku ya? Jangan- jangan masker aku kebuka lagi. Aduh jadi ketahuan aku dong.” Ucap Fisha dalam hati.
“ Aku harus ngambil ancang-ancang jurus singa lari, supaya menghindar dari dosen sengklek ini…1….2….3 ( ucap Fisha dalam hati.) Lari!!” ucap Fisha yang langsung berlari melewati Robi dan Livia kedua dosennya itu. Sesampai di kasir ia langsung meletakkan uang 20.000.
“ Sisa ambil saja Mbah” ucap Fisah yang memperlambat lari.
“ Terima kasih Neng” ucap Mbah Murni yang sedikit berteriak.
Tanpa basa-basi lagi Fisha pun langsung melanjutkan lari dan bergegas masuk mobil. Ia langsung menjalankan mobilnya pulang menuju rumahnya.
Seketika Robi dan Livia pun melongok melihat tingkah aneh dari mahasiswinya itu.
Setelah kejadian itu, akhirnya Robi dan Livia memutuskan untuk pulang kerumahnya masing.
“ Berapa semuanya Mbah? Tanya Robi kepada Mbah Murni.
__ADS_1
“ 30 ribu saja nak” jawab Mbah Murni. Robi mengeluarkan uang 50 ribu dan ia pun memberikannya ke Mbah Murni.
“ Ini Mbah, sisanya di ambil saja ya” ucap Robi sambil tersenyum.
“ Terima kasih ya nak, semoga rejekinya semakin lancer..Aamiin” ucap Mbah Murni.
“ Aamiin Mbah” balas Robi kepada Mbah Murni.
Mereka berdua berjalan menuju kedalam mobilnya nya masing-masing. Livia pulang kerumah dan Robi pulang ke apartemennya.
Di dalam mobil Fisha…
Fisha fokus menyetir mobilnya sambil menyetel lagu favoritnya. Ia terus memikirkan kejadian tadi yang membuat ia ingin menguburkan dirinya dalam tanah karena malu kepada Pak Robi dan Bu Livia.
Ia terus mengerutuki kebodohannya tadi,dan ia ingin sekali menghilangkan memori yang ada di pikiran dirinya dan kedua dosennya itu tentang kejadian di warteg Mbah Murni.Untuk menghilangkan rasa malunya dia bernyanyi menyanyikan lagu kesukaanya.
Waktu terus berjalan detik ke detik, detik ke menit. Tanpa terasa akhirnya Fisha pun sampai di rumahnya. Ia langsung memarkirkan mobilnya di parkiran Rumah.
Ia langsung masuk kerumahnya, dan berjalan menuju tangga, saat ingin ia melihat mamanya sedang menonton TV, akhirnya ia memutuskan untuk menghampiri mamanya.
“ Assalamualaikum, Ma “ sapa Fisha kepada mamanya. Ia pun langsung mengambil punggung tangan mamanya lalu menciuminya. Ia juga mencium pipi kiri dan kanan mamanya.
Fisha sudah pasrah dengan keinginan orang tuanya, jadi ia berpikir positif, mungkin apapun yang orang tuanya berikan untuk anaknya pasti hal yang terbaik dan positif dan tidak mungkin orang juga orang tuanya untuk menjerumuskan anaknya ke hal yang negative.
“ Waalaikumsalam kak” sapa balik Mama Fisha sambil tersenyum kearah anaknya.
“ Sini kak duduk di paha mama, mama ingin sekali mengelus-elus rambut kakak yang sudah besar ini” perintah Mama Fisha yang di tambah sedikit candaan.
Tanpa menunggu waktu, Fisha langsung berbaring di paha mamanya sembari menutup matanya.
.
.
.
.
Bersambung
Mohon maaf jika ada salah kata atau pengetikan dan alur ceritanya tidak nyambung. Jangan lupa like, komen dan vote ya teman- teman...
Ditunggu ya episode selanjutnya💐
Terima kasih teman – teman😊😊
__ADS_1
#salamdaripenulisamatiran