
BAB 31
HAPPY READING…
🌹🌹🌹🌹
Tok tok tok ( suara ketukan)
Mama Fisha dan kedua sahabat sengklek sudah di depan pintu kamar.
“ Kak! “ panggil Mama Fisha dari luar kamar.
Tak berapa lama, Fisha menjawab dan keluar dari kamar.
“ Iya Ma.. Eh kalian berdua!” jawab Fisha terkejut karna melihat kedua sahabat di depan mata.
“ Haiiiii…” sapa Aqilla dan Frans sambil melampaikan tangan.
“ Ya sudah… Mama tinggal dulu ya. “ ucap Mama Fisha.
“ Okeh Ma.” Ucap Fisha
“ Okeh… terima kasih Tante. “ ucap Frans dan Aqilla.
Mama Fisha langsung meninggalkan kamar anaknya dan melanjutkan pekerjaan yang ada di lantai bawah.
Sedangkan di lantai atas, Fisha mempersilahkan kedua sahabat untuk duduk di kamarnya.
“ Ciee…ciee yang sebentar lagi tunangan nie.” Goda Aqilla.
“ Badak lho. “ ucap Frans santai sambill mentoel dahi sahabtnya.
“ Apaan-apaan sih kamu “ ucap Aqilla.
" Kamu yang apaan. " ucap Frans dengan penuh drama.
" Dasar Buaya." sindir Aqilla.
"Dasar perawan tua." sindir balik Frans sambil menjulurkan lidahnya.
Tanpa menunggu lama, Aqilla langsung menarik kerah baju Frans sehinggam membuat sang empu langsung sedikit ketarik kedepan. Aqilla terus memegang kerah baju Frans dengan penuh amarah dan geram melihat salah satu sahabat nya.
Fisha melihat kedua sahabat selalu bertengkar hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Ia sudah sangat paham dengan kedua sahabatnya kalo bertemu.
" Ampun- ampun Beb, tolong di le...pas ini. leher aku ra...sanya terce..kik. " ucap Frans dengan terbata. Dengan perasaan kesal Aqilla memilih melepas kerah baju Frans yang sempai ia tarik.
Seketika Frans langsung menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
“ Sudah- sudah nanti nikah baru tau lho. “ ujar Fisha santai.
Seketika Aqilla langsung menatap Frans dan berpura-pura seperti orang mau muntah.
“Hoeekkk… aku mah ogah sama dia, Sha.” Ucap Aqilla.
“ Ya elah.. siapa juga yang mau sama lho Nenek Lampir. “ Ucap Frans dengan santai.
“ Apa kau bilang. “ ucap Aqillan sambil mengarah jari telunjuk ke wajah Frans.
Fisha jengah melihat kelakukan kedua sahabat yang selalu berdebat dan cekcok mulut terus.
__ADS_1
“ Kalian ni bah, bisa diam gak sih. “ sahut Fisha kesal.
Aqilla dan Frans langsung terdiam, dan mereka melihat kearah Fisha sambil menyengir. Sedangkan Fisha melihat nyengiran kedua sahabat nya, langsung menghembuskan nafas dengan kasar untuk menghilangkan kekesalannya.
“ Huuuhh… suka benar kalian buat aku kesal bah “ ucap Fisha.
“ Eh Sha… di rumah kalian ada makanan nda?” tanya Frans menyengir.
“ Dasar tak tau malu.” Ucap Aqilla.
“ Biarin!!” ketus Frans.
“ Ya udah.. yok kita keluar di meja makan banyak makanan tuh.” Jelas Fisha yang langsung di angguki oleh kedua sahabat somplak bin sengklek.
Setelah melakukan perdebatan yang berujung dengan minta makan oleh si Frans. Mereka bertiga pun memutuskan untuk keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah untuk makan.
Sesampainya di meja makan, tanpa rasa malu Frans langsung mengambil semua makanan yang tersedia di meja, dan ia memakan dengan lahap. Sedangkan Fisha dan Aqilla melongo dan terkejut melihat sikap salah satu sahabat mereka.
“ Eh kalian… yok sini yok makan jangan malu-malu, anggap saja rumah sendiri hehehe.” Ucap Frans di sertai nyengiran.
“ Dasar aneh!!” ucap serentak Fisha dan Aqilla sembari duduk di kursi depan Frans.
Selesai makan, mereka bertiga memutuskan untuk ke kamar Fisha kembali. Sembari menunggu perias pengantin datang untuk memakaikan make up pada Fisha.
Sedangkan di tempat lain...
Rumah keluarga Nugraha.
Kesibukan juga terjadi di rumah calon pengantin pria. Semua kerabat mulai berdatanagn dan mempersiapakan barang-barang untuk lamaran kelak.
“ Mana calon pengantin nya ni? “ tanya Tante Maya
“ Jangan-jangan tuh anak ketiduran, belum bangan sampai sekarang. “ tebak Tante Maya.
“ Ya udah Mbak panggil dulu.” Ucap Mama Robi.
Mama Robi memutuskan untuk menyusul anaknya dengan raut sedikit kesal karna belum keluar kamar sama sekali dari tadi. Padahal waktu sudah menunjukkan jam 10 siang.
“ Robiii!! “ teriakan Mama Robi menggema dari lantai atas tepat di depan kamar Robi.
Robi mendengar teriakan Mamanya, langsung keluar dari sarang dengan raut muka tak terbaca.
Klek ( anggap suara pintu )
“ Eh Mama… Ada apa Ma? “ tanya Robi di sertai nyengiran menampakkan gigi putih nya.
Mama Robi melihat anaknya hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala.
“ Kamu itulah bukannya bantu , malah asyik sendiri di kamar. “ cerocos Mama Robi.
“ Mama bersabar ya jangan ngerocos dulu…hahaha. Acaranya kan nanti sore, Mama jangan takut Robi tidak akan kabur kok. “canda Robi pada Mamanya.
“ Awas ya kamu kabur Bang, nanti Mama potong burung kamu! “ tegas Mama Robi tanpa senyum di wajah.
“ Iya Mama ku tersayang. Kalo burungnya di potong gimana Mama mau dapat cucu…hahahahah” canda Robi di sertai dengan jeweran telingan yang di berika oleh Mamanya.
“ Dasar kamu Nak!!!!” geram Mama Robi.
“Ampun Ma…Ampun Ma! “ ucap Robi kesakitan akibat telinganya di jewer. Mama Robi melihat anaknya kesakitan langsung melepaskan jeweran.
__ADS_1
“ Cepat turun kebawah, semua sudah menunggu kamu.” Titah Mama Robi. Mau tak mau Robi milih mengikuti Mamanya turun ke lantai bawah.
Sedangkan orang yang berada di lantai bawah langsung melihat Robi sambil menuruni tangga.
“ Ini dia calon pengantinnya. Sudah mau nikah juga ni anak. “ ucap Tante Putri menggoda keponakannya.
“ Apaan sih tante.” Sinis Robi pada tantenya.
“ Emang dasar keponakan laknat kamu ya “ cerocos Tante Putri. Robi mendengar cerocosa sang Tante langsung meninggalkan dan memilih bergabung dengan para sepupunya.
“ Selamat ya Rob, sebentar lagi mau jadi suami orang” goda Bian pada sepupunya yang langsung di tatap tajam oleh Robi.
Bian melihat tatapan tajam dari sepupu langsung tertawa.
“ Hahahah… dasar aneh kamu Rob, bukan senang nikah eh malah pelototin orang.” Ucap Bian santai.
“ Awas kamu ya.” Sinis Robi pada sepupunya.
Disaat mereka berdua mengobrol, tiba-tiba datang sepupu perempuan Robi.
“ Kakak…cantik tidak barbie aku” ucap Shima dengan suara cadel khas anak kecil.
“ Eh Shima…apa kabar kamu? “ tanya Robi pada sepupunya yang cantik.
“ Hemm…baiklah masa enggak” jawab Shima dengan genit.
“Emang jiplakan Tante Putri “ ucap Robi dalam hati sambil melihat kelakuan sepupu perempuannya.
" Abang di tanya, kok malah bengong sih " ucap Shima dengan suara cadel.
" Cantik kok Barbie Shima cantik." puji Robi. Sedangkan Shima yang di puji langsung bahagia dan meninggalkan Robi sambil mengedipkan matanya.
Sedangkan Robi melihat kelakuaan salah satu sepupunya itu langsung tertawa dan di barengi tawa dari Bian.
Robi dan Bian melanjutkan obrolannya lagi, sedangkan di tempat lain semua orang mempersiapkan acara pertunangan antara Fisha dan Robi.
.
.
.
.
Bersambung.
Mohon maaf jika adalah salah kata atau pengetikan dan author minta maaf jika cerita nya tidak nyambung karna author hanya penulis amatir.🙏🙏
Jangan lupa
like👍
Komen💬
Vote❤️
TO BE CONTINUED
...#salamdaripenulisamatiran...
__ADS_1