My Dosen Killer Jodohku

My Dosen Killer Jodohku
BAB 26


__ADS_3

BAB 26


HAPPY READING…..


🌷🌷🌷🌷


Di tempat tak jauh dari situ…


Bu Livia tidak sengaja melihat Fisha dan kedua sahabatnya itu.


“ Bi lihat deh di sana, bukankan itu Fisha dan kedua sahabatnya? “ tanya Bu Livia sambil menunjuk kearah 3 sekawan itu.


Robi yang mendengar nama Fisha langsung melihat ke arah yang di tunjuk oleh Livia.


“ Sedang apa gadis aneh di sana? “ tanya Robi dalam hati yang masih melihat ke araha Fisha.


Robi masih terfokus melihat Fisha yang jauh di sana tanpa mengedipkan mata sama sekali.


“ Betulkan itu mereka Bi? “ tanya Bu Livia lagi tapi belum di respon oleh Robi.


Karena tidak ada jawaban dari Robi, akhirnya Livia menepuk bahu Robi, menyadarkannya dari lamunan.


“ Robi kamu melihat apa sih? Tanya Livia kesal karena tidak mendapar respon dari sahabatnya.


Merasa ada yang menepuk bahu, Robi pun tersadar dari lamunan dan langsung berdehem menetralkan suasana hatinya.


“ Hemm … kamu bertanya apa Liv?” tanya balik Robi kepada sahabatnya.


Livia yang mendengar pertanyaan dari Robi langsung berdengus kesal.


“ Kamu ngelamunin apa sih, aku bertanya aja tidak kamu jawab. “ ucap kesal Livia.


“ Aku enggak ngelamunin apa-apa kok . “ jawab Robi bohong.


“ Oh ya… kamu bertanya apa tadi?” tanya Robi kepada Livia.


“ Itu bukankah Fisha dan kedua sahabatnya ? “ tanya Livia sambil menunjuk kearah Fisha dan kedua sahabatnya.


“ Kayak nya sih Liv… sudahlah jangan mikirkan mereka. Bagus kamu vc Dennis aja “ saran Robi mengalihkan pembicaraannya.


“ Ha’a ya, aku hubungkan dulu ya “ ucap Livia bersemangat yang langsung membuka aplikasi Video call.


Kembali ke Fisha……


“ Beb kita ke Warteg Mbah Murni yukk, soalnya perut aku lagi demo ini “ ucap Frans sambil memegang perutnya.


“ Hahaha… kok cepat banget sih perut kamu lapar Frans padahal kitakan baru saja abis ngemil “ ujar Aqilla yang tertawa.


“ Mau gimana lagi, wong cacing aku udah demo duluan sebelum waktunya” ucap Frans yang disertai dengan bunyi kentutnya


Pruttttt ( anggap saja suara kentut )


Mendengar suara kentut Frans berbunyi, Fisha dan Aqilla langsung menutup hidungnya mengunakan telapak tangan.


“ Kamu gila ya Frans. Kalo kentut jauh-jauh dong “ tegur Fisha yang kesal.


“ Betul itu.. kalo kentutnya wangi sih tidak masalah. Ini kentut bau telur busuk kau sebarkan ke kami “ ucap Aqilla yang masih menutup hidungnya.


"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA” Frans tertawa ngakak sambil memegang perutnya.

__ADS_1


Fisha dan Aqilla yang kesal dengan Frans langsung meninggal Frans di tempat mereka tadi.


“ Beb...beb “ panggil Frans yang langsung mengejar Fisha dan Aqilla.


“ Kalian kok ninggalin aku sendirian sih” ucap Frans sambil menyemaratankan langkahnya.


Karena kesal, ucapan Frans tidak merekan pedulikan. Akhirnya mereka memutuskan untuk ke warteg Mbah Murni dalam mode diam.


Sesampainya di warteg mereka bertiga langsung memesan makanan untuk mengisi kampung tengah.


“ Assalamualaikum Mbah “ sapa 3 sekawan itu dengan ramah.


“ Waalaikumsalam… wah ade cah ayu sama abang ganteng” sapa balik Mbah Murni.


“ Mbah apa kabar? “ tanya Fisha kepada Mbah Murni.


“ Alhamdulillah kabar baik neng “ jawab Mbah Murni sambil tersenyum.


Setelah berbincang basa basi, merekan betiga langsung memesan makanan untuk di santap. Setelah memesan makanan akhirnya mereka memilih tempat duduk yang di pojokan.


“ Maaf ya beb, tadi aku kentut asal-asal. Soalnya kentut aku keluar tidak kasih tau aku dulu “ ucap Frans yang memelas.


“ Hemmm “ jawab serantak Fisha dan Aqilla yang singkat.


“ Udahan dong marahnya… aku kan jadi sedih “ ucap Frans yang sedih di buat- buat.


“ Iya.. awas kamu ulangin lagi ya. Kalo kamu ulangin lagi akan kami tutup lubang anginnya pake batu “ ancam Aqilla kepada Frans.


Mendengar ultimatum dari sahabatnya, si Frans hanya bisa menganguk-angukan kepalanya.


Setelah permasalahan kentut selesai, mereka bertiga pun melanjutkan acara gosisp mereka yang sempat tertinggal tadi.


Setelah melakukan videocall dengan sahabatnya di Meksiko, Robi dan Livia memutuskan untuk mengisi perut mereka di tempat langganan yaitu warteg Mbah Murni.


“ Liv, kita ke warteg Mbah Murni yuk.. soalnya perut udah lapar banget “ ajak Robi kepada Livia


“ Yaudah.. aku pun sama Bi” ucap Livia.


Akhirnya mereka berdua pun meninggal kan taman dan menuju warteg Mbah Murni.


3 sekawan yang arah nya menghadap ke arah luar langsung melihat Robi dan Livia yang sedang berjalan menuju warteg Mbah Murni.


“ Itu bukannya Pak Robi sam Bu Livia ya?” Tanya Frans kepada dua sahabatnya.


“ Kalau di lihat-lihat sih itu kayak Pak Robi dan Bu Livia. Sedang apa mereka ke sini ya” tanya Aqilla penasaran.


“ Ya elah mau pergi makan lah Qill “ jawab Fisha kesal.


“ Kan aku Cuma tanya Sha, kenapa kamu yang kesal “ ucap Aqilla.


“ Kamu ya sudah tentu mereka ke sini ya tentu mau makan lah Qill.” Ujar Fisha kesal.


Frans yang melihat kedua sahabatnya beradu mulut hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala.


“ Jangan- jangan kamu cemburu ya Sha melihat Pak Robi dan Bu Livia berjalan berdua.” Ucap Aqilla menggoda sahabatnya itu.


“ Kok bahasnya ke situ sih Beb, siapa juga yang cemburu sama dosen sengklek itu.” Ucap Fisha kesal.


“ Sudah-sudah kalian inilah… nanti kedengaran lho sama Pak Robi.” Ucap Frans menengahi kedua sahabatna.

__ADS_1


“ Tumben kamu tidak bergosip Beb? “ tanya Aqilla pada Frans.


“ Kalian kalo mau ngomongkan orang liat kondisi dong. Kenapa aku diam karna liat kedepan kalian Pak Robi tu udah di depan Mbah Murni. Jadi aku takut kedengaran kalo mau bergosip “ tutur Frans berbisik-bisik.


Setelah mendengar penuturan sahabatnya itu, Fisha dan Aqilla langsung melihat ke arah depan yang sudah ada Pak Robi dan Bu Livia di depan Mbah Murni yang memasan makanan.


“ Alamak semoga Pak Robi tidak dengar” bisik Aqilla pada Fisha.


“ Kamu sih kalo ngomong itu liat kedepan juga kali, jangan liat aku terus.” bisik kesal Fisha pada Aqilla.


“ Udah diam sekarang.” Bisik Fisha pada Aqilla.


Tak berapa lama, pesanan 3 sekawan itu pun datang dengan lengkap. Mereka langsung menyantap pesanan mereka tadi.


Karena tidak ada kursi yang kosong lagi, akhirnya Pak Robi dan Bu Livia duduk di kursi satu meja dengan 3 sekawan itu yang kebetulan kosong.


“ Kenapa sih harus duduk satu meja sama gadis aneh “ gerutu Robi dalam hati.


“ Permisi “ sapa Bu Livia.


Frans yang mendengar ada menyapa mereka langsung menghentikan acara makannya. Sedangkan kedua sahabatnya masih melanjutkan acara makannya tanpa menghiraukan siapa yang bicara.


“ I..ibu “ gumam terkejut Frans yang masih terdengar.


“ Kami duduk disini? “ tanya Livia kepada Frans.


Frans yang berada di samping Aqilla langsung menyenggol tangan sahabatnya itu.


“ Heh… kamu kenapa sih Frans?” tanya Aqilla


“ Itu ada Bu Livia sama Pak Robi.” Jawba Frans.


Paham dengan kondisi di sekitarnya, Aqilla dan Frans langsung mempersilahkan kedua dosennya duduk, tapi tidak dengan Fisha yang masih fokus dengan acara makan, karena sudah dari tadi kelaparan.


Livia dan Robi langsung duduk di kursi yang kosong. Robi yan berhadapan dengan Fisha terus memperhatikan gadis aneh makan tanpa lalu menoleh mau pun berhenti.


“ Ini anak emang ya” gumam Aqilla dalam hati memperhatikan Pak Robi yang menatap sahabatnya itu.


.


.


.


.


Bersambung


Hai-hai pembaca setia novel "My Dosen Killer Jodohku" terima kasih sudah setia menunggu episode baru. Saya minta maaf tidak bisa untuk up episode baru setiap hari, karena kesibukan di dunia nyata sudah mulai berdatangan, tapi insyaallah saya akan usahakan untuk up episode baru setiap hari.


Jangan pernah bosannya😊😊


Mohon maaf jika ada salah kata atau pengetikan. Jangan lupa like, komen dan vote ya....


Di tunggu ya episode selanjutnya💐💐


Terima kasih teman-teman😊😊


...#salamdaripenulisamatiran...

__ADS_1


__ADS_2