
BAB 18
HAPPY READING….
Sesampainya di kamar Robi langsung membersihkan dirinya dengan air dingin menghilangkan rasa penat dan menenangkan pikirannya yang lagi kacau. Setelah membersihkan dirinya ia pun langsung merebahkan dirinya di ranjang untuk beristirahat.
“ Ya Allah jika ini yang terbaik buat aku, maka mudahkanlah” doa Robi kepada sang pencipta. Tanpa menunggu lama ia pun langsung tertidur.
Di tempat lain ( Rumah Fisha )….
Waktu terus berjalan dari detik, detik ke menit, dan menit ke jam. waktu menandakan pukul 16.30 wib
Fisha terbangun dari tidurnya, ia langsung membersihkan dirinya. Setelah membersihkan dirinya ia turun ke bawah untuk membantu mamanya. Ia berjalan menuruni tangga sambil bernyanyi dan di tambah sedikit goyangan untuk menghilang stress. Fisha melihat Papanya yang lagi bersantai di ruang keluarga sambil menonton acara tv.
“ Papa “ sapa Fisha dengan suara imut kepada Papanya.
“ Iya anak Papa yang cantik ini “ puji Papa Fisha kepada anaknya.
“ Papa lagi apa? “ tanya Fisha sambil berjalan kearah sofa.
“ Lagi santai dan nonton televisi kak” jawab Papa Fisha sembari menyeruput teh buatan istrinya.
“ Mama kemana, Pa? “ tanya lagi Fisha kepada papanya sambil mengambil makanan yang ada di depan matanya itu.
“ Mama lagi di dapur kak, lagi masak untuk makan malam tuh “ jawab Papa Fisha kepada Fisha.
Fisha pun langsung berdiri dari tempat duduknya untuk pergi ke dapur membantu mamanya.
“ Kakak ke dapur dulunya pa” pamit Fisha, yang langsung diangguki oleh papanya.
Fisha berjalan kedapur dengan nyanyian- nyanyian yang keluar dari mulutnya. Sesampai nya di dapur ia melihat mamanya yang sangat cekatan dalam menggunakan barang yang ada di dapur.
Ide jahil Fisha keluar untuk mengejutkan mamanya. Ia pun berjalan dengan pelan-pelan kearah mamanya itu.
“ Hahh” teriak Fisha sambil memegang bahu mamanya.
Dengan keadaan yang tidak diduganya Mama Fisha pun langsung terkejut dengan teriakan anaknya itu.
“ Ya Allah kakak, untung mama tidak ada penyakit jantung “ ucap Mama Fisha sembari mengusap dadanya.
“ He… he… he… Maaf mama ku yang syantikk. “ ucap Fisha cengengesan sambil muka dibuat- buat imut.
“ Aduh imutnya anak mama ini. Maafin gak yaa??” ucap Mama Fisha dengan nada bercanda sambil mengetukkan jari telunjuknya kebibir.
“ Maafin dong ma “ rayu Fisha kepada mamanya.
“ Iya..iya anak mama yang syantikk ini” puji Mama Fisha sembari mencubit gemas pipi anaknya itu.
“ Mama masa apa untuk malam ini? “ tanya Fisha yang masih memperhatikan mamanya mengolah bahan makanan.
__ADS_1
“ Mama hari ini masak kesukaan kakak sop ayam, perkedel, dan ayam bakar plus sambalnya.” Jelas Mama Fisha kepada anaknya.
“ Wawww asyikk… makan enak hari ini..ha..ha..ha” ucap Fisha dengan mata berbinar- binar.
“ Kakak bantu ya ma” ucap Fisha sambil mengambil pisau yang ada di sampingnya.
“ Boleh kak, kakak potong – potong saja sayuran untuk sop ayam” jawab Mama Fisha
“ Siappp mama “ ucap Fisha dengan lantang semangat 45.
Fisha mulai mengupas kulit sayuran wortel yang ada di depannya. Sesekali ia melihat mamanya yang cekatan dalam mengolah masakan. Ia pun terus kagum dengan kehebatan yang ditunjukkan mamanya itu.
Fisha dan mamanya pun sesekali bercerita, bercanda gurau membahas hal-hal yang berbau tentang perempuan.
“ Ma, kakak pengen deh bisa cekatan dalam mengolah bahan masakan “ ucap Fisha yang masih mengupas kulit wortel.
“ Ha..haha..ha makanya belajar kak sama mama ini. Mamakan chef handal “ kata Mama Fisha yang memuji dirinya sendiri.
“ He…he…he… iya iya mama. Mama ter the best deh “ puji Fisha sambil mengacungkan kedua jempolnya kepada mamanya.
Mereka pun melanjutkan acara masak- masaknya. Setelah semuanya sudah selesai. Fisha pun mulai menyusun semuanya di meja makan. Serasa semua sudah siap ia pun izin ke kamar kepada Mamanya yang langsung di angguki oleh mamanya sebagai tanda setuju.
Sesampainya di kamar, Fisha merebahkan tubuhya di Kasur sambil membuka chat dari teman- teman rempongnya.
Frans : “ Hai bebeb- bebeb🖐 “
Aqilla : “ Eh.. beb gimana hukuman mu sama dosen killer itu ?“
Frans : “ Aman kan beb semuanya, ini baru 1 hari lho. “
Fisha : “ Aman kalo buat kalian, kalo aku tidak aman sekali😥. aku tuh sampe mau muntah saking keselnya sama dosen sengklek itu. Cuma gara-gara belum selesai, dosen itu dengan seenaknya menambah hukuman ku
Aqilla: “ Cup..cup..cup yang sabar ya beb, aku turut berduka cita wkwkwk”
Frans : “ Ha..ha..ha yang sabar beb, aku turut berduka cita juga🤣 “
Fisha : “ Bukannya mendukung malah ngetawaain kalian ini😡”
Aqilla : “ Sorry ya beb, anggap saja itu ujian kamu buat menjadi istri dosen killer itu🤣🤣”
Fisha : “ Aku mah ogah, siapa juga yang mau jadi istri dosen sengklek itu. Lebih baik aku menjadi perawan tua daripada harus menikah sama itu dosen😝 “
Frans : “ Jangan gitu beb, awas lho nanti jadi istri beneran atuh🤣”
Fisha : “ Auuah malas gue hal- hal tak jelas begituan.”
Karena arah pembicaraannya ke sang dosen, Fisha langsung meninggalkan pesan dan mematikan hp.
" Bisa-bisa aku darah tinggi terus kalau sama dosen sengklek itu" gerutu Fisha kepada dosen killernya.
__ADS_1
Waktu terus berjalan tak terasa sudah masuk waktu malam. Setelah makan malam keluarga Fisha berkumpul di ruang keluarga sambil menonton acara reality show.
“ Kak, ada yang ingin papa bicarakan sama kamu “ ucap Papa Fisha
“ Papa mau bicara tentang apa , pa? “ tanya Fisha yang penasaran
“ Papa ingin kamu menikah dengan anak sahabat papa “ kata Papa langsung to the point.
“ APA Pa, kakak tidak mau pa “ jawab Fisha dengan rasa terkejutnya.
“ Minggu depan calon suami beserta sahabar papa akan datang kerumah langsung melamar kamu” jelas Papa Fisha
“ Ta..tapi kakak kan tidak kenal sama mereka semuanya pa” ucap Fisha dengan perasaan bercampur aduk.
“ Maka dari itu minggu depan mereka semua akan datang kesini “
“ Kakak kan masih muda pa, dan kuliah kakak pun masih belum selesai.”
“ Menikahkan boleh sambil kuliah kak” jawab Mama Fisha menenangkan anaknya.
“ Tapi kakak tidak mau ma” jawab Fisha
“ Pokoknya mau tidak maunya kakak, pernikahan ini akan tetap di lanjutkan" ucap Papa Fisha yang tegas tak terbantahkan.
Dengan perasaan sedih fisha langsung pergi kekamar. Ia menangis mengeluarkan semua air matanya.
“ Ya Allah kenapa mama dan papa harus buat keputusan seperti ini” tanya Fisha dalam hatinya. Ia terus menangis sambil sesegukan , karena lelah ia pun langsung tertidur.
.
.
.
.
Bersambung
Mohon maaf jika ada salah kata tau pengetikan saya minta maaf. Dan maaf jika ceritanya tidak nyambung.
Jangan lupa like, komen, dan vote ya teman- teman
Ditunggu ya episode selanjutnya…
Follow ig siti_fatimah_azzahro25
Terima kasih teman- teman😊😊
#salamdaripenulisamatiran
__ADS_1