My Dosen Killer Jodohku

My Dosen Killer Jodohku
BAB 10


__ADS_3

BAB 10


HAPPY READING…..


Setelah menemui dosen killernya itu Fisha pun langsung meninggalkan kampus dengan perasaan marah dan kesal. Ia pun tidak lagi mengikuti pelajaran selanjutnya.


Fisha pun langsung masuk ke mobilnya dan meninggalkan kampus saat itu juga. Ia terus menggerutu dengan perasaan kesalnya itu kepada dosen killernya.


Di rumah…


Sesampainya dirumah ia pun langsung masuk kekamarnya tanpa menghiraukan panggilan dari mamanya itu.


Karena aneh dengan tingkah anaknya hari ini, mama Fisha pun menghampiri kamar anaknya itu.


Tok tok tok


“ Kakak, mama masukya? “ tanya mama Fisha yang berada didepan kamar anaknya.


“ ………”


Karena tidak ada sahutan akhirnya mama Fisha pun membuka pintu kamar yang ternyata tidak terkunci dan langsung masuk menghampiri anaknya yang sudah tertutup selimut itu. Mama Fisha pun duduk ditepi ranjang sambil mengusap punggung anaknya itu.


“ Ada apa kakak? “ tanya mama Fisha yang masih mengusap punggung anaknya itu.


“ Apa kakak lagi ada masalah? “ tanya mama Fisha lagi.


Fisha yang mendengar perkataan mamanya itu pun langsung menghapus airmatanya, lalu membuka selimut dan duduk menghadap mama tercintanya.


“ Kakak ngga papa kok ma. “ jawab FISHA sembari tersenyum ke mamanya.

__ADS_1


“ Tapi kenapa kakak menangis? “ tanya mama Fisha yang masih memperhatikan wajah sembab anak kesayangannya itu.


“ Kakak ngga kenapa- napa kok ma, tadi kakak kelilipan debu jadi kayak nangis deh. “ jawab Fisha sambil mengambil punggung tangan mamanya dan ia pun mencium punggung tangan mamanya.


“ Maafkan kakaknya ma, sudah bikin mama jadi cemas. “ ucap Fisah terkekeh pelan untuk menghilangkan sedihnya.


“Ya udah, kakak istirahat aja nya. “ ucap mama Fisha dengan lembut sembari mengusap kepala anaknya itu.


Setelah mendengarkan perkataan mamanya, Fisha pun langsung beristirahat untuk menghilangkan semua perasaan kesal dan marahnya terhadap dosen yang paling ia benci.


Mama Fisha pun langsung meninggalkan kamar anak nya, dan kembali melakukan kegiatan semula.


Di kampus…………..


Karena masih ada pelajaran dari dosen selanjutnya Frans dan Aqilla pun langsung balik ke kelasnya. Sesampai di depan kelas Frans dan Aqilla pun terkejut tidak melihat keberadaan dari sahabatnya itu.


“ Entahlah, coba kamu telfon dia beb “ suruh Aqilla.


Tanpa bertanya lagi Frans pun langsung menelpon sahabatnya itu. Ia menelpon Fisha berkali- kali, karena tidak ada jawaban Frans pun langsung mengabari sahabat satunya yang berada di sampingnya itu.


“ Fisah tidak ngangkat telpon dari aku beb “ kata Frans dengan perasaan cemas.


Aqilla yang mendengar perkataan dari Frans pun langsung terkejut dan segera berdiri menghadap ke sahabatnya.


“ Coba kamu telpon mama Fisha , siapa tau Fisha sudah pulang kerumahnya.” Saran dari Aqilla kepada Frans.


“ Ha’a ya beb, tunggu sebentarnya aku telpon tante dulu. “ jawab Frans yang langsung menelpon mama Fisha.


“ Assalamualaikum tante “ ucap Frans di telpon.

__ADS_1


“ Waalaikumsalam nak Frans “ jawab mama Fisha di sana.


“ Gini tan, Frans mau tanya apakah Fisha udah pulang” tanya Frans.


“ Iya nak Frans, Fisha udah pulang kok. Tapi yang tante herankan kenapa ya Fisha tadi menangis pulang dari kampus “ ucap mama Fisha yang penasaran.


“ I..i..itu tan, tadi kami bertiga tu habis di panggil sama dosen dan kami di hukum oleh dosen tersebut. Aku dan Aqilla tu berbeda hukumannya dari Fisha. Karena tidak terima Fisha pun langsung keluar dari ruangan tan. “ jelas secara rinci Frans.


“ Aku tutup dulu ya tan telponya soalnye dosen mau masuk. Assalamualaikum tante “ ucap Frans.


“ Ooo iya nak Frans, waalaikumsalam. “ sahut mama Fisha


Setelah menghubung mama Fisha , Frans dan Aqilla pun langsung masuk ked ala kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.


.


.


.


.


Bersambung


Mohon maaf jika ada salah kata atau pengetikan, jangan lupa like dan komen ya teman- teman.


Tunggu kelanjutannya ya teman – teman


Terima kasih 😊😊

__ADS_1


__ADS_2