My Dosen Killer Jodohku

My Dosen Killer Jodohku
BAB 33


__ADS_3

BAB 33


HAPPY READING…


🌹🌹🌹🌹


Keluarga Robi dan Fisha berkumpul di ruang tamu menentukan tanggal pernikahan sambil menikmati makanan dan minuman. Shima berjalan mendekati Fisha dengan gaya genit dan berlenggak lenggok.


“ Kakak.” Ucap Shima dengan genit.


Fisha dan semua orang yang berada di situ tertawa melihat kelakuan Shima si anak perempuan genit.


“ Iya sayang.” Jawab Fisha sambil tersenyum kearah Shima.


“ Kakak kan cantik, kok mau sih sama Bang Robi yang jelek itu? “ tanya Shima sambil mengelus pipi Fisha.


Robi mendengar pertanyaan aneh dari sepupunya langsung melayangkan tatapan tajam. Sedangkan Shima melihat melihat tatapan tajam Robi hanya membalas dengan tatapan genitnya.


“ Hemmm…kenapa ya? “ ucap Fisha mencubit gemes pipi Shima.


“ Kakak sakit. “ ucap Shima memanyunkan bibirnya.


“ Jangan jawab Kak, biar Shima aja yang jawab. Pasti Kakak di paksa sama Bang Robi yang jelek dan dekil itu.”ujar Shima membuat 2 keluarga besar semua tertawa.


“ SHIMA.” Titah Robi geram.


“ Jangan marah Bang, nanti cepat tua!” jawab Shima sedikit menghina.


Semua orang tertawa ngakak melihat tingkah gemes Shima termasuk Fisha, sedangkan Robi hanya bisa menghela nafas.


“ Sudah cukup kita bercandanya, sekarang kita harus menentukan tanggal pernikahan Robi dan Nak Fisha. “ jelas Papa Robi.


Setelah musyawarah panjang, dapatlah kesepakatan bersama, akad dan resepsi akan dilaksanakan 1 bulan lagi. Dan Robi dan Fisha mau tak mau harus menuruti keputusan dari orang tua mereka.


“Om, tante..izin bawa Fisha keluar sebentar.” Ucap Robi tiba- tiba, seketika Fisha terkejut dan menatap Robi dengan penuh tanda tanya.


“ Bawa saja Nak.” Ucap santai Papa Fisha.


Mereka berdua keluar dan duduk di taman belakang. Tanpa basa-basi lagi Robi langsung membuka pembicaraan di antara mereka berdua.


“ Kenapa harus kamu sih jadi calon istri saya?” tanya Robi pada Fisha. Fisha mendapat pertanyaan aneh langsung melotot.


“ Pertanyaan semacam apa itu Pak. Yak kali mana saya tau kalo bapak itu calon suami saya” ujar Fisha sedikit kesal.


“ Whahaha… kamu kira saya percaya dengan omongan kamu.” Ujar Robi dengan tatapan sinis.


“ Jangan-jangan kamu merencanakan ini semua. “ tuduh Robi.


“ Heh Bapak enak kali ya mulut mu ngomong. Bapak kira saya cewek apaan! Gak usah ke PD an jadi orang Pak.” Jawab Fisha kesal.

__ADS_1


“ Tunggu saja nanti akan ku buat kamu menyesal telah menikah dengan saya.” Ancam Robi menatap tajam Fisha.


“ Akan tunggu itu Pak. Dasar dosen sengklek.” Ucap Fisha.


“ Apa kamu bilang! “ teriak Robi.


“ Jangan teriak Pak, Bapak kira saya budek. “ titah Fisha.


Mereka saling menatap dengan waktu cukup lama. Tiba-tiba muncul ide jahil dari otak Fisha.


“ Saya bilang Bapak sengklek dan somplak…1…2…3 lariiiiii.” Teriak Fisha. Fisha langsung berlari meninggalkan Robi dan tanpa di duga Fisha tersandung menyebab ia jatuh ketanah.


Brukkk


“ Aduhhhh!!” teriak Fisha kesakitan. Robi melihat kejadian di depannya langsung menertawakan mahasiswi sekaligus calon istrinya itu.


“ Wahhahaahahahaha…syukurin.” Ucap Robi sambil tertawa ngakak.


“ Aduuuh sakitnya.” Ucap Fisha kesakitan dan berusaha untuk bangkit dari posisi jatuhnya. Namun usahnya gagal. Ia pun melihat lututnya mengeluarkan darah, seketika darah dalam tubuhnya berhennti dan mukanya pucat tak lama ia langsung pingsan.


Robi melihat Fisha pingsan langsung berlari dan berusaha membangunkan Fisha. Ia menepuk pipi Fisha.


“ Fisha bangun…bangun Sha” ucap Robi sambil menepuk halus pipi Fisha. Karna tidak ada respon dari Fisha. Tanpa basa basi lagi, Robi langsung membopong tubuh Fisha masuk kedalam rumah.


“ Mama…mama” teriak Robi mengejutkan semua orang di rumah itu. Robi langsung membaringkan Fisha di sofa temppat mereka duduk.


“ Kenapa Fisha pingsan Nak?” tanya Mama Fisha dengan perasaan cemas.


“ Tadi Fisha tersandung Ma. Setelah itu ia langsung pingsan.” Jelas Robi khawatir.


Tak berapa lama Lili datang dengan membawa P3K, lalu ia memberikannya ke Mamam Fisha.


Mama Fisha mulai membersihkan luka dengan alcohol. Sedangkan Mama Robi memberikan minyak kayu putih pada hidung Fisha supaya bangun.


“ Nak, Fisha memang begitu, i sangat takut dengan darah. Dia itu kalau melihat darah langsung pingsan.” Jelas Mama Fisha sambil memberikan betadine dan membalut luka dengan kapas.


Robi mendengarkan penjelasan Mama Fisha hanya bisa mengangguk pertanda ia paham dan Robi terus fokus melihat calon istrinya yang belum bangun. Tak berapa lama Fisha terbangun dari pingsannya dan langsung di beri minum oleh calon mertunya.


“ Ini Nak minum dulu airnya.”Ucap Mama Robi mengusap punggung belakang Fisha.


“ Perih Ma lutut kakak.” Rengek Fisha.


Robi melihat rengekan Fisha, ia langsung mencela calon istrinya itu dalam hati.


“ Dasar gadis manja, tunggu akan ku bikin kamu menyesali pernikahan ini.” Ucap Robi dalam hati sambil menatap sinis Fisha.


“ Ya sudah... kamu istirahat dulu ya sayang.” Ucap Mama Robi yang amat mencintai calon menentunya.


Fisha berjalan kelantai atas di temani oleh Lili. Sesampainya di kamar ia membaringkan tubuhnya ke ranjang dan menutup matanya mengarungi mimpi alias tidur.

__ADS_1


Semua keluarga di lantai bawah masih berbincang dan bercanda gurau. Setelah berbincang dan bercanda gurau semua keluarga Robi pamit undur diri.


“ Impian yang kita ingin dulu akhirnya bisa terwujud ya Bro.” ucap Papa Robi pada sahabatnya.


“ Iya Bro. sebentar lagi kita akan jadi besanan setelah itu kita akan jadi opa.” Ungkap Papa Fisha dengan senang, sedangkan Robi hanya diam tanpa bicara sedikit pun.


Akhir semua keluarga Robi pamit dan karena sudah jam 21 : 00 semua keluarga Fisha memasuki kamar yang telah tersediakan, dan ada juga yang masih berada di ruang keluarga.


Sedangakan di tempat lain...


Sesampainya di kediaman Nugraha. Robi pamit kepada orang tuanya untuk beristirahat di apartemen di karna ia besok harus mengajar. Sebab jarak apartemen Robi ke kampus lebih dekat dari pada jarak rumah orangtuanya.


“ Ma, Pa malam ini mau ke apartemen karna besok Robi harus ngajar.” Ucap Robi.


“ Ya udah hati - hati ya Bang.” Ucap Mama Robi.


Robi mencium punggung tangan orangtuanya dan berjalan menuju garasi tempat mobilnya terparkir. Ia langsung menjalan mobilnya. Saat di perjalanan ia menyetel lagu favoritnya sesekali memukul setir mobil dengan kesal. Hatinya masih tidak terima jika istrinya mahasiswinya sendiri.


“ Tunggu saja mainnya gadis aneh.” ujar Robi menyeringai.


Seketika ia langsung tersadar dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.


“ Astaghfirullah… Ya Allah jauhkan hamba dari setan terkutuk. Aku harus yakin kalau Fisha adalah Jodoh yang Engkau kirimkan buat hamba. “ ucap Robi.


Robi terus mengemudikan mobil dan beberapa menit kemudian ia sampai di apartemen. Robi langsung membersihkan dirinya, selesai membersihkan diri ia merebahkan tubuhnya di ranjang tak berapa lama ia langsung terlelap mengarungi mimpi.


.


.


.


.


Bersambung.


Mohon maaf jika ada salah kata atau pengetikan. Dan saya juga minta maaf jika cerita nya tidak nyambung karna saya hanya penulis amatir 🙏🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian pada Bab ini ya


like 👍


komen 💬


vote ❤️


Di tunggu episode selanjutnya ya...


...#salamdaripenulisamatirna...

__ADS_1


__ADS_2