My Dosen Killer Jodohku

My Dosen Killer Jodohku
BAB 27


__ADS_3

BAB 27


HAPPY READING….


🌷🌷🌷🌷


Livia dan Robi langsung duduk di kursi yang kosong. Robi yan berhadapan dengan Fisha terus memperhatikan gadis aneh makan tanpa lalu menoleh mau pun berhenti.


“ Ini anak emang ya” gumam Aqilla dalam hati, ia terus memperhatikan Pak Robi yang menatap sahabatnya itu.


Geram dengan tingkah sahabatnya yang tidak sadar atau tidak mau ngambil pusing saat sudah makan, Aqila langsung menyenggol tangan dan berbisik kepada sahabatnya.


“ Sha…kalo makan jangan terlalu fokus sama makanan “ bisik Aqilla pada Fisha.


“ Emang kenapa? “ tanya Fisha.


“ Coba liat di depan kamu ada siapa itu “ tutur Aqilla geram.


“ Emang siapa?” tanya Fisha lagi yang masih fokus sama makanannya.


Karena tidak ada balasan dari pertanyaannya, Fisha memutuskan untuk melihat kedepan. Alangkah terkejutnya ia melihat sosok dosen yang amat ia benci. Karena terkejut ia pun menyemburkan makanan yang ada di mulutnya.


" Pa...Pak Robi " ucap Fisha dengan menatap tajam kearah Robi. Mereka berdua saling bertatap tajam.


2 menit kemudian, mereka saling bertatap, sampai Livia menyadarkan dengan deheman yang keluar dari mulutnya.


" Hemm " Livia berdehem.


Robi dan Fisha yang mendengar orang berdehem langsung tersadar dari tatapan yanh lama itu.


Jantung mereka berdua langsung berdegub kencang seperti pertama kali jatuh cinta.


" Aduh kenapa ya jantung gue" ucap Fisha dalam hati, tangannya memegang jantung yang berdegub dengan kencang.


" Apakah aku sudah jatuh cinta dengan gadis aneh ini" ucap Robi dalam hati.


Tak berapa lama, pesanan Robi dan Livia datang, mereka langsung memakan tanpa mengeluarkan suara, sedangkan Fisha dan kedua sahabatnya itu melanjutkan makannya yang sempat tertunda tadi.


10 menit kemudian...


5 orang itu sudah selesai menyantap makananan mereka.


" Frans kamu bayar ya semuanya" ucap Aqilla membuka pembicaraan.


" Eh... kok aku sih beb, kau kan tau aku inikan anak yang duit jajannya selalu di potong mama" ujar Frans memelas. Melihat wajah sahabat sengklek yang memelas langsung di tertawakan oleh Fisha, Aqilla dan Livia.


Robi yang berada tepat di depan langsung terpukau dengan Fisha yang tertawa.


" Manis juga gadis aneh kalo tertawa begitu" puji Robi dalam hati, ia terus memandangan gadis uang sudah berhasil membuat hatinya berdegub.


Fisha yang merasa Pak Robi sedang memandangi dirinya langsung menatap tajam ke arah dosen sengkleknya.


" Ada-ada aja kamu Frans.Tenang nanti Ibu bayar semuanya anggap saja sebagai traktiran hahaha" ucap Livia yang masih tertawa denga ulah anak didiknya.

__ADS_1


" Eh... jangan Bu, kami bergurau je kok" ucap Frans.


" Betul itu Bu, kami bergurau saja kok Bu" ucap Aqilla yang tak enak hati.


sedangkan di tempat lain, 2 makhluk ciptaan Tuhan masih saling membalas tatapan dengan tatapan yang tajam.


" Ibu ikhlas kok , sekali-kali tidak rugi kok mentraktir kalian. Iya kan Bi?" Jelas Livia lagi.


Robi yang namanya di panggil langsung tersadar dari situasi yang bisa menimbulkan benih-benih cinta.


" Iya Liv." jawab Robi.


Akhirnya 3 sekawan langsung bersuka cita dan bahagia karena makanannya di bayarkan oleh ke 2 dosennya.


" Terima kasih ya Bu dan Pak sudah membayarkan makanan kami" ucap Fisah dengan tulus.


" Sering-sering ya Bu traktirnya" gurau Frans. Seketika mereka semua langsung tertawa dengan ucapan Frans yang somplak.


Setelah berbincang dan bergurau sebentar, Livia dan Robi serta 3 sekawan memutuskan untul pulang kerumah mereka masing-masing.


Di perjalanan menuji parkiran...


" Kalian semua kok malu-maluin sih" ucap Fisha.


“ Kok jadi aku sih, itukan ulah si somplak itu “ ucap Aqilla mencebikkan mulutnya dan menunjuk kearah Frans.


“ Amboii..amboii mulut ni,pengen aku tabok “ ucap Frans menggoda Aqilla


“ Dasar…tidak ada romantis-romantisnya “ ucap Aqilla.


“ Ntah “ jawab singkat Aqilla.


“ Sudah-sudah kalian ini lah kok kayak tom and jerry sih “ ucap Fisha.


“ Yok Sha kita pulang… jangan hiraukan si Frans somplak itu. “ ajak Aqilla.


Mereka pun langsung meninggal Frans. Frans yang merasa di tinggalkan langsung memanggil kedua sahabatnya.


“ HEYYY… tunggu “ panggil Frans yang tidak dihiraukan oleh sahabatnya itu.


“ Dasar sahabat sengklek… untung sahabat “ ucap Frans tersenyum.


Fisha dan kedua sahabatnya itu pun langsung meninggal parkiran dan pulang kerumah mereka masing-masing.


Rumah Fisha….


Sesampainya di rumah, Fisha langsung memarkirkan mobilnya.ia langsung masuk kedalam rumah dan mendekati mamanya di ruang keluarga.


“ Assalamualaikum… Ma “ sapa Fisha kepada mamanya.


“ Walaikumsalam Kakak sayang “ sapa balik Mama Fisha.


“ Mama lagi apa? “ tanya Fisha

__ADS_1


“ Mama lagi baca resep masakan untuk menu makan malam nanti.” Jawab Mama Fisha.


“ Tunggu Kakak mandi ya Ma, nanti kita masak sama-sama ya Man” ucap Fisha yang langsung di angguki oleh Mamanya.


Fisha menuju kamarnya dengan sedikit berlari, sesampainya di kamar Fisha langsung membersihkan dirinya, selesai dari kamar mandi ia pun turun menghampiri Mamanya.


“ Yok Ma kita masak” ajak Fisha yang langsung di angguki oleh Mamanya.


Mereka mulai mengeluarkan bahan mentah yang siap untuk di masak. 1 jam berlalu, setelah semuanya siap, Fisha mulai menata di meja makan. Setelah urusan dapur selesai, Fisha dan Mamanya kembali ke kamar masing -masing.


Sesampainya Mama Fisha di kamar sambil menunggu sang suami pulang dari kantro. Sembari menunggu suaminya datanga, ia pun menyiapkan pakaian yang akan di pakai suaminya nanti.


Tak berapa lama kemudian Papa Fisha datang sehabis pulang dari kantor , ia langsung menghampiri istrinya di kamar mereka.


“ Assalamaualaikum Istriku “ ucap Papa Fisha yang langsung disambut oleh Mama Fisha.


Mama Fisha yang dari tadi sudah menunggu kedatangan suami langsung tersenyum tak kala melihat sang pujangga hati. Ia langsung mengambil punggung tangan dan langsung mencium punggu tangan suaminya.


“ Waalaikumsalam Papa” balas Mama Fisha dengan senyuman.


Sedangkan Papa Fisha langsung mencium kening istri, setelah kegiatan penjemputan selesai, Papa Fisha memutuskan untuk membersihkan diri. Setelah membersihkan diri mereka melaksanakan ibadah menghadap sang Pencipta di kamar. Fisha setelah urusan dapur ia pun menyempatkan untuk memainkan HP, karena suara adzan sudah terdengar ia langsung melaksanakan ibadah.


Setelah melaksanakan ibadah di kamar mereka masing-masing, satu keluarga itu pun keluar untuk makan malam.


Sesampainya di meja, Fisha pun terkejut melihat Papanya yang sudah datang.


“ Kapan Papa datang?” tanya Fisha.


“ Udah lama kok Papa datang kak” jawab Fisha.


Mereka memulai acara makannya dengan serius tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Selasai menyantap makan malam, mereka memutuskan untuk menghabis kan waktu di ruang keluarga.


“ Kak hari minggu ini, calon suami dan keluarga akan datang kerumah kita” ucap Papa Fisha.


“ Apa tidak kecepatan pa?” tanya Fisha.


“ Lebih cepat lebih baik kak” ucap Papa Fisha tak terbantahkan.


Mendengarkan keputusan Papa nya yang tidak terbantahkan. Fisha langsung terdiam dan mengalihkan perasaan sedihnya dengan masuk kekamar. Sedangan Mama Fisha hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dengan keputusan suaminya tanpa menghiraukan perasaan anaknya.


.


.


.


.


Bersambung


Mohom maaf jika ada salah kata atau pengetikan. Jangan lupa like, komen dan vote ya👐👐


Di tunggu ya episode selanjutnya💐💐

__ADS_1


Terima kasih teman-teman😊😊


...#salamdaripenulisamatiran...


__ADS_2