My Dosen Killer Jodohku

My Dosen Killer Jodohku
BAB 4


__ADS_3

HAPPY READING...


hari sudah menunjukkan waktu malam dimana semua orang akan sebentar lagi melaksanakan shalat maghrib, fisha terbangun dari tidurnya dan ia pun langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sehabis membersihkan dirinya ia pun segera melaksanakan shalat maghrib berjamaah dengan kedua orang tuanya. Setelah shalat maghrib fisha dan mamanya pun langsung pergi kedapur untuk mempersiapkan makan malam, sedangkan papa fisha masih berada di tempat mereka shalat sambil melantunkan ayat suci Al-qur’an.


Setelah semuanya siap mama fisha pun langsung menyuruh fisha untuk memanggil papanya.


“ kakak cepat panggil papamu untuk makan malam” kata mama fisha yang sudah duduk di kursi


“ oke ma, kakak panggil papa dulu yaa” jawab fisha , ia pun langsung meninggalkan meja makan dan berjalan kearah ruang tempat mereka shalat.


“ papa” panggil fisha dengan lembut, ia takut mengganggu papanya yang sedang mengaji.


Karena mendengar anaknya memanggil, papa fisha pun menoleh kearah anak dengan senyuman di bibir nya.


“hm… anak papa ada apa ya memanggil papa” tanya papa fisha , ia pun langsung berdiri dan berjalan kearah anaknya.


“ mama nyuruh papa ke meja makan untuk makan malam pa” jawab fisha


“ oke anak papa, dah yuk kita langsung ke meja makan. Pasti mama kamu udah nunggu kita disana” ucap papa fisha. Mereka pun langsung berjalan kearah meja makan.


“ selamat malam istri ku tercinta” ucap papa fisha yang langsung mencium kening istrinya tersebut.


“ hmmm… harumnya masakan istriku” puji papa fisha sembari tersenyum kearah isitrinya


“ harumlah pa, siapa dulu yang masak” jawab mama fisha yang terkekeh dengan pujian sang suami.


“ hm..hm..hm dunia rasa milik berdua, yang lain pada ngontrak” ucap fisha yang pura-pura cemberut kearah orang tuanya

__ADS_1


“ hahahahha ummalah anak mama, sini kak duduk” jawab mama fisha yang terkekeh melihat anak perempuannya.


“ udah yuk kita makan sekarang, soalnya papa udah lapar ni” ucap papa fisha sambil memegang perutnya. Fisha dan mamanya pun terkekeh dengan tingkah laku papanya tersebut. Sudah menjadi tradisi di keluarga fisha, mama fisha pun menyiapkan makanan untuk suaminya tersebut dan papa fisha pun memberi peraturan kepada keluarganya untuk tidak berbicara saat makan, hal sebut sebagai wujud syukur keluarga mereka terhadap rejeki yang di berikan ALLAH SWT.


Selesai makan, mereka pun berkumpul di ruang tamu menonton televisi dan sambil bercanda gurau menghilangkan penat sehabis kuliah dan bekerja.


“ kakak” ucap papa fisha


“ iya pa” jawab fisha yang langsung menoleh kearah papanya


“tapi sebelum itu dengar kan dulu papa bicaranya, jangan di potong” uca papa fisha


“ iya pa, papa mau ngomong apa sih” tanya fisha


“ begini papa mau menjodohkan kamu sama anak teman bisnis papa. Papa dan keluarga nugraha sudah lama bersahabat , jadi sebagai wujud persahabatan kami, papa ingin menjodohkan kamu sama anaknya “ jawab papa fisha.


“ Maksudnya pa” tanya fisha yang masih mencerna perkataan papanya tersebut.


“ maksud papa, papa ingin menjodohkan kamu dengan anak sahabat papa. Anaknya baik , pekerja keras dan juga tanggung jawab. Jadi cocok untuk menjadi suami kamu sayang” jawab papa fisha


“ tapi pa, kakak kan tidak kenal sama anak sahabat papa itu. Lagi pula kenapa sih papa harus menjodoh kakak sama anak sahabat papa itu.” Tanya fisha yang membendung air matanya untuk tidak keluar.


“ tapi papa ingin kakak medapatkan suami yang bertanggung jawab supaya bisa melindungin kakak .” Jawab papa fisha


“ kakak gak mau pa, lagian kakak masih muda masih ingin kuliah” ucap fisha


“ nikahkan boleh sambil kuliah kak” jawab papa fisha

__ADS_1


“ pokoknya kakak gak mau nikah titik pa” ucap fisha


“ kakak jangan keras kepala, kakak harus menikah dengan anak sahabat papa, TIDAK ADA BANTAHAN ” jawab papa fisha dengan tegas dan menekan kata.


Fisha yang mendengar ucapan papanya pun menangis dan langsung berlari kearah kamar tidurnya .


“ papa kok gak ngomong sih sama mama soal mau menjodohkan fisha. Diakan anak satu-satunya kita pa” tanya mama yang masih tidak percaya dengan ucapan suaminya tersebut.


“ papa tidak suka di bantah ma, kalau itu keputusan dari papa jadi harus di laksanakan, kakak mau tidak mau harus mengikutinya” ucap papa fisha dengan tegas walaupun sedih melihat putrinya menangis karena keputusannya tersebut.


“ baiklah kalau itu keputusan papa, mama mau tidak mau mendukung keputusan papa tersebut.” Jawab mama fisha dengan perasaan sedih.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


Mohon maaf gaess jika ada salah kata atau pengetikannya.. 😊😊


__ADS_2