My Dosen Killer Jodohku

My Dosen Killer Jodohku
BAB 22


__ADS_3

BAB 22


HAPPY READING….


🌷🌷🌷🌷


Sembari mengusap- usap kepala anaknya, Mama Fisha sekali- kali mencium kening anaknya. Ia sangat merindukan suasana seperti ini, dimana saat ia pertama kali menjadi seorang ibu. Ibu mana yang tidak sedih dan bangga, anak yang ia keluarkan dengan susah payah, sampai harus berjuang dan sampai- sampai nyawa menjadi taruhannya sudah menginjak dewasa dan akan sebentar lagi menikah.


Tiba-tiba Mama Fisha mengeluarkan airmata,saat mengingat momen-monen yang pernah ia lewati saat menjadi seorang ibu, merawat anaknya dari kecil sampai sudah sebesar itu dan tidak diduga-duga anak yang sangat ia cintai akan menikah dengan cara perjodohan.


Tanpa ia duga, airmatanya pun menetes, tepat mengenai kelopak anaknya. Fisha yang merasa kelopak matanya basah, langsung membuka mata dan menatap kearah mamanya.


“ Ma, kenapa menangis? “ tanya Fisha langsung bangkit dari paha mamanya, dan duduk di samping mamanya.


“ Apakah kata-kata kakak semalam menyakiti hati mama? “ tanya Fisha lagi sambil mengusap air mata mamanya dengan tangannya.


“ Tidak kok kak, Mama hanya rindu dengan suasana begini. Dimana saat kakak kecil, anak mama ini suka berbaring di paha mama.” Jawab Mama Fisha sembari mengusap sisa airmatanya. Ia pun tersenyum kembali kepada anaknya.


“ Mama jangan nangis lagi ya, nanti kakak akan berbaring di paha mama setiap hari. Supaya mama suka” ucap Fisha sambil tertawa menghibur mamanya.


“ Ha…ha…ha kamu tau saja menghibur mama kak. “ ujar Mama Fisha.


“ Sini kak, baring lagi di paha mama” perintah Mama Fisha kepada anaknya.


Tanpa basa basi lagi, Fisha langsung berbaring di paha mamanya. Mereka pun berbincang- bincangan ringan seputar perkulihan Fisha.


“ Bagaimana hari ini kuliahnya kak? Tanya Mama Fisha sembari mengusap-usap kepala anaknya.


“ Seperti biasa kok Ma, tidak ada yang istimewa…hehehhe” jawab Fisha bohong yang disertai cengengesan.


“ Suatu hari pasti mama rindu suasana ini kak” kata Mama Fisha kepada anaknya.


“ Emang mama mau kemana? “ tanya Fisha menatap mata mamanya.


“ Suatu hari pasti anak mama yang satu-satunya ini pasti akan menikah, dan pasti akan mengikuti suaminya” jawab Mama Fisha sambil mencubi pipi chubby anaknya.


Mendengar ucap mamanya, Fisha langsung bangkit dan mengambil kedua tangan mama lalu ia genggam dengan mata kearah mamanya.


“ Kok gitu sih ma bicaranya. Walaupun suatu hari kakak sudah nikah, kakak akan tetap tinggal disini, di rumah kita ini. “ ucap Fisha sambil menatap mata mamanya.


“ Mana bisa begitu kak, kakak kan menjadi tanggung jawab suami dan bukan jadi tanggung jawab mama dan papa lagi. Dan jika nanti kakak jadi istri, nurut lah selalu perintah suami, hormati dia dan cintai dia dengan segenap hati hati kakaknya. jangan pernah membangkang perintah suami dan selalu hormati suami karena surga perempuan setelah nikah bukan orang tuanya lagi tapi suami kakak kelak.” Nasihat Mama Fisha kepada anak satu-satunya.


Mendengar nasihat mamanya, Fisha langsung menangis dan memeluk mamanya. Mama Fisha pun mengusap punggung badan anaknya.

__ADS_1


“ Tapi kakak belum siap nikah ma.” Ucap Fisha di sela tangisnya.


“ Sekarang atau masa depan kelak, kakak pasti akan menikah. Tidak mungkin kakak tau mau nikah. Apakah kakak mau menjadi perawan tua” tanya Mama Fisha kepada Fisha.


Mendengar pertanyaan mamanya, Fisha melepaskan pelukannya dan menggeleng-gelengkan kepala.


“ Dengar mamanya kak, suatu saat kakak pasti akan menikah, melalui perjodohan atau bukan kakak akan menikah. Kakak harus siap dan bersemangat dalam membangun rumah tangga. Jangan pernah mengeluh dan harus jalani semua dengan ikhlas. “ nasihat Mama Fisha kepada anaknya.


“ Ba..baik Ma” sahut Fisha sambil menangis.


“ Kok jadi mewek begini sih, cup…cup…cup jangan menangis ya kak. Kalo kakak menangis nanti cantik nya hilang…hahahhaha” ucap Mama Fisha sambil mengejek anaknya yang menangis.


Mendengar ejekan Mamanya merasa malu dan langsung menghentikan tangisannya.


“ Mama” ucap Fisha dengan manja.


“ Hahaha… sudah sana kekamar kak, mandi gih sana. Kakak bau acem” ejek Mama Fisha.


“ Wangi kok ma… siap mama kakak kekamar dulunya.” Ucap Fisha yang langsung di angguki oleh mamanya. Fisha bangkit dari duduknya lalu mencium pipi mamanya.


Sesampai dikamarnya Fisha langsung membersihkan dirinya. Setelah membersihkan dirinya ia pun memakai setelan daster yang sangat ia sukai.


Karena waktu sudah sore , ia pun langsung turun kebawah untuk membantu mamanya memasak makan malam. Ia melewati ruang keluarga, ia pun melihat mamanya yang masih berada di sana sambil menonton. Lalu Fisha menghampiri mamanya.


“ Sudah mandi kak? “ tanya Mama Fisha


“ Sudah kok ma, kakak sudah wangi sekarnag, melebihi parfum artis- artis terkenal” canda Fisha sambil berlagak sombong kepada mamanya.


“ Iya..iya deh anak mama ini memang selalu wangi melebihi artis-artis terkenal” ucap Mama Fisha membalas candaan anaknya. Lalu mereka berdua pun langsung tertawa bareng.


“ Ma, hari ini kita mau masak apa ya untuk makan malam? Tanya Fisha kepada mamanya.


“ Ha itulah kak, mama bingung. Kita masak apa ya ?” tanya balik Mama Fisha kepada anaknya.


Lalu mereka berdua berpikir tentang makanan yang akan di masak untuk malam ini


“ Bagaimana kita masak kesukaan papa saja. Kita masak sop buntut, sambal goreng udang pete dan ayam bayar sambal cocol.” ide Mama Fisha. Fisha yang mendengarkan ucapan mamanya langsung membayangkan makanan tadi. ia pun langsung menyetujui ide mamanya tersebut.


“ Wahh…kakak setuju ma” ucap Fisha.


Setelah menentukan masakan akan mereka masak untuk malam ini, mereka langsung berdiri dan langsung berjalan kearah dapur. Walaupun di rumah mereka ada pembantu, tapi urusan memasak selalu urusan Fisha dan mamanya, karena setinggi apapun pendidikan seorang wanita, harus bisa memasak untuk anak dan suaminya. Dan jangan biarkan orang lain untuk memasak dan memberikan kepada suami dan anak kita, sebab suami dan anak kita berhak merasakan masakan dari air tangan istri dan ibu mereka. Tugas pembantu keluarga Fisha hanya mencuci pakaian, membersihkan rumah dan mengurus taman.


Mereka pun membagi tugas, mama Fisha bertugas membuat bumbu dan memasak,sedangkan Fisha bertugas mengambil bahan mentah yang ada di kulkas dan mengupas atau memotongnya.

__ADS_1


Mereka pun memulai acara masak, mama langsung membuat bumbu untuk sop buntut, sambal goreng dan ayam bakar, sedang Fisha membersihkan daging yang sudah ia ambil di freezer.


Di sela acara memasak , mereka pun berbicang-bincang, bercanda gurau. Tanpa mereka sadari sang kepala keluarga datang habis pulang bekerja.


“ Assalamualaikum” sapa Papa Fisha kepada kepada anak dan istrinya.


Mendengar ada orang yang mengucapkan salam, Fisha langsung keluar dari dapur dan melihat Papanya berjalan kearah dapur.


“ Waalaikumsalam Pa” jawab Fisha membalas sapaan papanya.


“ Kemana mama kak? “ tanya Papa Fisha kepada anaknya


“ Tenang pa, mama tidak bakal hilang kok” canda Fisha kepada papanya.


“ Hahaha… kamu inilah kak, papa Cuma rindu sama mamamu” ucap Papa Fisha membalas candaan anaknya.


“ Hahaha mulai deh bucinnya papa, mama didapur kok pa lagi masak.” Ucap Fisha sambil tertawa.


Mereka berdua langsung pergi kedapur. Papa Fisha yang melihat istrinya lagi membuat bumbu pun langsung tersenyum.


“ Mama” panggil Papa Fisha kepada istrinya.


“ Eh papa, kapan sampainya” ucap Mama Fisha langsung memberhentikan kegiatannya , lalu menghampiri suaminya. Ia pun mengambil punggung tangan suaminya , ia pun langsung mencium punggung tangan suaminya.


Papa Fisha langsung mencium kening istrinya dan beralih ke pipi kakan dan kiri istrinya didepan anaknya.


“ Dunia serasa milik berdua yang lain hanya kontrak” ejek Fisha kepada orang tuanya.


.


.


.


Bersambung


Mohon maaf jika ada salah kata atau pengetikan dan alur ceritanya tidak nyambung. Jangan lupa like, komen dan vote ya teman- teman


Ditunggu ya episode selanjutnya💐


Terima kasih teman – teman😊


#salamdaripenulisamatiran

__ADS_1


__ADS_2