My Dosen Killer Jodohku

My Dosen Killer Jodohku
BAB 17


__ADS_3

BAB 17


HAPPY READING…..


Di Kampus…


Setelah menyelesaikan pekerjaannnya Robi pun mengemaskan semuanya barang yang ada di meja dan bersiap untuk pulang ke apartemennya. Ia pun bergegas berjalan menuju tempat parkir.


Di tengah perjalanan tiba-tiba Mama Robi menelpon, seketika Robi langsung mengangkat telfonnya.


Titt Titt Titt ( anggap saja suara dering telfon)


“ Assalamualaikum bang. “ sapa Mama Robi diseberang sana.


“Waalaikumsalam,Ma.” Jawab Robi yang terus berjalan menuju tempat parkir.


“ Abang hari pulang kemana?” tanya Mama Robi dalam telfon.


“ Kayaknya abang pulang ke apartemen ,Ma.” Jawab Robi.


“ Abang pulang ke rumah hari ini ya. Soalnya mama dan papa ingin ngomong sesuatu sama abang.” Ujar Mama Robi di seberang sana.


“ Okelah ma, abang langsung pulang ke rumah” jawab Robi langsung masuk kedalam mobilnya.


“ Sipp bang, mama tutupnya telfonnya. Assalamualaikum” Ucap Mama Robi.


“ Oke ma, waalaikumsalam mama ku syantikk. “ ucap Robi sambil memuji mamanya.


Tut tut tut ( suara telfon habis ditutup)


Robi pun langsung melaju mobilnya pulang kerumah mamanya itu. 30 menit Robi pun sampai di rumah mamanya. Ia pun langsung menepikan mobilnnya di garasi rumah mamanya.


Robi langsung masuk kerumah mamanya.


“ Assalamualaiku mama” sapa Robi berjalan menghampiri mama yang ada di ruang keluarag


“ Waalaikumsalam… eh abang anak mama” jawab Mama Robi sambil tersenyum kearah anaknya.


“ Sini bang duduk samping mama” perintah Mama Robi. Robi yang di depan mamanya pun langsung mencium punggung tangan dan mencium pipi kiri dan kanan mamanya itu. Ia pun tanpa menunggu lama langsung duduk di samping mamanya.

__ADS_1


“ Ada apa ma, nyuruh abang ke rumah? “ tanya Robi kepada mamanya.


“ Tunggu papa mu dulunya bang, papa sebentar lagi datang dari kantor” jawab mama Robi sembari tersenyum kearah anaknya itu.


“ Oke mama syantikk.” ucap Robi sambil melepaskan jas yang melekat di bajunya.


Sambil menunggu papanya datang, Robi dan mamanya menonton acara reality show yang ada di televisi sambil nyemil makanan yang ada di meja ruang keluarga.


15 menit kemudian, suara mobil terdengar oleh Robi dan mamanya yang menandakan bahwa sang kepala keluarga telah sampai di rumah.


“ Assalamualaikum istri ku tercinta “ ucap Papa Robi menyapa orang rumah.


Mendengar orang mengucap salam , Mama Robi langsung menoleh ke sumber suara.


“ Waalaikumsalam Papa” jawab Mama Robi dengan suara manjanya berjalan kearah suami. Ia pun langsung mengambil tas kerja dan mencium punggung sang suami.


Papa Robi mencium kening dan mencium bibir istrinya yang sudah lama menemaninya dari nol.


“ Hemm...” deheman Robi. “ Dunia rasa milik berdua, yang lain ngontrak aja” sindir Robi kepada orang tuanya


“ Salah siapa tidak mau nikah…weekkk” ucap Papa Robi balas sindiran Robi dengan menjulurkan lidah seperti anak kecil.


“ Huss..ngomong kok tidak ada saringnya sih, bang.” Ucap Mama Robi menjawab jawaban Robi.


“ Kamu aja yang malas bang, cari cewek “ balas Papa Robi dengan nada menyindir.


“ Sudah…sudah…sudah, sekarang kita duduk ya Pa.” ucap Mama Robi menengahi suami dan anaknya. Itu lah ciri khas dari keluarga Nugraha, kalo bertemu dengan papanya, Robi pasti selalu beradu mulut dengan candaan yang membuat keluarganya itu semakin harmonis.


Papa Robi langsung duduk di samping istrinya tercinta dan mengusir Robi dari sofa itu


“ Kamu duduk di sana aja bang, ini khusus tempat Raja dan Raju…ha..hahaha” usir Papa Robi yang disertai dengan sedikit lelucon.


“ Baik Yang Mulia Raja..ha…ha.ha “ ucap Robi sembari mengangkat tangannya seperti hormat Raja ciri khas kerajaan.


“ Mama sama Papa mau ngomong apa sama Robi? “ tanya Robi memulai pembicaraan yang ingin ia dengar dari tadi.


“ Papa dan Mama ingin kamu nikah bang sama anak sahabat Papa.” Jawab Papa Robi to the point.


“ Dengan siapa Pa? Tapi abangkan tidak kenal sama cewek yang mau papa jodohkan sama abang.” Tanya Robi dengan raut muka yang tidak bisa ditebak.

__ADS_1


“ Minggu depan kita ke rumah sabahat Papa. Disitulah kamu puas-puasin mengenali calon istrimu” jawab Papa Robi lagi sambil menyeruput kopi buatan istrinya.


“ Tapi Robi kan tidak cinta sama anak sahabat Papa itu. Bagaimana Robi mau menjalani rumah tangga ini.” Ujar Robi dengan perasaan bercampur aduk.


“ Abang cinta kan bisa datang kapan saja. Abang tidak perlu susah mikirkan masalah cinta karena lambat laun kalo abang sudah Bersama tinggal dengan istri abang dalam satu pasti cinta itu datang diantara kalian berdua.” Nasihat bijak Mama Robi dengan lembut kepada anaknya, memberikan pengertian kepada anaknya itu.


“ Baiklah ma, pa. kalo itu yang terbaik maka abang akan turuti keinginan mama dan papa” ucap Robi pasrah. Karena ia tahu sekeras apapun ia membantah pasti Papanya tidak peduli dan keputusan yang di buat sudah mutlak tidak bisa di ganggu gugat. Daripada membuat keluarganya kacau lebih baik di ikuti saja keinginan orang tuanya itu.


“ Bagus kalau begitu bang, minggu depan kita akan kerumah sahabat papa sekaligus melamar anak perempuannya.


“ Ap.. apa tidak kecepatan pa waktunya? “ tanya Robi dengan dengan raut muka terkejut.


“ Lebih cepat lebih baik bang “ langsung di jawab Papa Robi dengan suara yang tegas.


“ Baiklah pa” jawab Robi dengan lesu dan tidak bersemangat.


“ Kalo tidak ada lagi yang ingin dibicarakan abang izin kekamar dulu ya Pa, Ma“ pamit Robi kepada mama dan papanya


“ Silahkan bang, jangan lupa nanti kita makan malam” ucap Mama Robi kepada anaknya. Ia tahu bahwa anaknya lagi sedang kacau dengan keputusan yang suaminya buat.


Robi pun langsung berjalan kearah kamarnya untuk memenangkan dirinya yang sedang kacau dengan keputusan yang dibuat oleh orang tuanya itu.


.


.


.


Bersambung


Mohon maaf jika ada salah kata atau pengetikan. Dan mohon maaf jika ceritanya tidak nyambung.


Jangan lupa like, komen dan vote ya teman-teman.


Ditunggu ya episode selanjutnya…


Follow ig siti_fatimah_azzahro25


Terima kasih teman- teman😊😊

__ADS_1


#salamdaripenulisamatiran


__ADS_2