
¢ ¢ ¢ ¢ ¢
"Kehilangan orang tersayang memang bukanlah hal yang mudah untuk Tami.Tapi,Tami butuh teman berbicara atau sekadar bersandar untuk berkeluh kesah." ucap ku sambil mengelus nisan nya.
Setelah selesai aku pun langsung pulang dan mampir di salah satu cafe untuk mencari makan.
''Kamu mau makan apa?'' tanya Edra.
"Apa aja,yang penting buat aku kenyang aja." balas ku.
''Ya udah,kamu tunggu di luar aja,nanti aku bawa makanannya ke sana.''
''Oke.....''
Aku pun langsung kembali ke luar dan duduk di bangku yang sudah di sediakan.Tidak lama,kemudian Edra pun kembali dan langsung duduk di hadapan ku.
''Kamu pesenin aku apa?'',
"Nasi goreng bebek sambal ijo sama minumnya jus jeruk kesukaan kamu." balas Edra.
''Wih mantap,tahu aja."
''Tahu lah,kita kan udah berteman lama.Masa iya aku nggak tahu kesukaan kamu apa.Aneh deh kamu," balas nya.
"Bisa aja kamu......"
"Eh iya,aku mau ke toilet bentar yah.Kebelet banget nih.'' lanjut ku.
Aku pun langsung menuju toilet yang letaknya berada di dalam ruangan itu.
¢ ¢ ¢ ¢ ¢
Ternyata pas selesai dari kamar mandi,makanan nya sudah tersedia di atas meja.
"Ayo makan,"ajak Edra.
"Wah,kelihatannya enak banget nih.''
Aku pun langsung melahapnya dengan semangat.
"Gimana,enak nggak?'' tanya nya.
"Enak,kamu mau nyobain nggak?"
"Boleh.....''
Aku pun langsung memberikan satu suapan besar untuk Edra dan dia pun langsung membuka mulutnya lebar-lebar.
"Edra......!" seruan seseorang tiba- tiba saja mengagetkan kami berdua.
Aku dan Edra pun bersamaan melihat ke arah orang itu.Ternyata itu adalah Mela dan kedua temannya yang sudah berdiri tidak jauh dari tempat duduk kami berdua.
Aku pun langsung menunjukan ketidaksukaan ku saat melihat kehadirannya.
''Kamu sering makan di sini juga?'' tanya Mela dengan senyum yang terus iya tunjuk kan.
__ADS_1
"Tidak juga,aku hanya kebetulan lewat aja." balas Edra.
"Oh gitu,apa aku boleh gabung sama kalian?" tanya nya kembali.
"Ih ini cewek,punya nyali yang besar juga." bisik ku dalam hati.
"Gimana yah,aku soalnya bentar lagi selesai."
"Mungkin lain kali aja," lanjut Edra.
Aku langsung tersenyum puas setelah mendengar ucapan Edra barusan.
''Oh gitu yah,ya udah deh."
"Nanti kapan-kapan benar yah,kamu mau makan bareng sama aku." ucapnya.
Edra hanya membalasnya dengan senyuman dan langsung melihat ke arah ku.
"Ya udah kalau gitu,sampai ketemu besok di sekolah yah." ucapnya.
Mela sama teman-teman nya pun langsung berlalu dan masuk ke dalam cafenya.
"Kamu udah selesai kan? Kita pulang aja yuk,nanti keburu ada Mela lagi.Aku malas," ajak Edra.
"Udah......"
Aku dan Edra pun langsung menuju parkiran untuk mengambil motornya Edra.
¢ ¢ ¢ ¢ ¢
Sesampainya di depan rumah Edra,aku meminta turun dan memilih untuk melanjutkan jalan kaki menuju rumah ku.
"Iya non......" balas bibi sambil membawa centong sayur di tangannya.
"Oh bibi lagi masak yah,ya ampun aku tidak tahu.Ya udah deh,nanti aja."
"Memangnya ada apa non? Apa mau bibi buatkan es jeruk seperti kemarin?" tanya nya.
"Itu aja bi jus mangga kalau ada." balas ku.
"Kebetulan sekali,tadi si mang Ujang bawa mangga dari rumahnya.Sebentar yah,nanti bibi buatkan."
"Oh ya udah bi,lagi pula aku juga mau mandi dulu."
Aku pun langsung naik ke lantai dua dan langsung masuk ke dalam kamar.Setelah itu,aku menyimpan kembali tas ke tempat semula dan langsung meraih handuk yang sengaja aku gantung di depan balkon tadi pagi.
Setelah selesai berganti pakaian,aku langsung turun kembali ke bawah untuk menonton TV di ruang makan sambil menikmati jus mangga buatan bibi.
Untung nya bibi juga tengah duduk di sana sambil menikmati teh hangat.
''Bibi sendirian aja,mang Ujang nya kemana?" tanya ku.
"Mang Ujang lagi pergi ke depan,katanya ada paket milik nya yang di titipkan sama satpam komplek." jelas bibi.
"Pasti dia mah,belanja online."
__ADS_1
"Iya katanya,anaknya mau tas yang ada apanya gitu.Bibi juga lupa,"
"Oh iya bi,nanti bibi temenin aku tidur di ruang TV yah.Malam ini,aku mau tidur di ruang TV sambil ngerjain tugas." ajak ku.
"Oh iya non,nanti bibi gelar karpet sama kasur yang biasa non gunakan." balas bibi.
"Hari ini,non jadi pergi ke makam ibu?" lanjut bibi.
"Jadi dong bi,tadi aku di antar sama Edra ke sana."
"Tidak terasa ya non,udah berapa belas tahun setelah kepergian ibu." ucap bibi.
"Iya bi,aku juga tadi sempat nangis di makam.Aku kangen sama ibu," balas ku.
"Tami.....!''. panggilan Edra yang menggelegar terdengar sampai ruang makan.
"Ya ampun mas Edra,kalau udah teriak-teriak kayak gitu.Bikin heboh satu rumah pastinya." ucap bibi.
"Udahlah bi,biarkan saja dia.Sebentar lagi dia masuk dengan sendirinya."
Dan benar saja,tidak lama setelah itu terdengar langkah kaki yang semakin mendekat ke arah ruang makan.
''Kebiasaan yah,kalau aku panggil nggak di jawab." ucap nya.
"Aduh lagian kamu juga pasti langsung masuk ini."
"Hem......" balas nya.
Dia pun langsung duduk di hadapan ku dan melihat ke arah gelas yang sedang aku pegang.
"Nyobain dong,kayaknya seger." ucap Edra langsung meraihnya.
"Mas Edra kalau mau,masih ada kok.Tadi bibi buatnya banyak.Sengaja,buat stok non Tami." jelas bibi.
"Boleh dong bi," balas Edra setelah menghabiskan semua jus milik ku.
"Ih dia mah,punya ku malah di habisin coba."
"Ya udah sini,bibi ambilkan lagi buat non.Tenang aja,bibi buatnya banyak."
"Emang jus buatan bibi tuh,yang paling enak." balas Edra.
"Bisa saja mas Edra....."
Sepeninggal bibi,aku dan Edra asik menonton acara yang tengah di siarkan di TV.
"Oh iya,kata kamu ayah lagi ke Bogor yah?"
"Iya..... "
"Ya udah, kalau gitu malam ini aku mau menginap di rumah kamu."
"Ih nggak apa-apa,lagi pula di rumah ini kan ada bibi sama mang Ujang juga." balas ku.
"Tetap saja,lagi pula tadi ibu ku juga menyuruh ku untuk menemani kamu malam ini.Tidak apa-apa,kita bisa gelar kasur di ruang TV seperti biasa kayak dulu itu.Nanti aku tidur di paling pojok."
__ADS_1
"Udah lama juga,aku nggak menginap di rumah kamu." lanjut Edra.
"Oh mas Edra juga mau menginap? Ya udah mas,nggak apa-apa supaya rame juga." ucap bibi yang baru saja datang.