
¢ ¢ ¢ ¢ ¢
Pagi harinya,aku berangkat bersama Edra.Nggak tahu kenapa,saat aku hendak melajukan motornya malah langsung mati.
Untung saja,saat itu Edra kebetulan ke rumah untuk mengambil jaket yang semalam aku pinjam sama dia.
Sesampainya di sekolah,aku dan Edra langsung menuju kelas untuk bergabung dengan yang lainnya.
Namun,saat aku melewati kelas IPS,seperti biasa Mela sudah berdiri di depan kelas nya menunggu Edra dengan memasang senyuman manisnya.
"Aku duluan deh,'' ucap ku langsung mendahului Edra.
¢ ¢ ¢ ¢ ¢
Sesampainya di depan kelas Nela,aku melihat dia tengah mengobrol sama Sigit dan Rio sambil duduk menghadap lapangan.
Aku pun berniat untuk mengagetkan mereka bertiga,namun sayangnya Rio lebih dulu melihat ke arah ku.
"Apa kamu,mau ngagetin kita yah?" ucap Rio.
"Tadinya,tapi nggak jadi karena kamu lebih dulu lihat.'' balas ku.
Aku pun langsung bergabung dengan mereka.
"Git,kamu udah sembuh yah?''
"Ya udah mendingan,berkat kalian juga kemarin udah jenguk aku.''
''Oh iya,kamu sendirian aja.Mana Edra?" tanya nya.
"Biasa,ada yang nyegat di depan kelas IPS." balas ku.
"Ah maksud kamu Mela......" ucap Nela.
"Ya siapa lagi,"
"Ya udah,aku ke kelas duluan yah."
Aku pun lebih dulu masuk ke kelas,ternyata di sana sudah ada Farel yang tengah asik dengan ponsel nya.
"Rel.....!" seru ku.
"Eh kamu udah datang,"
"Oh iya,nih makasih ya bukunya." dia pun langsung memberikan buku yang sudah dia simpan di atas mejanya.
"Oh iya sama-sama,kalau aku bisa bantu ya kenapa nggak."
"Kamu lagi apa?" tanya ku.
__ADS_1
"Ini lagi main game,lumayan lah sebelum bertempur dengan pelajaran hari ini."
"Iya yah......"
"Oh iya,seminggu lagi kan kelas X1 mau mengadakan study tour.Kamu ikut nggak?"
"Kayaknya ikut,soalnya kemarin pas pendaftaran ke sini guru nya juga sempat jelasin sama orang tua ku.Ya orang tua aku sih,ikut aja." jelas Farel.
"Iya dari sekarang,kamu mesti persiapan buat menyediakan apa saja yang kamu butuhkan di sana.''
"Ya cowok mah,nggak seribet cewek kali.Cukup baju aja yang di bawa," timpal Farel.
"Ih kata siapa,itu teman ku Rio waktu tahun kemarin bawaan nya melebihi bawaan cewek-cewek."
"Ya emang nggak semuanya,cuma rata-rata aja." balas Farel.
"Apa kamu,menceritakan aku." tiba-tiba aja Rio udah masuk dan langsung menyambar.
"Nggak,"
"Kalian lagi ngobrolin apaan sih,emangnya?" tanya Rio langsung bergabung dengan ku.
"Ini masalah study tour itu."
"Oh itu,kalau aku sih udah sediain semuanya dari sekarang,tinggal berangkat aja.Kemarin sehabis jenguk Sigit,aku langsung pergi cari baju baru buat nanti." jelas Rio.
"Tuh kan apa apa kata ku,"
¢ ¢ ¢ ¢ ¢
Hari ini pun,terlewati dengan lancar.Meski pun tadi di kelas aku sempat tertidur bersama Rio saat pelajaran bahasa Sunda.
"Tadi saat istirahat,Farel mengajak ku untuk pergi ke toko buku.Dia meminta bantuan ku untuk memilihkan beberapa buku yang belum dia punya untuk mengejar ketertinggalan nya.
"Yuk......" ajak Edra saat aku tengah membereskan buku-buku yang berserakan di atas meja.
"Oh iya,sepertinya aku pulang sama Farel.Soalnya aku mau antar dia dulu pergi ke toko buku." jelas ku.
"Sejak kapan kamu dekat dengan dia?" tiba-tiba saja Edra menanyakan itu dengan wajah yang serius.
"Kok kamu gitu sih nanya nya? Lagian kan Farel masih baru di sini,banyak pelajaran yang tertinggal.Makanya dia minta bantu sama aku,"
"Wajar kan,sesama teman satu kelas kita saling bantu." lanjut ku.
"Aku nggak suka aja,kalau kamu terlalu dekat dengan dia."
"Apaan sih,kamu aneh banget.Lagi pula,selama ini aku dekat cowok lain kamu biasa- biasa aja.Kenapa saat aku dekat sama Farel,kamu kayak nggak suka gitu.Emangnya salah dia apa?" bentak ku.
"Ya bukan itu maksud aku.....''
__ADS_1
"Terus apa?" tanya ku kembali.
Edra pun terdiam dan hanya menatap ku.
"Aku tahu kita berdua dekat satu sama lain,tapi kamu juga nggak punya hak untuk melarang aku untuk dengan siapa aja.Termasuk Farel,aku hanya anggap dia teman saja."
"Terus apa masalahnya? Kamu nggak bisa jawab juga bukan? Perasaan aku juga nggak pernah larang- larang kamu dekat wanita lain selain aku." lanjut ku.
"Tami......" ucap nya sambil memegang pundak ku.
"Aku nggak suka kamu seperti ini,memangnya aku nggak boleh berteman dengan yang lain nya?"
"Kita udah berteman lama,seharusnya kamu lebih tahu aku.Nggak bakalan segampang itu lah aku juga dekat dengan laki-laki....."
"Aku kesal," jawabnya.
"Sama aku juga kesal saat lihat kamu dekat dengan Mela,terus apa? Aku nggak pernah melarang kamu kan.Aku menghargai kamu,nggak selamanya kamu akan terus berada di samping ku." lanjut ku.
"Kamu nggak ingat dengan apa yang kamu katakan waktu di rumah ku?"
"Apa......?"
Ternyata dia tidak ingat dengan apa yang dia ucapkan.Aku merasa kesal dan marah sama Edra.
"Sudahlah,aku duluan nanti Farel sudah menunggu ku lama." ucap ku langsung melepaskan tangan nya.
"Tami.......!'' serunya.
Tapi aku memilih untuk tidak menghiraukannya dan langsung keluar dari kelas.
¢ ¢ ¢ ¢ ¢
Sesampainya di parkiran,ternyata benar Farel sudah menunggu ku di dekat pos satpam.
"Maaf yah,kamu udah nunggu lama." ucap ku.
"Oh iya,aku kira kamu nggak jadi antar aku."
"Ya udah yuk,takut keburu sore."
Aku pun langsung duduk di motornya dan kami berdua pun langsung menuju ke toko buku yang jaraknya tidak begitu jauh dari sekolah.
Sepanjang perjalanan,aku terus memikirkan Edra.Mungkin seharusnya aku tidak berkata kasar itu sama dia,tapi selama ini aku juga selalu menghargai dia saat ada cewek yang dekat dengannya meskipun aku tidak menyukainya.
Aku juga tidak mengerti dengan perasaan ku sama Edra sekarang,apa ini perasaan takut kehilangan perhatian dia atau aku mulai menyukai dia bukan sekedar teman lagi.
Tapi,mengingat apa yang dia katakan waktu itu.Aku semakin yakin,kalau selama ini dia memang hanya menganggap aku itu teman saja tidak lebih dari itu.
Mungkin dia kesal,karena takut aku lebih menghabiskan waktu ku dengan yang lain di banding sama dia lagi.
__ADS_1
Aku hanya bisa menghela nafas ku dalam-dalam.Memikirkannya saja,buat aku pusing dan kesal.
"Semoga saja kejadian barusan tidak buat hubungan aku dengan Edra menjauh." bisik ku dalam hati.