My First Love Is My Best Friend

My First Love Is My Best Friend
Chapter 26


__ADS_3

♧ ♧ ♧ ♧ ♧


"Non,ini jus nya." ucap bibi sambil menaruhnya di atas meja.


"Eh ada mas Rio juga ternyata,"


"Mas nya mau bibi buatin jus juga?" lanjut bibi.


"Tidak perlu bi,kalau ada aku mau es kopi aja."


"Tentu saja ada,sebentar yah bibi buatkan dulu."


Bibi pun kemudian,langsung berlalu kembali ke dalam rumah.


"Aku semalam,sampai sibuk memilih celana apa aja yang ingin aku bawa ke sana." ucap Rio.


"Ya ampun,emang kamu kebiasaan banget sih.Kalau pergi tuh,sukanya bawa banyak barang."


"Kita kan di sana cuma 3 hari 4 malam doang.Bukan untuk satu minggu,"


"Ya kan tetap,penampilan itu harus di nomor satukan.Ya barang kali nanti di sana,aku ketemu sama cewek atau bule." balas nya.


"Ih mau nya,"


"Iya lah,siapa yang nggak mau."


"Kenpa Sigit gak ikut ke sini?" tanya ku.


"Ah itu,dia lagi pergi sama ibunya.Katanya koper milik dia tuh roda nya macet.Jadi,dia sekarang mau beli koper yang baru."


"Kalau Nela?"


"Kayaknya dia di rumah nya deh,tadi sih aku dengar dia mau pergi juga sama kakak perempuannya." jelas Rio.


"Ya ampun,mereka sibuk juga yah dengan urusan masing-masing."


"Iya lah,hanya aku saja yang tidak punya tujuan.Makannya aku memilih untuk main ke sini saja."


Tidak lama kemudian,Erda pun datang dengan membawa 2 gelas es kopi di tangan nya.


"Loh,kok malah kamu yang bawain nya?" tanya Rio.


"Iya tadi kebetulan pas aku ke dapur,bibi lagi buat es kopi buat kamu.Jadi,aku sekalian aja minta di buatin." jelas Edra.


Kami pun duduk di teras sambil melihat ikan hias yang tengah asik melahap makanannya.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Ke esokan paginya,aku di jemput oleh Edra untuk berangkat ke sekolah bareng.Sesampainya di parkiran aku dan Edra tidak sengaja bertemu dengan Mela dan teman-temannya.

__ADS_1


Dia pun langsung memalingkan wajahnya,setelah melihat kedatangan ku dan Edra.


"Sudah lah,tidak usah di hiraukan.Sebainya kita langsung ke kelas aja." bisik Edra.


Aku pun memberanikan diri melewati dia,terlihat dari raut wajahnya yang tampak kesal melihat aku yang tengah berjalan sama Edra.


Sesampainya di dalam kelas,aku langsung bergabung dengan yang lainnya.Mereka tengah asik mengobrol dan berkumpul di mejanya Rio.


"Pagi......" seru ku.


Rio dan Farel pun langsung tersenyum melihat kedatangan kami berdua.


"Aku kira,kamu tidak akan masuk hari ini."


"Tidak lah,lagi pula aku sudah merasa baik-baik aja sekarang."


"Syukurlah kalau begitu," timpal Farel.


Aku pun langsung duduk di kursi ku yang telah di biarkan kosong seharian kemarin.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


4 hari sudah berlalu.....


Sepulang dari sekolah,aku sangat senang karena melihat mobil ayah sudah terparkir di garasi.Aku pun langsung memarkirkan motor dan belalu menuju ke dalam rumah.


"Tuan lagi di halaman belakang non," ucap bibi.


"Ayah......" panggil ku kembali.


Dan ternyata benar saja,ayah tengah memberi makan ikan peliharaan nya.Beliau pun langsung berdiri,aku pun dengan sigap langsung memeluknya.


"Ya ampun,aku kangen banget sama ayah.Aku kira,ayah udah lupa jalan untuk pulang."


"Ya tidak dong nak,tentu saja ayah juga kangen sama kamu."


Aku pun melepaskan pelukan nya sambil tersenyum melihat ayah.


"Gimana kabar paman?"


"Tadi pagi dia baru saja keluar dari rumah sakit.Makanya ayah,bisa pulang siang tadi."


"Gimana,apa kamu sudah mempersiapkan apa saja yang akan kamu bawa study tour?"


"Sudah kemarin malam,tidak banyak yang aku bawa.Di sana kan,hanya sebentar ini." jelas ku.


"Ayah tadi semput ketemu sama ibunya Edra dan meminta untuk Edra bisa menjaga kamu selama di sana."


"Kan waktu itu udah,"

__ADS_1


"Ya kan buat mastiin saja,ayah khawatir sama kamu nak."


Aku dan ayah pun duduk sambil melihat kolam ikan.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Hari keberangkatan ku pun telah tiba,ayah sudah siap-siap di bawah dan sudah membawa koper nya.


Setelah aku bersiap dan mengecek kembali barang bawaan ku.Aku pun langsung menyusul ayah ke garasi.


"Non,hati-hati yah.Jangan lupa kabarin,kalau udah sampai di sana."


"Iya bi,tentu saja.Nanti aku akan kirimkan pesan sama bibi."


Bibi pun mengantar ku sampai depan teras rumah,terlihat raut kesedihan di wajahnya melepaskan kepergian ku.


Sebelum ke sekolah,kami pun mampir ke rumah nya Edra untuk menjemput nya dengan tante Nesha.


Untungnya mereka sudah bersiap.dan menunggu di depan rumahnya.Setelah,memasukan semua barang milik Edra,dia pun duduk.di samping ayah.Sedangkan aku duduk di belakang bersama tante Nesha.


"Tami,apa kamu sudah minum obat untuk di perjalanan nanti?" tanya beliau.


"Sudah tante,tadi sehabis sarapan aku langsung meminumnya."


Oh iya,makasih ya tante,udah di beliin."


"Iya sama-sama,sekalian juga kan tante beli untuk Edra juga." balas beliau.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 29 menit,kami pun sampai tepat di depan sekolah.Di sana sudah terlihat perkumpulan semua siswa yang di antarkan oleh orang tuanya juga.


Tadi pas di jalan,ayah juga sempat memberikan pesan sama Edra.Padahal sudah terhitung beberapa kali ayah membicarakan itu sama Edra.


Aku sampai merasa malu,karena sikap ayah itu.Tapi,memang itu merupakan bentuk perhatian ayah sama aku.


Setelah turun dari mobil dan berpamitan sama ayah dan ibunya Edra,kami berdua langsung bergabung dengan siswa yang satu kelas dengan ku.


Kami berdua memang terhitung terlambat datang,jadinya pas sampai selang 5 menit kemudian ada pengumuman kalau bisnya akan segera berangkat.


Namun sayangnya,kali ini aku tidak satu bis dengan Sigit dan Nela karena kami berbeda kelas.Meski pun tadi,aku sempat menyapa mereka berdua sebentar.


Setelah masuk ke dalam bisnya,aku pun langsung duduk sesuai nomor absen.Kebetulan aku kebagian duduk bersama Vina di bagian paling depan.


Sedangkan Edra sendiri dia tukeran duduk dengan Rangga supaya bisa satu kursi dengan Rio.Seharusnya Edra duduk dengan Ekhsan.


Karena memang antara murid laki-laki di pisah,aku sendiri sempat menerima tawaran untuk duduk dengan Diana.Kata Edra suapaya aku dan dia bisa berdekatan meskipun tidak satu bangku.Namun aku memilih untuk tetap duduk bersama Vina,karena aku merasa tidak enak saja,kalau harus tukeran tempat dengan yang lain.


Kami pun di pisahkan sekitar 8 bangku dan Edra duduk di bagian tengah dekat kaca.


"Aduh aku deg-degan nih,takut mabuk saat di perjalanan." ucap Vina memecah keheningan.

__ADS_1


__ADS_2