
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
"Kalau aku sih,tadi sebelum berangkat minum obat dulu supaya tidak mabok perjalanan." ucap ku.
"Aku juga sama,hanya saja kadang tidak ada pengaruh apa-apa nya juga." balas Vina.
"Iya juga sih."
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Selama di perjalanan,sudah hampir 3 jam lamanya.Vina sendiri sejak tadi sudah tertidur lelap,sedang kan aku sendiri lebih memilih untuk mendengarkan musik sambil melihat pemandangan yang ada di luar sana.
Sesekali,Edra dan Rio berganti menghampiri ku.Mereka sudah seperti bodyguard saja,aku pun merasa lucu dengan tingkah mereka berdua.
"Barusan pacar nya ya mba?" tanya kondektur nya.
"Pacar? Maksud bapak?" tanya ku balik.
"Itu,yang barusan bolak-balik ke depan sini."
"Ah itu,mereka hanya teman ku saja pak." balas ku.
"Gimana sih kamu,masa iya mba nya pacaran dengan dua cowok sekaligus dalam satu kelas." timpal pak supir yang ikut memperhatikan.
"Iya juga ya......." balas pak kondektur sambil tersenyum.
"Oh iya pak,apa kita tidak kan istirahat dulu?" tanya ku.
"Istirahat lah mba,ini sebentar lagi kita akan sampai di rest area nya." bakas pak kondektur.
"Syukurlah,soalnya aku sudah kebelet nih."
"Sebentar lagi kok,"
Dan benar saja,5 menit kemudian kami pun beristrihat di rest area yang di sebutkan oleh kondektur nya tadi. Aku pun dengan segera beranjak dari duduk ku dan langsung turun.
"Nel......!" seru ku melihat Nela yang baru saja keluar dari bis nya.
Dia pun langsung tersenyum dan menghampiri ku.
"Kamu mau toilet juga?" tanya nya.
"Iya nih,aku sudah kebelet banget."
"Sama aku juga,"
"Ya udah yuk....." ajaknya sambil menarik tangan ku.
Untungnya,bis nya sendiri parkir tidak jauh dari toilet umum jadi aku tidak kesusahan untuk mencarinya.
Setelah selesai,aku dan Neli pun langsung keluar dan mendekati rombongan.
"Gimana tadi selama di perjalanan,kamu mabuk nggak?" tanya nya.
__ADS_1
"Tentu saja,tidak dong.Aku tadi kebanyakan mendengar musik dari ponsel saja."
"Ih sama dong,aku juga gitu.Lumayan lah,sambil tidur juga.Jadi kan perjalanan jauh pun tidak terasa."
"Kamu tahu sendiri,aku tuh paling gak bisa tidur kalau berada di atas kendaraan.Yang ada,nanti aku malah pusing lagi." timpal ku.
"Oh iya,kalau Sigit gimana?" tanya ku.
"Dia mah,baru aja bis nya berangkat udah tepar duluan.Pantas saja,dia udah sedia bantal leher." jelas Nela.
"Mending dong,coba kamu bayangkan.Selama di perjalanan tadi tuh,Rio sama Edra kerjaan nya bolak-balik ngecek aku kedepan.Lucu nggak sih,kayak aku apa aja."
"Ya kan emang mereka berdua seperti itu dari dulu." timpal nya.
"Iya sih,tapi aku merasa malu aja sama anak-anak yang lain takit risih meliha nya."
"Nggak lah,kan mereka juga udah pada tahu ini." balas Nela.
"Ya udah yuk,sebaiknya kita cari mereka.Katanya Sigit,tadi dia mau beli makanan untuk ganjal perut." lanjut Nela.
Aku dan Nela pun langsung mencari keberadaan tim cowok.Aku dan Nela sempat kesusahan mencari mereka bertiga,di tengah luas nya rest area.
Sampai akhirnya,setelah mencari sekitar 5 menitan,aku pun melihat keberadaan mereka yang tengah asik duduk di bawah pohon sambil ngobrol.
"Itu dia mereka....." tunjuk ku.
"Eh iya,aku kira mereka di warung atau mini market gitu nungguinnya."
Rio pun langsung melambaikan tangan nya,setelah melihat aku dan Nela berlari ke arah mereka.
"Ya ampun,aku kira kalian berdua pingsan di dalam toilet."ucap Rio
"Iya kali pingsan,terus kalau beneran pingsan siapa yang akan menolong kami aneh," timpal Nela.
"Wih santai dong Nel,aku kan cuma becanda saja." balas Rio.
"Kayak nya Nela itu sensitif,karena dia udah lapar."timpal Sigit.
"Kebetulan banget,tadi kami sempat beli p*p mie juga." ucap Edra.
Aku pun memang sudah melihat 5 cup mie dan minuman yang di biarkan tersimpan di depan mereka bertiga.
"Ih ya ampun,pengertian banget sih.Tahu aja kalau aku udah lapar sekali." ucap Nela.
"Ya bukan kamu aja,kita juga sama kali." timpal Rio.
"Udah deh,kalian malah pada ribut.Sebaiknya kita cepat makan ini mie nya,nanti keburu dingin nggak enak lagi." ucap Sigit.
Kami berlima pun,sama-sama menikmati mie nya sambil duduk di bawah pohon.
"Emang paling cocok yah,lagi perjalanan jauh kayak gini makan kayak ginian." ucap Rio.
"Bener banget," sambung Sigit.
__ADS_1
"Eh iya,kira-kira berapa jam lagi sih untuk kita sampai ke hotelnya?" tanya ku.
"Aku juga tidak tahu pasti,tapi kalau aku lihat sih sekitar 5-6 jam lagi." balas Sigit.
"Eh buset,masih lama juga yah.Padahal dari tadi,kita tuh udah lewat tol loh."
"Gimana kalau kita lewat jalur biasa," lanjut Rio.
"Eh iya,kok aku tidak lihat Farel sih?" tanya ku.
"Ah dia,tadi aku juga sempat mengajak nya untuk bergabung sama kita.Hanya saja,dia udah lebih dulu pesan mie rebus di mini market bareng sama Dias dan Eko." jelas Rio.
"Oh gitu,ya syukur deh kalau dia ada teman nya.Aku takut aja,dia sendirian kan kasihan."
"Tenang aja,lagi pula dia tipe anak yang gampang berbaur sama siapa saja kok." balas Rio kembali.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Setelah menghabiskan semua makanan nya,kami pun langsung kembali ke dalam bis kami masing-masing.
Dan ternyata benar,Farel sudah berada di dalam bis nya lebih dulu dengan Dias dan Eko.
"Aku kira kamu kemana," ucap ku lebih dulu menyapa nya.
"Ada kok,tadi emang Rio sama Edra sempat mengajak ku untuk bergabung.Tapi,aku sudah terlanjur bergabung sama Dias dan Eko." jelas Farel.
"Iya,tadi juga Rio sudah cerita."
Edra pun tiba-tiba saja menarik ku dan mengajak ku duduk di kursi yang iya tempati dengan Rio.
"Kamu apa-apaan sih,kok malah ngajak aku ke sini?"
"Sebentar saja,sebelum bis nya berangkat lagi."
"Lagi pula,tidak ada larangan juga kan." lanjut nya.
"Ya iya sih,tapi kan emang siswa cewek sama cowok di pisah."
"Tidak apa-apa,mumpung guru pembimbingnya belum masuk."
"Huh,mau nya emang...." timpal Rio.yang baru saja menghampiri kami berdua.
"Dari tadi tuh ya,dia terus aja bilang....."
"Rio......" seru Edra.
"Bilang apa?" tanya ku.
"Nggak jadi,aku hanya asal bicara aja." balas nya.
"Apa sih?" tanya ku sama Edra.
Edra pun langsung memalingkan wajah nya dan melihat ke arah luar.
__ADS_1