
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
"Kok,kamu malah ketawa sih?" tanya ku kesal.
"Ya lagian kamu lucu sih.Aku kira apaan," balasnya santai.
"Udah,mending kamu mandi aja sana,sebentar lagi waktunya untuk kita makan." lanjut Nela.
Aku pun dengan perasaan yang masih kesal lamgsung masuk ke dalam kamar mandinya.
Tidak harus menunggu lama,akhirnya aku pun selesai dan sudah berganti pakain.
"Ya udah yuk,kayaknya cowok-cowok udah nungguin kita deh di bawah." ajak Nela.
"Bentar dong,aku pake lipstik dulu supaya nggak kelihatan pucat banget."
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Tidak lama setelah itu,aku dan Nela pun turun ke lantai satu untuk mencari makan.Untung saja,mereka ber empat belum meninggalkan aku dan Nela.
"Maaf yah lama," ucap ku setelah menghampiri mereka.
"Nggak apa-apa,lagi pula kita juga sama baru sampai." timpal Rio.
Kami pun langsung keluar dari area hotelnya.Untung saja,di dekat hotelnya itu banyak terdapat cafe dan restoran yang menjual banyak makanan.Jadi kami ber enam,tidak begitu kesusahan untuk mencari makan nya.
"Enaknya makan apa yah?" tanya Rio.
"Yang simple-simple aja,lagian kan nanti jam 7 malam kita bakalan dapat jatah makan di hotel." ucap Sigit.
"Ya udah,gimana kalau makan pi**a h*t aja," usul Nela.
"Boleh juga,"
"Ya udah yuk......" ajak Sigit.
Kami ber enam pun langsung menuju ke restorannya.Dan yang bertugas untuk memesannya itu adalah Farel dan Sigit.Sedangkan kami mencari tempat duduk yang masih kosong.
Kebetulan,pengunjungnya bukan hanya ada kami saja.Tapi,ada juga siswa lainnya yang sudah lebih dulu sampai di sana.
Tidak lama setelah itu,Sigit dan Farel pun langsung bergabung dengan kami.
"Gimana?" tanya Rio.
"Udah,"
"Untungnya,hari ini lagi ada promo.Jadi tadi aku pesan tiga tidak sampai 200.000 ribu." jelas Farel.
"Wih banyak juga yang kalian pesan."
__ADS_1
"Tidak apa-apa,lagi pula kalau tidak habis kita kan bisa di bawa pulang ini." timpal Sigit.
"Benar juga," balas ku.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Setelah menunggu hampir 15 menit,akhirnya pesanan kami.pun datang.Tanpa menunggu lama,kami pun langsung mengambil bagian.
Saking sudah lapar nya,tidak ada satu pun yang mengeluarkan suara.Kami sama-sama menikmati makanan nya.
Aku pikir pizza yang ukurannya cukup besar sebanyak 3 biji tidak akan habis,tapi ternyata dugaan ku salah.Tidak ada yang tersisa satu poting pun di kotaknya.Hanya ada beberapa bungkus saus saja.
"Lihat lah,ternyata kita rakus juga." ucap Rio.
"Wajar lah,dari terakhir kita istirahat.Emang baru sekarang kan kita baru makan lagi." timpal Nela.
"Ya meskipun ada cemilan juga,tapi tetap aja masih belum cukup buat perut kenyang."
"Bener banget," timpal Farel.
Sedari tadi,kebanyakan hanya dari mereka saja yang saling mengobrol satu sama lain.Sedang kan Edra kebanyakan diam dan hanya pokus dengan ponselnya.
Sesekali,aku mencuri-curi pandangan darinya.Aku merasa canggung saja,saat ketemu Edra sekarang setelah kejadian tadi.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Malam harinya setelah acara makan malam,aku langsung kembali ke kamar untuk istirahat.Sedangkan Nela,dia masih di lantai satu untuk berkumpul dengan yang lainnya.
"Ya ampun,sampai kapan aku merasa seperti ini saat di dekat Edra." ucap ku pelan.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Pagi harinya,tepat jam 7 pagi kami sudah berkumpul di mobil bis kami masing-masing.Hari ini meruoakan jadwal untuk berkunjung ke candi borobudur,kebun binatang dan candi prambanan.
Setelah semua siswa berkumpul,guru pengawas pun langsung meminta kami untuk masuk ke dalam bis kami masing-masing.
Seperti biasa,aku duduk bersama Vina kembali.
"Hai....." sapa ku.
"Hai juga," balas nya.
"Gimana semalam,apa kamu beristirahat dengan lelap?" tanya ku.
"Tentu saja,mungkin karena kemarin habis menempuh perjalanan yang cukup lama juga." jelas nya.
"Iya aku juga sama,"
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
__ADS_1
Hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam 40 menit,kami pun akhirnya sampai di area candinya.Setelah mendapatkan arahan,kami semua langsung memasuki area candi nya.
Aku di buat takjub dengan apa yang ada di depan ku sekarang.Tidak henti-hentinya aku dan Nela berseru melihat keajaiban bagunan yang begitu besar.
Aku dan Nela pun sempat membaca sejarah di bagunnya candi itu.Aku dan Nela sama-sama di buat takjub setelah membaca sejarahnya.Tidak lupa juga aku mencatat singkat di buku kecil yang aku bawa.
Setelah berkeliling sekitar 30 mebitan,aku dan Nela memita Farel untuk mengambilkan kami foto untuk di jadikan kenang-kenangan dari ponsel ku.
Karena memang,saat itu kebetulan Farel yang berada dekat dengan kami berdua.
"Makasih ya Rel...." ucap ku setelah dia mengembalikan ponsel ku.
"Sama-sama....."
Tidak lupa juga,aku menawari untuk dia juga mengambil foto di sana.
"Oh iya,yang lain nya mana sih?" tanya Nela.
"Sepertinya mereka sudah naik duluan ke atas deh," ucap Farel.
"Ya udah yuk,kita juga ke atas.Aku ingin lihat apa saja yang ada di atas sana." ajak Nela.
Setelah menaiki beberapa anak tangga,kami pun akhirnya sampai di puncak nya.Tapi ternyata setelah sampai di sana,aku tidak mendapati Edra dan yang lain nya.
"Loh kok,mereka nggak ada di sini?" tanya Nela.
"Ya mungkin lagi keliling di area sini." ucap Farel.
"Iya Nel,kan ini luas.Nanti juga kita akan ketemu kok sama mereka."
"Aku kan ingin mengambil foto bareng-bareng sama mereka.Dari tadi,kita berpencar terus,belum ada satu foto pun yang kita ambil di sini bareng-bareng." jelas nya.
Baru juga selesai Nela berbicara,tidak lama kemudian Edra dan yang lainnya datang.
"Ya ampun,aku cari-cari kalian.Ternyata kalian malah ada di sini." ucap Rio.
"Ih gimana sih,aku malah yang dari tadi cariin kalian." timpal Nela.
"Udah,yang terpenting sekarang kita udah kumpul di sini." ucap Sigit mencoba untuk menengahi Nela dan Rio.
"Tahu nih,tadi aja nyariin."
"Sekarang udah ketemu malah ribut," lanjut Edra.
"Ayo kita ambil beberapa foto,untuk kenang-kenangan." ajak Sigit.
Kami pun meminta tolong sama salah satu siswa yang kebetulan ada di dekat kami.Tiba-tiba saja,aku kaget karena Edra langsung menggenggam tangan ku.
Aku pun langsung melihat ke arahnya kaget,sedangkan dia malah tersenyum lebar melihat ku.
__ADS_1
Dan sial nya,saat itu pula aku melihat Mela yang baru saja datang dengan teman-temannya langsung melihat ke arah ku dengan tatapan yang kesal.