
¢ ¢ ¢ ¢ ¢
Dua hari kemudian aku menerima pesan dari pak Bambang untuk datang ke sekolah.Karena memang sehabis study tour kemarin kami libur selama 5 hari.
Edra pun pagi- pagi sudah datang menjemput ku,
"Ayo......." ajak nya.
Aku pun langsung naik ke atas motor nya dan langsung berangkat menuju ke sekolah.Selama di perjalanan aku hanya terdiam,memikirkan bagaimana nanti reaksi Edra setelah tahu kejadian yang menimpa ku waktu itu yang sebenar nya.
¢ ¢ ¢ ¢ ¢
Sesampai nya di depan sekolah,di sana udah ada Rio,Farel dan Vina.
"Loh kok,ada mereka juga.Memang nya ada apa sih sebenar nya?" tanya Edra saat kami turun dari motor.
''Sebaiknya kita langsung masuk ke dalam aja,aku juga sama penasaran.'' balas ku.
Edra tampak terkejut melihat Mela yang tengah menangis di ruangan pak Bambang.Dia tampak kebingungan dengan apa yang sebenar nya terjadi.
''Sebenar nya,ada apa ya pak?'' tanya Edra.
"Duduk dulu,bapak akan menjelaskan semuanya hari ini.''
Aku pun duduk di samping Edra,supaya aku bisa menahan nya saat nanti dia tidak bisa mengendalikan emosinya.
Pak Bambang pun langsung menceritakan semuanya,begitu pun dengan apa yang Vina ketahui.
Terlihat,raut wajah Edra yang sudah kesal dan memerah menahan amarah nya.Aku pun langsung menggenggam tangan nya dan mencoba menenangkan nya.
Pak Bambang pun memberi keputusan untuk menghukum Mela dan satu temannya.Serta memanggil orang tua nya untuk di beri bimbingan.
¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢
Hampir satu jam kami semua berada di ruangan pak Bambang,akhirnya kami pun di persilahkan pulang lebih dulu.Sedangkan Mela dan satu temannya masih ada di dalam ruangan.
Setibanya di parkiran,Edra langsung marah pada ku dan Rio.
"Maksud kalian berdua apa? Kok malah menutupi kejadiannya sih?" tanya nya.
"Maksud kami tidak seperti itu,hanya saja aku berpikir emang lebih baik semuanya di selesaikan saat kita sudah kembali di sini."
"Kalau kita membahas nya di sana,nanti takutnya malah mengganggu yang lainnya.'' lanjut Rio.
"Karena aku tahu dan takut,kamu pasti akan berbuat hal yang tidak di ingin kan saat mengetahui kebenarannya waktu kita masih di sana.'' timpal ku.
''Iya ini juga demi kebaikan kita bersama,lagi pula sekarang kan Mela sudah menerima hukumannya." sambung Farel.
"Tetap saja,aku merasa kesal."
"Sudahlah,sebaiknya kita pulang saja.Nanti yang ada kalau kamu ketemu sama Mela kamu malah melakukan hal yang tidak baik." ajak Rio.
''Itu tidak sebanding dengan apa yang di lakukan dia terhadap Tami." balas Edra.
__ADS_1
"Sudahlah," Rio pun berusaha menenangkan nya.
Edra pun langsung menarik tangan ku dan langsung mengajak ku untuk pulang.Sepanjang perjalanan dia hanya diam saja dan tidak menghiraukan saat aku mengajaknya ngobrol.
Aku pun memilih untuk ikut diam juga,karena kalau aku terus berusaha mengajak nya mengobrol yang ada nanti Edra malah semakin kesal dan marah pada ku.
¢ ¢ ¢ ¢ ¢
Seminggu kemudian aku pun kembali bersekolah,saat ini aku tengah berada di ruangan laboratorium sehabis mengikuti praktik pelajaran fisika.
Saat aku keluar dari sana,aku tidak sengaja berpapasan dengan Mela yang sepertinya habis dari ruang guru.
"Heh Tami......" panggil nya.
''Akhirnya aku bisa melihat kamu lagi,"
"Sudah puas kamu,karena sudah berhasil buat aku di hukum dan sekarang Edra semakin membenci ku." lanjut nya.
''Kenapa kamu malah marah? Bukan kah semua itu memang ulah kamu bukan?"
"Apa yang kamu lakukan sekarang,bukan membuat Edra semakin dekat sama kamu.Tapi malah buat dia semakin jauh saja sama kamu." lanjut ku.
"Kamu tidak usah memberitahu ku,"
"Aku bukan memberi tahu kamu,aku hanya ingin kamu sadar.Kamu tidak akan pernah bisa mengubah perasaan Edra,meskipun kamu terus menyakiti aku." balas ku.
Aku pun langsung melangkah kan kaki ku dan beranjak pergi dari hadapannya.
¢ ¢ ¢ ¢ ¢
Tanpa berbicara apa-apa,aku langsung meraih minumannya dan menghabiskannya langsung.
''Kamu haus apa doyan?'' tanya nya.
"Aku kesal," balas ku.
"Kenapa sih? Emangnya kamu habis ngapain?" tanya nya kembali.
"Aku barusan ketemu sama Mela,emang yah susah.Mau di hukum seperti apa pun,dia tidak akan pernah berubah.Yang ada dia malah makin menjadi," jelas ku.
"Lah,emang nya dia udah ngelakuin apa sama kamu?" tanya nya.
"Ya dia marah,karena dia mendapatkan hukuman kemarin itu."
"Aneh,emang sudah seharusnya kali.Emang dia nya aja yang nggak sadar diri." balas Rio.
"Eh tapi,jangan sampai cerita ini sampai sama Edra."
"Tahu sendiri,kemarin juga aku sampai beberapa hari membujuk dia untuk berbaikan." lanjut ku.
"Iya lah pasti,gimana sih kamu.Masa iya,aku malah kasih tahu dia. Sama aja,kayak bunuh diri." timpal Rio.
"Oh iya,sekarang dia dimana? Kok nggak kelihatan.''
__ADS_1
"Tadi dia pergi ke perpustakaan untuk balikin buku yang kemarin di pinjam''
"Paling bentar lagi,dia udah balik lagi."
"Ya udah kalau gitu,"
¢ ¢ ¢ ¢ ¢
"Eh,kalian lagi ngapain berduaan aja di sini?'' tanya Nela yang baru saja datang.
"Menurut kamu? Ya lagi nyantai lah,kan ini waktunya istirahat." timpal Rio.
"Oh iya,aku pesan dulu makanan nya yah." Nela pun pergi menuju ke warung untuk memesan makanan.
Tidak lama setelah kepergian Nela,aku melihat Edra dan Sigit datang sambil mengobrol.
"Itu di mereka.....'' tunjuk Rio.
"Eh ingat yah,kamu jangan sampai ember."
"Iya tenang aja." balasnya.
Edra dan Sigit pun langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan aku dan Rio.
"Kalian tahu nggak?" ucap Sigit.
"Tahu apa?" tanya Rio.
"Kalau tidak ada aku,Edra pasti sudah memukul Mela tadi."
"Kenapa?" tanya ku.
"Aku kesal aja,aku padahal udah ajak dia bicara baik-baik.Tapi dia malah,buat aku kesal."
"Emang yah susah," lanjut nya.
"Ya ampun lagian kamu ngapain sih,malah ketemu sama dia." ucap Rio.
"Aku tidak sengaja tadi berpapasan waktu di perpustakaan."
"Untung aja,aku tadi lewat dan melihat mereka sedang adu mulut." sambung Sigit.
"Siapa yang adu mulut?" tanya Nela yang baru saja kembali.
''Ini Edra tadi sempat adu mulut sama Mela,"
"Terus gimana?" tanya nya.
"Ya gak gimana-gimana,soalnya aku langsung melerai Edra dan langsung membawa nya ke sini." jelas Sigit.
"Syukurlah,"
"Sudah,sebaiknya kalian sekarang pesan makan aja." suruh Nela.
__ADS_1
"Aku nggak nafsu untuk makan,aku masih kesal....." balas Edra.
Dia pun langsung beranjak dari tempat duduk nya dan keluar dari kantin.