
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Sesampainya di parkiran sekolah,aku langsung turun dan memberikan helm nya sama Edra.
"Oh iya aku lupa....." ucap Edra.
"Kenapa?" tanya ku heran.
Dia pun langsung merogoh sesuatu dari dalam tasnya.
"Nih,ini bukan permen jeli kesukaan kamu itu." ucap Edra sambil memberikan beberapa bungkus permen jeli nya pada ku.
"Wah,iya ini...." seru ku.
"Ini kamu dapat dari mana?" tanya ku.
"Semalam kebetulan ibu pergi ke super market.Jadi aku sekalian nitip untuk membelikannya buat kamu." jelas Edra.
"Ih baik banget sih,makasih banget yah." ucapku tak terhenti sambil tersenyum.
Aku pun langsung menyimpannya ke dalam tas.Tidak lama setelah itu,Sigit dan Rio pun datang berboncengan.
"Pagi......." seru Rio setelah memarkirkan motornya.
"Git,jadinya motor kamu harus di rawat juga?" tanya Edra.
"Iya,ternyata ada masalah yang cukup serius.Udah lama juga sih aku nggak servis motor ku itu." jelas Sigit.
"Eh iya,Nela mana? Kalau kamu ikut sama Rio."
"Dia udah duluan kok,mungkin sekarang udah di kelas." balas Sigit.
"Eh iya,aku dengar kata anak-anak tadi depan di mading ada pengumuman khusus untuk kelas XI." ucap Rio.
"Wih,kalau masalah informasi aja kamu yang paling cepat." timpal ku.
"Terus kamu tanya? Apa isi pengumuman nya?" lanjut ku.
"Ya tanya lah,hanya saja kata mereka suruh lihat sendiri saja biar lebih jelas." ucap Rio.
"Iya lah,harus."
"Ya udah yuk,aku juga penasaran dengan pengumumannya." ajak Sigit.
Kami berempat pun langsung menuju ke lobi sekolah untuk melihat pengumuman yang di bicarakan Rio barusan.
Sesampainya di sana,ternyata benar sudah banyak siswa kelas XI lainnya yang sedang berkumpul di depan mading dan berlomba untuk melihat pengumumannya.
"Eh maaf dong kasih jalan,aku juga mau lihat nih." ucap Rio sambil berusaha menyelinap di antara kerumunan siswa lainnya.
Perlahan saru persatu dari mereka pun pergi.Aku dan Edra memilih untuk menunggu siswa yang lainnya selesai.Meski pun teman kami berdua Rio dan Sigit sedang berjuang untuk mencari celah untuk melihat pengumumannya.
"Edra,Tami cepat sini....." seru Sigit yang sudah berhasil mendapatkan celahnya.
Edra pun langsung menarik tangan ku dan langsung ikut bergabung dengan Rio dan Sigit.
Aku pun langsung membacanya dengan teliti,apa isi dari pengumuman itu.
...PENGUMUMAN...
...Memberitahukan kepada Orang tua/wali murid kelas XI SMAN 3 Harapan Bangsa Kuis Berhadiah, untuk menambah pengetahuan serta wawasan yang berkaitan dengan IPTEK serta budaya Indonesia untuk siswa XI, pihak sekolah akan mengadakan kegiatan kunjungan pendidikan (study tour) serta wisata yang akan dilaksanakan pada 15 April 2021....
__ADS_1
...Adapun rencana kegiatan study tour dan wisata dalam uraian berikut:...
...Tujuan Wisata...
...Adapun rencana tujuan study tour wisata kelas XI sebagai berikut :...
...1. Candi Borobudur...
...2. Pantai Parangtritis...
...3. Candi Prambanan...
...4. Kawasan Keraton Yogyakarta...
... 5.Monumen Jogja kembali...
...6.Museum Dirgantara...
...7.Museum Batik...
...8.Jalan Malioboro...
...9.Pusat Oleh-oleh...
...Fasilitas...
...Fasilitas yang akan didapatkan siswa yang mengikuti wisata study tour antara lain :...
...1. Bus Pariwisata Full AC, Wifi, Charger HP, TV, Musik...
...2. Tiket masuk area wisata...
...3. Konsumsi selama perjalanan wisata (makan 3x sehari)...
...5. P3K...
6.Asuransi Jiwa
...Untuk mendukung terwujudnya acara ini, setiap siswa yang mengikuti study tour dikenakan biaya sebesar Rp 1.255.000....
...Biaya tersebut sudah termasuk hotel selama 2 hari 3 malam.Terima kasih....
Jakarta,4 April 2021.
Kepala Sekolah,
Karso.M.Sc
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
"Wah,ini kita wajib ikut sih...." ucap Rio setelah selesai membacanya.
"Ih kamu mah aneh,kan emang di sini sudah di tulis dengan jelas untuk kelas XI." timpal ku.
"Haha......"
"Iya juga yah," balas Rio tersipu malu.
"Berarti sekitaran 2 mingguan lagi kan keberangkatannya.Cukuplah,buat aku mempersiapkan semuanya." lanjut Rio.
"Siapin apa kali," timpal Edra.
__ADS_1
"Ya baju,sepatu sama yang terpenting bekal selama di sana.Gimana sih kamu," balas Rio.
"Kamu lupa memang,pas tahun kemarin kan Rio yang paling sibuk nyiapin semua keperluannya.Sampai-sampai dia yang hanya membawa koper yang ukurannya paling besar." jelas ku.
"Tentu saja aku ingat,itu adalah kenangan yang nggak akan pernah terlupakan." balas Edra.
"Apalagi sama bantal yang dia selalu bawa itu," sambung Sigit.
"Mulai deh kalian,mengejek ku." ucap Rio.
"Nggak deh,tapi apa yang kita omongin kan emang benar bukan? Itu faktanya."
"Ya paling kalau udah ada pengumumannya,hari ini atau besok surat untuk orang tua kita udah di bagiin." jelas Edra.
"Iya lah pasti...." sambung Sigit.
"Ya udah yuk,karena kita sudah tahu isi pengumumannya apa.Lebih baik kita langsung ke kelas aja." lanjut Edra.
"Iya yuk,kasihan Nela dari tadi pasti sudah menunggu kita lama." ucap ku.
Dan ternyata benar,apa dugaan kami Nela sedang duduk termenung sendirian di depan kelas sambil melihat ke arah lapangan.
"Nel......!" seru ku.
Dia pun tampak terkejut dengan seruan ku barusan dan langsung melihat ke arah ku.
"Ya......." serunya.
Aku pun langsung berlari untuk menghampirinya.
"Kalian lama banget sih,aku di sini sendirian dari tadi sudah hampir 30 menit aku hanya duduk saja." ucap nya kesal.
"Iya maaf,soalnya tadi kita habis lihat pengumuman yang di tempel di mading itu." balas ku.
"Oh pengumuman itu,aku sudah melihatnya tadi."
"Iya lah,kan kamu emang yang paling lebih dulu datang aneh." ucap Rio.
"Ingat yah Rio,kamu jangan sampai mengulangi lagi cerita seperti tahun kemarin."
"Kamu membawa koper yang ukurannya paling gede sama bantal kelinci yang selalu kamu bawa kemana-mana." lanjut Nela.
"Nel......."
"Ini masih pagi loh,kamu jangan memulai pertengkaran kita hari ini.Aku masih belum ada tenaga untuk memulainya." lanjut Rio.
"Tahu nih Rio,dari tadi kayak nggak semangat." ucap Sigit.
"Gimana aku semangat,"
"Kalian tahu,ada kejadian yang buat aku malu sampai sekarang." lanjut Rio.
"Apa....?" ucap kami berempat bersamaan.
"Tadi pagi,aku salah minum susu.Aku malah minum susu ibu hamil milik kakak ipar ku." jelas Rio sambil menepuk-nepuk jidatnya.
Sontak saja,kami berempat pun langsung tertawa seketika mendengar ucapan Rio barusan.
"Ya lagian kamu aneh sih,gimana bisa kamu sampai salah minum kayak gitu?" tanya ku.
"Aku nggak tahu,kalau ternyata kakak ipar ku sedang menginap di rumah.Terus dia meletakkan gelas isi susu nya di tempat yang biasa aku tempati.Ya aku kira itu susu yang di buatkan untuk aku lah.
__ADS_1
"Pantas saja rasanya hambar dan seperti ada teksturnya gitu." lanjutnya.