
♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ♧
"Iya nih,kakak ku udah ada di depan.Soalnya hari ini aku nggak bawa motor." jelasnya.
"Oh gitu,gimana dong.Aku jadi nggak enak sama kamu,malah kamu harus pulang lebih dulu."
"Tidak apa-apa.Lagi pula,kan aku udah pernah mencobanya."
"Ya udah ya,kalau gitu aku duluan yah." Dia pun langsung keluar dari antrian dan langsung berlari menuju gerbang depan.
"Ya ampun aku jadi merasa bersalah sama dia." ucap ku pelan.
Aku pun akhirnya perlahan maju,karena antrian yang ada di depan ku pun semakin berkurang dan hanya meninggalkan 3 orang saja.
Tidak lama kemudian,Edra dan Rio pun datang menghampiri ku.
"Ya ampun,kalian kemana aja sih?Aku di sini dari tadi nungguin kalian sendirian tahu." ucap ku kesal.
"Ya ampun,maaf yah.Soalnya tadi ada masalah dengan motornya Sigit." jelas Rio.
"Ya udah,jadinya kalian mau pesan apa aja?"
"Pesan saja beberapa menunyang berbeda supaya kita bisa nyobain semuanya." balas Rio.
Dia pun kemudian memberikan 2 lembar uang pecahan 100.000 ribuan.
"Nih....." ucapnya.
"Ya udah kalian tugasnya,nyari tempat duduk untuk nanti kita makan." pinta ku.
"Oke...."
Rio pun langsung beranjak pergi dan Edra tetap di sampingku.Dia minta supaya bisa membantu ku untuk membawa pesananya.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Setelah menunggu sekitar 10 menitan akhirnya pesanan yang aku order tadi pun sudah selesai.
Aku dan Edra pun sama-sama membawa masing-masing satu nampan.
"Itu dia mereka....." ucap Edra.
Aku dan Edra langsung menuju ke tempat di mana teman-teman ku duduk.
"Silahkan......" ucap ku sambil menyimpan pesanannya di atas meja.
"Wah.......!" seru mereka bertiga bersamaan.
Aku pun langsung duduk di samping Edra,karena dia memang sengaja sudah menyiapkan kursi kosong di sebelahnya.
"Kamu mau yang mana?"tanya Edra.
"Itu aja yang rasa coklat."
Dia pun langsung mengambilkan ku satu cup eskrim coklat.
"Eits......" Rio langsung menepuk tangan Edra.
"Sebentar,aku harus ambil dulu beberapa foto dan vidio.Ini yang terpenting soalnya,kamu nggak ingat apa alasan terbesar ku ngebet banget ingin ke sini." lanjut Rio.
__ADS_1
"Ya udah lah,terserah kamu aja." ucap sigit melihat tingkah Rio.
Setelah menunggu beberapa saat,akhirnya kami pun sama-sama menikmati apa yang sudah aku pesan tadi.
"Makasih ya,berkat kamu aku sudah tidak penasaran lagi sama tempat ini." ucap Rio.
"Sama-sama......"
"Asal jangan terlalu sering saja." lanjut ku.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Setelah berpisah dengan Rio,Sigit dan Nela,karena memang rumah kami yang arahnya yang berbeda.Aku dan Edra pun langsung pulang ke rumah.
Sesampainya di depan rumah Edra,dia mengajak ku untuk mampir ke rumahnya terlebih dulu.
Aku sama sekali tidak punya alasan untuk menolak ajakkan nya ini.Karena memang hampir setiap hari,setelah pulang sekolah aku pasti mampir dulu ke rumahnya dia.Meski pun hanya untuk sekedar minum saja.
"Eh Tami....!" seru tante Nesha yang tengah duduk dinruang tamu sambil nonton TV.
Aku pun langsung menghampiri beliau dan langasung memeluknya.
"Gimana sekolah hari in,lancar nggak?" tanya beliau.
"Lancar dong," balas ku.
"Iya sih lancar,tapi seperti biasa bu dia tertidur di kelas." ucap Edra.
"Ya ampun,anak tante ini." ucap tante Nesha sambik mencubit hidung ku gemas.
"Udah makan belum? Kebetulan tante udah buat makan siang."
"Belum lah bu," timpal Edra kembali.
"Ibu nanya nya ke Tami,bukan ke kamu." lanjut tante Nesha.
"Anak ibu kan Edra......" rengeknya.
"Ya iya.Tapi,Tami juga sama anak kesayangan ibu juga." jelas tante Nesha sambil tersenyum.
"Ya udah sana,kalian makan dulu." suruh tante Nesha.
"Iya tante," aku pun langsung beranjak dari duduk ku dan langsung menuju ruang makan di rumahnya Edra.
Aku sendiri sudah terbiasa dengan perlakuan tante Nesha seperti tadi,karena memang sejak dulu beliau lah yang memberikan ku perhatian sebagai sosok ibu di hidup ku.
"Nih....." ucap Edra memberikan piringnya.
"Makasih....."
"Senang banget yang selalu di manjain sama ibu ku." ucapnya.
"Iya lah...." balas ku sambil tersenyum.
"Aku mau itu dong ayam goreng lengkuas sama capcai." pinta Edra.
Aku langsung meraih piring milik Edra dan langsung mengambilkan apa yang dia minta barusan.
"Emang yah,masakkan ibu kamu tidak pernah gagal." ucap ku.
__ADS_1
"Iya dong." balas nya penuh bangga.
"Eh iya,nanti aku ke rumah kamu yah.Aku mau pinjam pelajaran Biologi yang waktu hari kemarin itu."
"Ada beberapa halaman yang terlewat,tahu sendiri kemarin aku dan Rio ikut latihan basket di lapangan." lanjut Edra.
"Ah itu,ya udah sih tinggal ambil aja."
"Habisin yah,aku tidak mau menghabiskan sisa makanan kamu hari ini.Tadi di toko es krim itu aku sudah kekenyangan." lanjut Edra.
"Hahaha...."
"Iya ya,aku sampai lupa.Tadi kan kamu banyak nya ngabisin minuman dan es krim yang aku ambil.Belum lagi yang kamu pilih." balas ku.
Saat aku dan Edra tengah asik menikmati makanannya,tante Nesha pun menghampiri kami berdua.
"Gimana?" tanya nya.
"Enak ding tante,masakan tante itu tidak ada yang pernah gagal." balas ku.
"Ya ampun Tami......"
"Kamu pintar banget sih,ambil hati tante." ucapnya sambil tersenyum.
"Ini bukan hanya sekedar pujian tante,tapi ini fakta." balas ku kembali.
Tante Nesha pun langsung tertawa mendengar perkataan ku barusan.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Sesampainya di rumah,aku seperti biasa menghampiri bibi di halaman belakang.Seperti biasa dia tengah melipat pakaian yang hari ini beliau cuci.
"Bibi.....!" seru ku.
"Eh non,udah pulang ternyata."
"Bi,minta tolong dong......"
"Tami mau es jeruk yang biasa bibi buat itu." lanjut ku sambil merangkul tangannya.
Bibi pun langsung tersenyum,dengan apa yang aku lakukan.
"Ya udah.Sambil bibi membuatkan es jeruknya non,sebaiknya mandi dulu." pinta bibi.
"Iya deh....."
Aku pun langsung beranjak dari tempat duduk ku dan langsung menuju lantai dua menuju kamar ku.
Setelah selesai mandi,aku langsung turun ke bawah untuk mengambil es jeruk buatan bibi dan meminumnya di taman belakang sambil melihat peliharaan ikan koi milik ayah.
"Ya ampun,ini ikan nggak kerasa banget udah gede lagi aja." ucap ku sambil memperhatikan setiap gerakkannya.
"Kamu kok bisa-bisanya sih,malah ngobrol sama ikan." ucap Rio mengagetkan ku.
"Ya ampun Rio,aku kira siapa." ucap ku kaget.
"Kamu ngapain ke sini?" tanya ku.
"Galak banget,santai dong woy."
__ADS_1
"Aku ke sini mau balikin nih, helm kamu." lanjut Rio sambil memberikan helm nya.
"Lah kok bisa ada sama kamu?" tanya ku heran.