
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Aku melihat Edra yang tengah membawa beberapa kantong belanjaan di tangan nya.
"Aku tidak menyangka,ternyata dia gemar berbelanja juga," ucap Vina.
"Kayak nya itu bukan milik Edra semua deh," sangkal ku.
Dan benar saja dugaan ku,tidak lama setelah itu dari belakang terlihat Rio yang berlari menyusul Edra sambil membawa beberapa minuman.
"Itu pasti punya nya Rio....." lanjut ku.
"Oh gitu yah,aku kira punya dia."
Aku pun langsung menghampiri Edra ke pintu belakang untuk membantu nya.
"Ini pasti ulahnya Rio," ucap ku.
"Ya siapa lagi...."
"Hei kalian malah ngomongin aku lagi,kan jarang-jarang kita kesini." timpal Rio tidak terima.
"Ya memang,tapi kan ini baru aja di satu tempat.Belum nanti di tempat lainnya,bagaimana kamu nanti bawa pulang semua ini?" balas ku.
"Gampang,aku tinggal beli lagi koper atau tas belanjaan untuk menampung semua barang belanjaan ku nanti."
"Ya sudah lah,gimana kamu aja." ucap Edra langsung menyimpan belanjaan nya di bagian belakang bis.
"Nih aku tadi beli jus jeruk," ucap Rio memberikannya pada ku.
"Pantas tadi Edra tampak kesulitan sendirian membawa barang-barang kamu."
Aku pun langsung meraihnya dan setelah itu aku langsung kembali ke tempat duduk ku.Karena bis nya akan segera berangkat menuju kebun binatang yang ada di Jogja.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Jarak yang di tempuh sama dengan tadi saat ke Borobudur sekitar 1 jam 30 menitan.Kami semua akhirnya sampai di area kebun binatang nya.
Setelah semua siswa turun dari bis nya masing-masing.Aku pun langsung menghampiri Nela yang tengah berdiri bersama Sigit di dekat bis nya.
Kebetulan,sebelum masuk ke area kebun binatang nya kami semua mendapatkan jatah makan siang nasi kotak.
Edra pun di bantu Rio dan Farel tengan membagikan kotak makan siang nya pada siswa lain.
"Enaknya kita makan di mana?" tanya Vina.
"Kita cari warung aja,supaya kita bisa sekalian bisa beli minum di sana." usul Sigit.
"Setuju,aku ingin minuman yang dingin dari tadi." timpal ku.
"Ya udah yuk kita cari warung yang masih kosong,takutnya nanti keburu di penuhi sama siswa yang lain." ajak Sigit.
"Terus mereka gimana? Itu lihat nasi kotaknya masih banyak yang belum di bagikan." ucap ku.
"Gampang,nanti juga pasti mereka menelpon kita."
__ADS_1
"Ya udah deh......"
Aku dan merek pun berjalan menyusuri trotoar untuk mencari warung yang masih kosong dan nyaman untuk kami makan siang.
Untung nya,tidak jauh dari parkiran mobilnya ada penjual minuman dan cemilan yang masih kosong belum ada satu siswa yang datang ke sana.
Kami pun akhirnya memutuskan untuk makan siang di warung itu,sambil menunggu yang lain datang.
"Pesenin aku es jeruk yah," ucap ku sama Sigit.
"Oke......"
"Kamu Nel?" tanya nya.
"Aku es teh manis aja."
Sigit pun langsung menuju ke dalam warungnya dan aku berdua menunggu di bangku yang sudah di sediakan di depan warung nya.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Setelah menunggu sekitar 10 menit,akhir nya mereka Rio dan Edra pun datang,setelah tadi menelpon Sigit.
"Eh Farel nya mana?" tanya Nela.
"Tadi dia di ajak sama Eko,katanya mau beli bakso malang gitu di depan sana." jelas Rio.
"Oh gitu,aku kira kalian tinggalin dia sendirian."
"Ya enggak lah,mana tega aku harus ninggalin dia sendirian." ucap Rio.
Setelah selesai,Edra pun mengarah kan kami untuk langsung menuju loket tiket.Karena di sana,sudah ada guru pembimbing yang sudah menunggu untuk membagikan tiket masuk nya.
Kami pun akhirnya bisa masuk,setelah mengantri cukup lama.Dan seperti biasa yang paling lebih dulu di lakukan itu mengambil beberapa foto untuk kenang-kenangan.
"Eh itu,sepertinya museum kupu-kupu gitu.Kita ke sana yuk....." ajak ku.
"Enggak ah,ngapain lebih baik kita lihat gajah aja." timpal Sigit.
"Ya udah sih kalau kamu mau ke sana,nanti kita ketemu di sana aja.Aku penasaran sama apa yang ada di dalam museum nya." balas ku.
Tim cowok pun langsung turun ke bawah untuk melihat gajah dan beberapa hewan lainnya seperti monyet,singa dan kudanil.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
"Udah yuk," ajak Nela.
"Ya udah,lagi pula aku sudah tudak penasaran lagi sekarang." balas ku.
Aku dan Nela pun langsung menuruni tangga dan saat aku melewati jembatan yang ada sungai kecilnya,tiba-tiba saja ada seseorang yang menabrak ku dari belakang.
Sampai akhirnya aku pun terperosok jatuh ke dalam sungai yang di penuhi oleh bebatuan yang cukup besar.
"Ah......" teriak ku.
"Tami......" teriak Nela kaget.
__ADS_1
"Ya ampun aku harus bagai mana ini?" ucap nya khawatir.
Aku pun merasakan kesakitan karena kaki ku yang terperosok masuk ke dalam sela-sela bebatuan.Aku sampai kesulitan untuk menggerakan kaki ku.
Terlihat Nela yang berlari untuk meminta pertolongan.Dan yang buat aku kaget itu,keberadaan Mela dan satu teman nya yang tengah berdiri di dekat jembatan dan hanya melihat ku saja.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
"Edra......." seru Nela.
"Rio......."
"Tolong aku," ucap nya menghampiri mereka yang tengah asik melihat monyet.
"Kenapa Nel?" tanya Edra.
"Tami,dia terperosok ke bawah dan jatuh ke sungai."
"Kok bisa sih?" tanya Rio.
"Aku juga nggak tahu,tadi tiba-tiba aja ada yang mendorong kami dari belakang.Kebetulan memang Tami yang berada di bagian paling samping." jelas Nela.
Edra pun langsung berlari di susul oleh Rio dan Nela menuju ke tempat yang di maksud Nela.
Untung nya pas di tengah perjalanan mereka bertemu sama guru pembimbing dan petugas dari kebun binatang yang tengah berbincang di dekat wahana air.
"Kalian kenapa?" tanya pak Bambang.
"Itu pak,kata Nela teman kami jatuh ke sungai di sana." tunjuk Rio.
"Maksud kalian siapa?" tanya nya kembali.
"Tami pak....." sahut Nela.
"Ya sudah,ayo kita langsung kesana." pak Bambang dan oetugas dari kebun binatang nya pun langsung mengikuti kami bertiga.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Setelah menunggu lama,akhirnya Nela pun datang bersama Edra dan Rio.
"Tolong aku......"
"Tunggu,aku akan turun...." ucap Edra.
Edra pun langsung mencari jalan menuju ke sungai nya di ikuti oleh petugas yang ada di sana.
Setelah menunggu beberapa saat,akhirnya Edra dan petugas nya pun datang menolong ku.
"Kaki ku terjepit sama batu ini," ucap ku sambil memegang kaki kiri ku.
"Tahan yah,saya akan melihatnya lebih dulu."
Petugas nya pun,melihat dan memegang kaki ku.
"Aw sakit pak....." teriak ku.
__ADS_1