
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Belum sempat aku mendapatkan jawabannya,guru pembimbing dan siswa lainnya pun sudah masuk ke dalam.Aku pun langsung beranjak dari tempat duduk ku dan kembali ke depan.
"Tami,kamu istirahat di mana tadi?" tanya Vina.
"Ah tadi,aku istirahat sama biasa teman-teman ku,kami hanya mengganjal perut dengan menyeduh mie aja." jelas ku.
"Sama aku juga,bawaan nya pengen yang panas dan pedas.Supaya tudak pusing nih," ucapnya.
"Iya....."
Aku pun langsung meraih bantal leher yang sedari tadi,aku membiarkannya di atas tas ku.
"Sebaiknya kita tidur aja,lumayan kan supaya tidak terasa banget.Katanya perjalanan nya masih lama." lanjut Vina.
"Iya nih,habis makan ngantuk juga yah."
Tidak berselang lama,benar saja aku dan Vina sudah sama-sama tepar.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
"Tami......."
"Tami,bangun...."
Aku pun langsung terperanjak dari tidur ku.
"Iyah,kenapa?" tanya ku sama Vina.
"Kita sudah sampai,ayo kita turun." ajak nya.
"Oh kita udah sampai yah.Ya ampun,perasaan baru saja aku tidur,"
Vina pun lebih dulu turun,karena memang teman nya sudah berdiri di samping kursi untuk mengajaknya keluar bareng.
"Ya udah,aku duluan yah....." ucap nya.
Aku pun meregangkan dulu kaki ku yang terasa pegal.Setelah itu,aku baru berdiri.Ternyata Edra dan Rio.sudah tidak ada di kursinya.
"Ih kok tumben,mereka ninggalin aku duluan." ucap ku.
Aku pun langsung turun dari bis nya.Ternyata mereka berdua tengah membantu siswa lainnya menurunkan barang-barang milik mereka dari dalam bagasi.
Setelah beberapa siswa mendapatkan kopernya,aku pun langsung menghampiri mereka berdua.
"Ya ampun non,udah bangun ternyata." ucap Rio.
"Aku tadi sempat membangunkan kamu,tapi kamu malah menepis tangan ku.Jadi ya udah aku turun lebih dulu." jelas Edra.
"Masa sih? Kapan?" tanya ku.
"Ya kan,saking nyenyaknya dia tidur.Sampai-sampai nggak sadar kalau tadi kita bangunin." ucap Rio.
"Emang beneran aku nggak ingat,"
"Ya udah yang terpentung sekarang kan kamu udah bangun."
"Nih kopernya,tadi Nela udah lebih duluan masuk ke hotelnya." lanjut Edra.
__ADS_1
"Oh gitu,"
Aku pun langsung menarik kopernya dan berjalan menuju hofel nya.Setelah masuk,aku langsung mencari keberadaan Nela dari sekian banyak siswa yang tengah berkumpul.
"Kamu sedang cari siapa?" tanya Rania teman sekelas nya Nela.
"Ih kebetulan sekali,kamu lihat Nela nggak?" tanya ku balik.
"Tadi sih,dia di dekat lift itu." tunjuk Rania.
"Oh gitu,makasih ya....."
"Sama-sama."
Aku pun langsung menuju ke arah yang di tunjuk Rania tadi.Dan ternyata benar saja,Nela sedang duduk sambil memegangi dua koper di hadapannya.
"Nel.....!" seru ku.
"Oh kamu lama banget sih,aku dari.tadi sendirian aja di sini." ucapnya.
"Iya maaf,soalnya tadi aku ketiduran.Ini aja aku tahu kamu di sini dari Rania." jelas ku.
"Terus,ini koper nya siapa?" tanya ku.
"Ya siapa lagi,kalau bukan Sigit."
"Terus dia nya kemana? Kok malah kamu yang pegangin."
"Dia lagi balik lagi ke bis,katanya bantal lehernya ketinggalan di sana." jelas Nela.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
"Itu dia mereka," ucap Nela.
"Maaf yah,menunggu agak lama.Soalnya,tadi aku membantu dulu kelas IPS yang baru saja datang." jelas Sigit.
"Pantas aja,aku kira kamu kemana."
Tidak lama kemudian,terdengar pengumuman yang di sampaikan oleh salah satu pembimbing.
Kami pun langsung berkumpul mendekati beliau untuk mendengar arahan nya.Ternyata,itu pengumuman pembagian kamar.Untungnya kalau untuk oembagian kamar,kami di bebaskan dengan siapa saja,terkecuali laki-laki.
Aku dan Nela langsung sumringah mendengar pengumuman nya.
"Asik,akhirnya kita bisa bareng lagi," ucap Nela.
"Iya bener banget,"
"Ya kalian enak berdua,nah kita bertiga ganjil lah."
"Loh kenapa nggak ajak Farel aja," ucap ku.
"Benar jug,ya udah kalau gitu Sigit sama Edra.Nanti aku ajak Farel aja,lumayan kan biara da teman buat main game." timpal Rio.
"Ya terserah kamu," balas Edra.
Setelah mendapatkan kunci kamar kami masing-masing,aku pun dan Nela langsung menuju ke kamar nya yang terletak di lantai 3.
Sedangkan untuk siswa laki-laki,semuanya berada di lantai 2 semua.Baik itu dari kelas IPA atau pun IPS,begitu pun dengan kami.
__ADS_1
Pastinya,aku akan lebih sering melihat Mela karena kami berada di lantai yang sama.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Setelah,menemukan kamar nya,aku pun langsung masuk.Aku terbilang beruntung,karena mendapatkan kamar yang ada jendela dan balkonnya.
Nela pun tidak henti-hentinya berseru kegirangan,melihat pemandangan yang di suguhkan.
"Ih kita beruntung banget yah,bisa dapat kamar ini." ucap Nela.
"Iya......"
"Aku lihat tadi,Anak kelas IPS itu nggak ada jendelanya." lanuut Nela.
"Ya nggak semuanya kali,ada juga yang dapat."
"Iya sih,"
Kami berdua pun langsung membereskan barang bawaan kami dan menyimpannya di tempat yang sudah di sediakan.
Setelah membereskan semuanya,Nela lebih dulu mandi.Sedangkan aku,memilih untuk bersantai di balkon sambil menikmati pemandangan yag ada di luar sana.
Aku bisa melihat dengan jelas,candi prambanan yang terlihat dekat dari hotel tempat aku menginap.
"Bagus sekali....." ucap ku sambil mengambil foto nya.
"Tami.......!" terdengar seruan Rio dari lantai bawah.
Aku pun langsung mencari keberadaan nya dan ternyata benar dia tengah duduk berdua sama Farel.
"Hei....." ucap ku sambil melambaikan tangan.
"Kamar kamu di situ?" tanya ku.
"Bukan,ini kamar nya Edra dan Sigit." jawab nya.
"Terus,kok kamu malah di kamar nya Edra.Emangnya kamar kamundi mana?"
"Itu pas di bawah kamar kamu banget," ucap nya.
"Aku sedang main aja di sini,kami mau main game bareng soalnya." jelas Rio.
Saat aku tengah asik berseru dengan Rio,tiba-tiba saja pintu kamar nya Edra terbuka.Aku pun kaget mendapati Edra yang tengah memakai handuk saja sambil mengeringkan rambutnya.
"Lagi apa sih?" tanya nya belum menyadari kehadiran ku.
"Tuh......" tunjuk Farel ke arah ku.
Edra pun tidak kalah terkejut melihat keberadaan ku yang tengah melihat ke arahnya.Seketika dia langsung kembali masuk ke kamarnya,begitu pun dengan aku.
Meskipun aku dan Edra sudah bersama sejak lama,tapi tidak pernah sekali pun aku melihat nya seperti itu.
"Kamu kenapa? Kok tampak kaget gitu?" tanya Nela yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Tidak ada..." sangkal ku.
"Tidak ada bagaimana,kamu terlihat panik kayak gitu." ucap nya.
"Tadi,aku tidak sengaja melihat Edra yang hanya mengenakan handuk saja tanpa memakai baju.Aku kaget lah,ini pertama kalinya untuk aku melihat dia seperti itu." jelas ku.
__ADS_1
Nela pun langsung tertawa,mendengar penjelasan ku.