My First Love Is My Best Friend

My First Love Is My Best Friend
Chapter 17


__ADS_3

♧ ♧ ♧ ♧ ♧


"Kamu yakin,kita nggak bakalan ketahuan?" tanya ku.


"Udah tenang aja,kamu tinggal ikuti aku aja." balas nya.


Aku pun dengan pasrah mengikuti,apa yang di katakan Farel aja.Dari pada aku harus menerima hukuman.


Sampai akhirnya kami berdua pun sampai di dalam area sekolah.Untung saja,upacaranya belum di mulai jadi aku dan Farel langsung berlari bergabung dengan yang lainnya dan menyimpan tas di bawah pohon mangga.


Setelah menemukan barisan kelas X1,aku langsung mencari keberadaan Nela.


"Nel....." seru ku setengah berbisik.


"Ya ampun,aku kira kamu kemana.Dari tadi aku cariin kamu terus tahu,"


"Iya hampir aja aku kena hukuman." balas ku.


Akhirnya tidak berselang lama,upacaranya pun di mulai.Aku sangat berhutang budi sama Farel,berkat dia aku bisa lolos dari hukuman hari ini.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


30 menit berlalu,upacaranya pun telah selesai dengan lancar.


"Tami......" panghil Farel.


"Ayo....." ajaknya.


"Nel,aku minta tolong dong ambilin tas aku di bawah pohon mangga itu.Aku ada urusan sebentar." ucap ku langsung bergabung dengan Farel.


"Ayo Rel......" ajak ku balik.


Kami berdua pun kembali berjalan melaui tangga tadi dan mengambil.motor yang aku titipkan tadi.


Sesampainya di parkiran sekolah,aku langsung mencari tempat parkir yang masih kosong.


Setelah itu,aku dan Farel langsung menuju kelas karena sebentar lagi jam pelaharan pertama akan segera di mulai.


"Rel......."


"Makasih ya,karena kamu udah bantuin aku hari ini." ucap ku.


"Iya sama-sama....." balasnya.


" Oh iya,kok kamu bisa sih tahu tempat tadi?"


""Ya kan,karena memang aku akhir-akhir ini tuh suka istirahat di warung tadi.Aku juga tahu warung yang di belakang itu karena suka di ajakin sama Heri,teman sekelas kita itu." jelas Farel.


"Oh gitu......"


"Pantas saja,aku jarang lihat kamu istirahat di kantin.Ternyata kamu pergi ke warung sana,"


"Ya begitu lah....."

__ADS_1


Tanpa terasa kami berdua pun akhirnya sampai di kelas.Aku pun langsung duduk dan meraih botol minum yang biasa aku simpan di bawah kolong meja.


Tidak lama setelah itu,guru yang akan mengajar pelajaran biologi pun sudah datang.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Sampai akhirnya jam istirahat pun telah tiba,aku dan teman-teman ku pun lansgung menuju ke kantin untuk membeli makanan.


"Kamu mau makan apa?" tanya Edra.


"Paling itu," tunjuk ku pada penjual batagor.


"Ya udah tim cewek duduk aja,tungguin di sini.Biarkan kami laki-laki yang akan bantu kalian untuk membeli makanan nya." suruh Rio.


"Apaan sih kamu,ada-ada aja." balas Nela.


Meraka berdua pun langsung berlalu meninggalkan kami berdua.Kebetulan hari ini Sigit tidak masuk.Kata Nela,tadi pagi tiba-tiba saja Sigit sakit perut.


Setelah menunggu cukup lama,akhirnya Edra dan Rio pun kembali dengan membawa makanan di tangan nya.


"Nih......" ucap Rio sambil menyimpan makanan nya.


"Aduh,makasih ya." ucap ku langsung meraih satu piring batagor dari tangan Edra.


Kami berempat pun langsung menikmati makanan yang sudah kami pesan.


"Oh iya,kamu tadi kok bisa bareng sama Farel?" tanya Rio.


"Terjadi begitu saja,intinya hari ini aku bisa lolos dari hukuman itu berkat pertolongan dari Farel." balas ku.


"Hari ini tuh,aku bangun terlambat,karena luoa tidak menyetel alarm.Eh untungnya pas dindeoan sekolah aku bertemu sama Farel.Kita berdua sama-sam kesiangan tadi." lanjut ku.


"Terus?" tanya Rio kembali.


"Untungnya dia ngajakin aku masuk lewat jalan tikus yang berada di belakang sekolah."


"Maksud kamu?" tanya Nela.


"Jadi di belakang sekolah tuh ada tangga yang tersambubg dengan gedung kelas X.Nah,tadi tuh aku lewat situ,katanya Farel itu sering di gunakan buat istirahat di warubg yang ada di belakang sekolah." jelas ku.


"Kalau masalah warung yang di belakang sekolah sih aku tahu,tapi kalau jalannya aku nggak tahu." balas Rio.


"Ada tangga,tapi emang tangga nya itu terbuat dari kayu." balas ku.


"Kayak nya seru,kalau kapan-kapan kita nyobain istirahat di sana." ucap Rio.


"Ada-ada aja kamu." timpal Edra.


"Udah ada kantin di sini,ngapain jauh-jauh ke sana."lanjutnya.


"Hahaha......"


"Ya barangkali ada yang menarik di sana." balas Rio.

__ADS_1


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Seoulang sekolah,aku dan Edra mampir ke mini market untuk membeli beberapa makanan untuk di bawa ke rumahnya Sigit.Kami berencana untuk menjenguknya langsubg hari ini juga.


Sedabgkan Nela dan Rio mereka bertugas membeli buah-buahan untuk di bawa juga ke rumah Sigit.


Setelah mendapatkan apa yang kami inginkan,aku dan Edra pun langsung menuju ke rumahnya Sigit yang letaknya berdekatan dengan rumahnya Nela.


Sesampainya di rumah Sigit,ternyata Nela dan Rio sudah sampai duluan.Kami pun langsung di persilahkan masuk oleh pembantunya menuju kamarnya Sigit.


Ternyata dia tengah terbaring lemah di atas kasur sambil memegang perutnya.


"Sigit.....!" seru ku.


Dia langsung melihat ke arah kundan Edra dan menyunggingkan senyuman.


"Kamu kok bisa begini sih? Padahal kemarin,perasaan kamu baik-baik saja." ucap Edra.


"Iya nih,kemarin tuh aku seharian nggak makan nasi.Pulang dari rumahnya Tami aku malah langsung bikin mie pakai cabai." jelas nya.


"Ya iyalah kalau kayak gitu,pantas saja perut kau kesakitan kayak gini." balas ku.


"Tapi udah ke dokterkan?" lanjut ku.


"Udah tadi di antar sama ayah ku sebelum berangkat bekerja."


"Mulai sekarang,lebih penting makan nasi.Kamu nggak mau kan,sakit kayak gini lagi." ucap Nela.


"Nggak lah,aku nggak mau."


"Udah perutnya sakit,di tambah badan tuh lemas." lanjut Sigit.


"Ya udah,sebaiknya kamu sekarang istirahat." suruh Rio.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Setelah pulang dari rumahnya Sigit,aku.pun mampir ke rumahnya Edra untuk ikut makan.Tadi saat di rumahnya Sigit,dia.sempat mengajak ku untuk mampir.ke rumahnya.Katanya ibunya membuatkan makanan kesukaan ku.


Dan ternyata benar saja,sesampainya.di rumahnya aku di sambut oleh ibunya dindeoan pintu masuk.Aku pun langsung di ajak ke ruang makan.


"Nih,sop buntut kesukaan Tami."


"Tante sengaja buat menu kesukaan kamu hari ini," lanjut beliau.


"Ih tante baik banget sih,aku jadi terharu." balas ku.


"Udah nggak apa-apa."


"Ayo duduk,kita makan bareng.Kebetulan tante juga belum makan,sengaja nunggu kamu sama Edra pulang." jelas beliau.


"Iya nih ibu tumben masak menu enak kayak gini." ucap Edra sambil duduk di samping ku.


"Apaan sih Edra,kan ibu sering masakin makan kesukaan kamu." balas beliau sambil menepuk pundak Edra.

__ADS_1


__ADS_2