
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Aku pun langsung menyusul Edra yang berjalan menuju taman yang terletak di belakang sekolah.
"Edra,aku tahu kamu pasti kesal.Hanya saja,kalau kita menyelesaikannya dengan cara seperti itu,nanti yang ada nggak akan pernah ada ujung nya."
"Aku juga sama kesal nya dengan kamu,tapi aku coba untuk memaafkan dia." lanjut ku.
"Kamu kenapa sih,mudah banget buat maafin orang?"
"Ya buat apa juga,aku lama-lama terus bermusuhan dengan dia.Toh aku tidak akan lernah bisa mengubah hati dia.Mau sebaik apapun kita,apalagi jahat dan membalas perlakuanya,tetap saja di mata dia akan tetap salah." jelas ku.
Edra pun terdiam setelah mendengar apa yang aku katakan.
"Sebaiknya,kita biarkan saja dia.Nanti juga dia akan malu dan capek sendiri."
"Kita diam bukan berarti kita kalah,tapi aku malas untuk berdebat dengam dia.Karena hasilnya akan tetap sama.Jadi itu sudah menjadi pilihan dia,"
"Baiklah,aku akan mendengarkan perkataan kamu."
Setelah alu berhasil membujuknya,dia pun akhirnya mau untuk aku ajak kembali ke kantin.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Seminggu setelah kejadian itu,Edra sudah bisa menerima keadaannya.Saat aku atau pun Edra berpapasan dengan Mela,aku akan bersikap biasa saja.Meskipun dia pernah menegur ku dengan kasar.
Tapi,aku memilih untuk diam dan tidak mengkhirau kannya.Begitu pun dengan hari ini,aku tidak sengaja bertemu dengan Mela saat aku dan Rio habis dari lapangan mengikuti praktik pelajaran olah raga.
__ADS_1
"Tami....." panggil nya.
"Kenapa Mel?"
"Aku ingin bicara sama kamu," ucap nya.
"Bicara aja,lagi pula kan Rio bukan siapa-siapa ini.'' balas ku.
Dia pun sempat terdiam,seperti sedang kebingungan.
"Kenapa? Kalau tidak jadi,aku mau kembali ke kelas." lanjut ku.
"Aku mau minta maaf sama kamu..." lirih nya.
"Selama ini,aku terus berbuat kasar terhadap kamu.Ternyata apa yang kamu katakan waktu itu benar,sekuat apa pun aku berusaha untuk mendapatkan Edra.Kalau di hati dia tidak pernah menganggap aku,sama saja aku terus menyakiti diriku sendiri begitu pun dengan Edra juga" jelas nya.
"Maafkan aku,karena telah buat kamu terluka waktu study tour.Aku khilaf saat itu," lanjut nya.
"Aku tahu,kamu juga pasti kesulitan selama ini.Apalagi harus minta maaf sama aku seperti sekarang."
"Aku sudah memaafkan kamu kok,makan nya aku lebih memilih untuk diam saja." lanjut ku.
"Pantas saja,Edra begitu menyukai kamu.Aku sangat mengakui kebaikan hati kamu itu sekarang." balas nya.
Aku dan Mela pun saling berpelukan satu sama lain.
Sedangkan Rio hanya tersenyum melihat apa yang terjadi antara aku dan Mela.
__ADS_1
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Aku dan Edra pun akhirnya lebih terbuka di hadapan teman-teman yang lainnya,dengan hubungan kami berdua.
Dan nyatanya,mereka tidak ada yang keberatan.Karena memang sejak awal mereka beranggapan aku dan Edra memang sudah pacaran.
Padahal kenyataannya,aku sama dia baru meresmikan hubungan kami berdua beberapa hari yang lalu.
♧ ♧ ♧ ♧
Aku dan Edra pun duduk berdua di bangku nya Farel yang letaknya paling belakang,dia terus saja mengelus rambut ku sejak tadi kami berdua kembali dari kantin.
"Makasih ya,karena kamu sudah menerima perasaan ku."
"Aku sangat senang dan lega,aku kira selama ini perasaan ku hanya bertepuk sebelah tangan saja." lanjut nya.
"Tidak kok,aku malah yang harusnya berterima kasih.Karena selama ini kamu yang selalu ada di samping ku."
"Sejujurnya,aku juga sudah menaruh hati sama kamu udah lama,tapi aku terus-terusan menyangkalnya." lanjut ku.
Edra pun mengeluarkan boneka beruang kecil dari saku nya dan memberikannya pada ku.
"Hadiah,karena hubungan kita sudah resmi sekarang....." ucap nya sambil tersenyum.
Aku pun memegang boneka beruang yang ukurannya cukup kecil dan hanya sebesar genggaman ku.
"Lucu......" ucap ku sambil tersenyum ke arah nya.
__ADS_1
Edra pun kembali mengelus rambut ku sambil tersenyum,sedangkan aku tidak hentinya memainkan boneka beruang pemberiannya barusan.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧