
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
"Aku ingin cerita masalah,kejadian yang menimpa kamu waktu di kebun binatang itu,"
"Emang nya kenapa,Vin?"
"Sebenarnya tuh,waktu itu aku lihat ada seseorang yang sengaja mendorong pengunjung lain yang waktu itu ada di belakang kamu."
"Aku yakin,kalau itu sebuah kesengajaan." lanjut nya.
"Ah itu......."
"Hanya saja saat aku ceritakan masalah ini sama Rio,dia malah minta aku untuk tutup mulut.Kalau boleh tahu,emang kenapa sih?"
"Ya aku mau masalah nya di selesaikan saat kita udah kembali ke Jakarta aja."
"Aku juga sebenar nya udah tahu,hanya saja aku dan Rio udah berkomitmen untuk tidak membahas nya selama di sini." lanjut ku.
"Tega banget yah dia....."
"Saat itu aku tengah mengambil foto sama Sabdi dan Reni,di dekat wahana air yang dekat sana.Eh aku malah ngelihat kejadian itu.Aku awalnya tidak mengira itu kamu,aku baru menyadari nya saat mendengar Nela manggil nama kamu."
"Aku sampai tidak mau mendekat untuk melihat nya." lanjut nya.
"Iya sih,aku paham perasaan kamu waktu itu seperti apa."
"Jadi rencana kamu bagaimana?" tanya nya.
"Kebetulan pak Bambang juga udah tahu kok,dia sudah mempunyai bukti rekaman cctv yang ada di lokasi itu." jelas ku.
"Kok dia bisa sih,ngelakuin itu sama kamu? Apa emang sebelumnya kamu ada masalah ama dia? Setahu ku di bukan satu jurusan sama kita deh."
"Iya emang dia anak IPS,hanya saja dia naksir sama Edra." ucap ku pelan.
"Ah aku tahu,mungkin nggak sih dia kesal karena kamu dekat sama Edra?" tanya nya.
"Ya bisa di bilang seperti itu,"
"Pantas,padahal kan semua orang di sekolahan tahu hubungan kamu sama Edra seperti apa.Kenapa dia malah ngemasalahin, aneh banget......" lanjut Vina.
"Ya kan kita nggak tahu,hati orang seperti apa."
"Iya juga sih,berarti emang sebaiknya mulai sekarang kamu harus lebih berhati-hati lagi.Kalau dia di sini berani melakukan hal sekejam itu,pasti dia juga berani ngelakuin hal yang lainnya." jelas Vina.
"Iya......."
"Makasih ya,atas masukkan nya."
"Oh iya,aku boleh nggak minta sesuatu sama kamu?"
"Apa?" tanya nya balik.
__ADS_1
"Jangan bilang sama yang lain masalah ini yah."
"Iya aku ngerti kok,"
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Sesampainya di Malioboro,Rio dan Edra langsung menghampiri ku untuk membantu turun dari bis nya.
"Kamu mau apa?" tanya Edra.
"Aku mau nyobain es krim gelato yang viral itu.Katanya sih,ada di daerah sini."
"Ya udah nanti aku cariin,sebaiknya kita cari tempat yag nyaman buat kamu duduk." ajaknya.
"Aku kuat kok,kalau pun harus jalan kaki."
"Seriusan?"
"Iya lah,masa iya sih aku bohong."
"Tapi,nanti kalau kamu merasa capek atau sakit langsung kasih tahu aku." timpal nya.
"Ya ampun Edra,kamu tuh ya.Udah kayak siapa nya Tami aja." ucap Rio yang sedari tadi hanya mendengarkan aku dan Edra mengobrol.
"Ya karena emang aku menerima amanat dari ayah nya untuk jagain dia selama di sini." jelas Edra.
Kami bertiga pun langsung bergabung dengan Nela dan Sigit yang sudah menunggu di depan bis mereka.
Aku pun sempat membeli beberapa baju batik dan kaos untuk oleh-oleh nanti.Begitu pun dengan teman-teman ku tidak kalah.Mereka banyak sekali memborong berbagai macam kaos dan batik.
Setelah di rasa cukup,kami pun berhenti di salah satu cafe yang terlihat unik.Di sana kami langsung memesan makan dan minuman untuk makan siang kami.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Sekitar jam 13.00,kami pun akhirnya sampai di pusat oleh-oleh nya.Di sana aku banyak memborong banyak bakpia khas jogja dan beberapa cemilan lainnya.Sampai-sampai Rio dan Edra harus membantu ku untuk membawa nya ke dalam bis.
"Buset deh ini,niat banget kamu belanja nya." ucap Rio.
"Iya lah,ini tuh makanan kesukaan ayah.Jadi aku sengaja membelinya untuk stok juga.Dan buat di bagiin ke keluarga yang lainnya juga." balas ku.
"Kalau aku sih,ibu sama ayah hanya berpesan minta di beliin batik aja." balas nya.
"Jadi aku hanya beli beberapa bungkus aja." lanjut nya.
"Kalau pun nanti kurang,aku tinggal minta aja sama kamu."
"Eh kalian udah selesai?" tanya Nela yang baru saja keluar dari toko nya.
"Udah nih," balas ku.
"Yang lainnya mana?"tanya ku.
__ADS_1
"Itu mereka masih di dalam,barusan sih lagi antri di kasir untuk bayar." jelas Nela.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Tepat jam 9 malam,kami semua akhirnya sampai di Jakarta dengan selamat.Ternyata ayah sudah lebih dulu datang dan menunggu di depan sekolah.
"Nanti biar aku aja yang jelasin sama ayah kamu." ucap Edra sambil merangkul ku.
Ayah pun langsung turun dari mobil dan langsung menghampiri ku.Dan benar saja,ayah tampak kaget melihat kondisi kaki ke saat ini.
"Nak,kaki kamu kenapa?" tanya ayah.
"Ini aku tidak sengaja keseleo saat jalan,tapi sekarang udah nggak apa-apa kok.Soalnya di sana udah di obatin juga." jelas ku.
"Besok kita,ke rumah sakit.Ayah ingin memastikan kalau kaki kamu baik-baik saja."
"Iya......"
Ayah dan Edra pun langsung menurunkan barang bawaan ku, dari bagasi di bantu sama Rio dan Sigit juga.
Setelah selesai dan berpamitan sama yang lainnya,aku pun langsung pulang bersama Edra.
"Ibu nggak ikut om?" tanya Edra sama ayah.
"Tidak,katanya dia mau masak buat nyambut kedatangan kalian berdua.Terlebih lagi,tadi habis antar ayah kamu ke bandra.Katanya mau berangkat ke Semarang untuk menghadiri rapat di sana." jelas ayah.
"Oh gitu,"
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Kami pun akhirnya sampai dan ayah langsung mengajak ku mampir ke rumahnya Edra terlebih dulu untuk makan malam bersama.
"Ya ampun nak,apa yang terjadi sama kaki kamu?" tanya ibunya Edra yang langsung menyadari kondisi kaki ku.
"Keseleo tante,"
"Ya ampun,ayo sini cepat duduk." ajaknya.
Aku pun langsung di minta duduk di ruang makan.
"Kok bisa kayak gini,keseleo bagai mana?" tanya beliau kembali.
"Tami,kurang fokus aja waktu itu.Jadi tergelincir deh,"
"Tapi,ini sudah tidak sakit lagi hanya tinggal bekas nya aja." lanjut ku.
Sedangkan ayah bersama Edra tengah mengobrol di teras depan.Mungkin Edra tengah menjelaskan sama ayah apa yang terjadi sebenar nya sama aku.Meskipun dia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Ya sudah,tapi menurut tante sebaiknya kamu ke rumah sakit lagi.Takutnya ada apa-apa nantinya,"
"Iya tante,tadi juga ayah menyarankan seperti itu.Mungkin besok aja...." balas ku.
__ADS_1