
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
''Tahan saja,ini tidak akan lama kok." balasnya.
Aku pun pasrah sambil menggigit bantal yang di berikan Farel tadi.
"Bisa-bisa nya sih,merka lakukan ini sama kamu." ucapnya sambil terus mengompres pipi ku.
"Perasaan selama ini,kamu selalu baik.Dan aku merasa kamu bukan tipe orang yang akan mencari masalah sama yang orang lain." lanjutnya.
Aku pun hanya terdiam,aku merasa bingung apa aku harus bercerita sama Farel atau tidak.Tapi kalau aku lihat dan merasa dia sosok yang nyaman untuk di ajak ngobrol.
"Dia kesal,karena aku begitu dekat dengan Edra." balas ku.
"Maksud kamu dia pacarnya Edra atau bagaimana?"
"Bukan,hanya saja dia sudah sejak lama mengejar Edra."
"Hanya saja,Edra tidak merespon dia.Dan hanya anggap dia sebagai teman saja." lanjut ku.
"Ah jadi maksud kamu di cemburu lihat kedekatan kamu sama Edra?"
"Wajar sih,"
"Maksudnya?" tanya ku.
"Sejujurnya,pas awal-awal aku masuk ke sini.Aku merasa sungkan dekat dengan kamu.Karena aku melihat Edra yang selalu memperhatikan saat kamu dekat dengan aku." jelas nya.
"Malah aku kira,pas awal-awal kalian itu berpacaran.Tapi,setelah mendengar cerita dari teman-teman yang lain kalian memang hanya berteman." lanjutnya.
"Jadi,apa iya anggapan aku sebagai penghalang dalam hubungan Mela sama Edra itu benar?"
"Tidak juga,"
"Tapi,kalau di lihat dari kedekatan kalian berdua dan cara kamu atau Edra memperlakuakn kalian masing-masing sepertinya bisa jadi salah satu alasannya." lanjutnya.
"Apa aku sebaiknya menjauh dari Edra?" tanya ku.
"Kamu gila yah,aneh banget ngomong nya."
"Ya nggak harus kayak gitu juga Tami....." lanjut Farel.
"Hanya saja,kamu juga harus bisa memposisikan kamu sebagai teman.Tidak selamanya kan,Edra akan terus berada di samping kamu.Begitu pun sebaliknya....." lanjut Farel.
"Jujur aja,aku suka merasa kesal saat Edra dekat dengan wanita lain selain aku." timpal ku.
Dia pun langsung menghentikan aktivitasnya dan menaruh kompresnya di atas meja.
"Kamu suka sama Edra?"
"Aku juga nggak tahu....."
__ADS_1
"Yakin kan, dulu perasaan kamu sama Edra sekarang itu seperti apa."
"Apa kamu hanya anggap dia sebagai teman atau lebih dari itu.Kalau kamu anggap dia sebagai teman,kamu tidak bisa seegois itu sama dia." lanjutnya.
"Aku juga belum yakin dengan perasaan ku ini." balas ku.
"Tami......"
"Pertemanan antara cowok dan cewek,akan pasti seperti itu.Pasti salah satu di antara keduanya menyimpan perasan lebih dari hanya sekedar teman."
"Tapi Edra juga suka kesal dan marah sama aku,saat aku pergi dengan yang lain.Termasuk saat aku pergi sama kamu waktu itu," timpal ku.
"Ya berarti kalian memang udah salin suka,tapi berusaha untuk menyangkalnya."
"Bukan kah,dengan seperti itu kalian hanya kan menyakiti orang-orang yang mencoba untuk mendekati kalian berdua." lanjutnya.
Aku pun langsung terdiam dengan perkataan yang di katakan Farel barusan.
"Saran aku,kamu harus lebih berani untuk menunjukan itu."
"Perasaan kamu terhadap dia sekarang bukan suatu kesalahan kok.Wajar lah,meskipun kalian awalnya berteman dan tidak ada aturan yang melarang pertemanan berakhir pacaran." lanjutnya.
"Ini hanya pandangan ku saja,aku juga pernah mengalami hal seperti itu dulu.Tapi,aku terlalu gensi untuk mengakuinya.Sampai akhirnya aku sendiri yang menyesal karena cewek yang aku sukai sudah lebih dulu memilih yang lain.Aku terlalu egois saat itu," jelasnya.
"Makasih ya,"
"Makasih untuk apa? Aku hanya mengatakan apa yang pernah aku alami saja."
"Jadi sekarang bagaimana? Apa kamu akan kembali ke kelas dengan keadaan seperti ini?"tanya nya.
"Ya udah aku bantuin kamu untuk ambil.barang-barang kamu di kelas,sebaiknya kamu tunggu di sini saja."
"Tapi,sebelum itu bersihkan dulu bibir kamu.Itu darahnya sudah mengering." tunjuknya.
"Iya......"
"Nanti aku akan bicara sama guru dan minta ijin kalau kamu akan pulang lebih dulu."
Aku pun hanya menganggukan kepala ku dan mengiyakan ucapan Farel.
"Oh iya,kok tadi kamu bisa ada di sana sih?" tanya ku.
"Oh itu,tadi aku lupa tidak membawa dompet ku,untung aja aku ingat saat baru mau naik tangga.Jadi aku langsung berbalik arah." jelas Farel.
"Eh tahu nya,aku malah lihat kejadian yang tidak mengenakan."
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Di kelas........
Farel pun langsung keluar dari klinik dan langsung menuju ke kelas.Sesampainya di dalam kelas,Farel langsung memasukan beberapa buku yang tertinggal di atas meja ke dalam tas.
__ADS_1
"Rel......" panggil Rio.
"Kamu lagi ngapain? Kok kamu beresin buku-bukunya Tami?" tanya nya.
"Ah ini....."
Belum sempat,Farel menjelaskannya.Edra udah langsung merampas tasnya dari tangan Farel.
"Tami nya emang kemana? Kenapa kamu yang malah membawa tasnya sekarang?" tanya nya.
Farel sempat kebingungan dengan pertanyaan yang di ajukan Edra dan Rio.Dia merasa tersudut,karena tadi Tami memintanya untuk merahasiakan kondisi Tami dari yang lain.
"Kenapa kamu malah diam saja,aku nanya sama kamu loh." bentak Edra.
"Dia ada di klinik..." Farel dengan terpaksa mengatakannya.
"Kenapa dia bisa ada di sana? Apa yang sudah terjadi sama dia,tadi dia masih baik-baik saja." ucap Rio.
"Sebaiknya kalian lihat langsung saja dan tanya kan langsung sama dia.Aku takut salah untuk membicaraknanya langsung sama kalian berdua." jelas Farel.
Rio dan Edra pun langsung bersamaan berlari dan keluar dari kelas.
♧ ♧ ♧ ♧
*Bruk.......*
Terdengar suara pintu yang terbuka dengan keras.Aku pun langsung terkejut dan langsung beranjak dari tempat duduk ku.
Tidak lama kemudian,tirai yang membatasi setiap bilik yang ada di kliniknya terbuka.Aku sangat kaget melihat Edra yang sudah berdiri sambil melihat ke arah ku.
"Tami......!" seru Rio yang langsung menghampiri ku.
"Apa yang terjadi? Kenapa dengan wajah kamu,kenapa bisa begini?" tanya nya sambil menyentuhnya pelan.
"Jangan di pegang,sakit aneh...." aku langsung menepis tangan Rio.
"Oke......"
"Maaf....." lanjut Rio.
"Kamu kenapa?" tanya Edra.
"Tidak ada," balas ku.
"Tami...."
"Tidak ada bagaimana,lihat wajah kamu sekarang.Siapa yang sudah berani,melakukan semua ini sama kamu."
Aku hanya terdiam,aku merasa takut kalau aku menceritakan apa yang telah di lakukan Mela tadi pada ku.Aku takut,nantinya malah akan buat hubungan dia dan Edra semakin jauh.Dan nantinya,Mela akan semakin menyalahkan aku.
Dia pun langsung mendekat dan berdiri tepat di hadapan ku.
__ADS_1
"Jawab aku,kenapa kamu malah diam saja?" tanya nya kembali sedikit membentak.
"Sepertinya,Tami masih kaget juga.Sebaiknya kamu jangan membentak dia seperti ini," ucap Rio.