My First Love Is My Best Friend

My First Love Is My Best Friend
Chapter 23


__ADS_3

♧ ♧ ♧ ♧ ♧


"Jadi kamu akan memilih untuk diam saja sekarang? Dan tidak ingin memberi tahu ku,siapa yang sudah melakukan semua ini sama kamu?" tanya nya kembali.


"Bukan begitu....."


"Lalu apa? Apa alasan kamu masih diam dari saja tadi.Kamu tahu,butuh keberanian yang cukup besar,untuk aku mengakui perasaan ku sama kamu."


"Yang ada di pikiran ku selama ini,aku takut dapat penolakan,aku takut kamu malah menjauhiku saat kamu tahu isi hati ku yang sebenarnya sama kamu.Tapi semua itu tidak apa-apanya,saat aku melihat kamu terluka seperti ini rasa takut ku langsung hilang seketika." lanjutnya.


"Aku hanya tidak ingin,memperbesar masalahnya aja."


"Karena aku tahu,kamu pasti akan sangat marah dan kecewa setelah mengetahuinya." lanjut ku.


"Tentu saja.Wajar kalau aku marah dan kesal melihat kamu di perlakukan seperti ini." timpalnya.


* Tok....Tok.....*


Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu kamar ku.


"Masuk...." ucap Edra.


Tidak lama kemudian Rio dan Farel pun masuk ke dalam kamar ku.


"Kalian....." ucap Edra.


"Dra,ada yang harus kita bicarakan." ucap Rio.


Edra pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung keluar dari kamar.Dan sekarang,hanya tinggal aku dan Farel saja berdua.


"Aku minta maaf yah,padahal aku sudah berjanji sama kamu untuk tidak memberitahukan kondisi kamu tadi.Tapi,saat melihat Edra yang begitu khawatir,aku merasa dia seharusnya tahu keadaan kamu." jelas Farel.


"Tidak apa-apa kok,mungkin emang seharusnya dia tahu."


"Oh iya,masalah orang yang menyerang kamu tadi.Sebenarnya,sebelum ke sini Rio sudah menanyaiku tentang siapa orangnya.Aku kan tidak tahu nama cewek-cewek itu,jadi aku hanya menunjukannya saja saat kami bubar dari sekolah tadi." jelas nya.


"Terus?"


"Ya kata Rio itu namanya Melhwa,kalau tidak salah sama kedua temannya yang membantunya adalah aku juga lupa namanya."


"Aku merasa tidak enak sama kamu,tadi juga Rio sempat bermaksud untuk menegur cewek itu.Tapi,aku berhasil mencegahnya dan bilang sama dia bukan hal itu yang kamu inginkan sekarang." lanjut Farel.


"Jadi Rio sudah tahu,kalau yang menampar ku itu Melhwa?"


"Iya......."

__ADS_1


"Ya ampun,bagaimana ini.Pantas saja,barusan dia langsung mengajak Edra keluar."


"Aku sangat tahu,tempramennya Edra seperti apa.Saat dia sudah marah dan kesal dia tudak akan memandang siapa pun itu," lanjut ku.


♧ ♧ ♧ ♧


Di luar.........


"Kenapa?" tanya Edra.


"Ini masalah orang yang sudah membuat Tami terluka,"


"Siapa? Kamu sudah tahu orangnya?" tanya Edra.


"Mela....."


"Apa? Mela...."


"Iya...."


"Farel sendiri yang menunjukan nya sama aku tadi selepas pulang sekolah.Dia ingat jelas,saat Mela sama teman-teman nya tengah mengeroyok Tami." jelas Rio.


"Kenapa dia bisa melakuakn hal itu sama Tami? Alasan apa,yang buat dia berani untuk melakuakannya."


"Menurut perkataan dari Farel sih,katanya Mela tidak terima melihat kedekatan kamu sama Tami.Dia bilang,Tami itu seperti orang ketiga dan penghalang dia antara hubungan kalian."


"Orang ketiga? Biisa-bisa nya dia berpikir seperti itu.Hubungan apa yang dia katakan,aku sendiri hanya menganggap dia teman saja.Ya seharusnya dia udah tahu lah,aku lebih dulu dekat dengan Tami di bandingakan dia." timpal Edra.


"Ya kamu bisa beranggapan seperti itu,tapi beda dengan pemikiran Mela."


"Kamu tahu sendiri,dari kelas X sampai sekarang dia tidak berhenti mengejar kamu dan beberapa kali juga sempat mengajak kamu pacaran.Dan beberpaa kali juga kamu menolak ajakannya itu." lanjut Rio.


"Ya kan kamu tahu sendiri,aku tidak suka sama dia." timpal Edra kembali.


"Ya mungkin dia tidak bisa menerima itu dan melimpahkan nya sama Tami.Makanya dia malah menyerang Tami tadi,"


Edra pun menggeleng-gelengkan kepalanya,menandakan kekesalannya yang semakin memuncak.


"Aku tidak bisa membiarkan ini,aku akan membuat perhitungan sama dia."


"Dra....."


"Tapi,bukan ini yang di inginkan Tami.Nanti yang ada malah membuat posisi Tami dalam masalah,"


"Tidak bisa,kalau aku hanya diam saja.Dia pasti akan melakuakn hal yang lebih dari ini sama Tami."

__ADS_1


"Lagi pula,aku sudah mengakui perasaan ku sama Tami.Jadi,tidak ada algi yang harus aku tutp-tutupi dari yang lain." lanjut Edra.


"Hah? Jadi maksud kamu,"


"Ya,aku sudah mengatakan sama dia.Kalau selama ini aku menyukai dia." balas Edra.


Selama ini,memang hanya Rio lah yang tahu tentang perasaan Edra sama Tami dan memang meskipun sikap Rio yang terbilang cukup berbahaya untuk menjaga rahasia.Tapi dia salah satu teman yang bisa di percaya.


"Kamu tahu sendiri kan,aku paling tidak bisa melihat Tami terluka sedikit pun.Memang nya dia siapa berani menyentuh orang yang paling berharga di hidup aku."


"Jadi,rencana kamu sekarang apa?"


"Tentu saja,aku akan membuat perhitungan sama dia."


"Padahal selama ini aku kurang baik apa sama dia.Selama ini aku bersikap baik sama dia dan menolak dia dengan baik-baik."


"Itu dia masalahnya,dengan seperti itu dia malah beranggapan dia mempunyai peluang terhadap kamu." timpal Rio.


Edra pun terdiam dengan perkataan Rio barusan.


"Benar juga yang kamu bilang,seharusnya selama hampir dua tahun ini,aku harusnya bisa memberi kejelasan sama dia.Tapi kamu tahu sendiri,aku seperti apa." balas Edra.


"Ya tapi,kalau tidak begitu dia tidak akan tahu dan mengerti lah.Contohnya kejadian hari ini yang menimpa Tami."


"Kamu tahu,kejadian tadi pagi saat dia kasih kamu kotak bekal.Itu salah satu pemicu kemarahan Mela sama Tami,karena kamu lebih memilih untuk pergi sama Tami.Padahal Mela sudah menunggu kamu sejak pagi." jelas Rio.


"Kalau kamu tidak mau kejadian ini terulang lagi,kamu harus lebih tegas sama dia."


"Makanya,besok aku akan memberikan perhitungan sama dia." timpal Edra.


"Tapi,di luar kejadian ini.Sukses yah,karena kamu sudah mengakui perasaan kamu sama dia."


"Selama ini,aku sudah cukup tertekan saat kamu curhat,karena merasa kesal melihat Tami dekat dengan kak Adi sama Farel." lanjut Rio.


Rio dan Edra pun saling tersenyum satu sama lain.


"Eh Rio......!" seruan seseorang dari luar mengagetkan mereka berdua.


Ternyata itu Nela dan Sigit yang baru sampai di rumah Tami.


"Kalian,ayo sini....." ajak Rio.


"Tami nya mana? Kok kalian malah ada di sini sih," ucap Nela.


"Dia ada di kamarnya sama Farel,"balas Rio.

__ADS_1


"Emangnya kalian dari mana aja?" tanya Edra.


"Emang nya kamu nggak lihat,apa yang kita bawa ini." ucap Sigit yang menunjukan beberapa bungkus plastik di tangan nya.


__ADS_2