My First Love Is My Best Friend

My First Love Is My Best Friend
Chapter 8


__ADS_3

♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Malam harinya,aku meminta ijin sama ayah untuk pergi ke mini market untuk membeli stok cemilan yang sudah habis.Setelah mendapatkan ijin dari beliau,aku langsung mengambil motornya dan langsung menuju mini market yang letaknya agak jauh dari rumah ku.


Setelah hampir menempuh perjalanan sekitar 2 kiloan,aku pun sampai di mini marketnya.Aku pun langsung mengambil kranjang untuk tempat snacknya.


Sudah hampir 10 menit aku mengitari setiap lorong tempat snacknya di simpan,aku sudah banyak memasukan berbagai macam snack ke dalam nya.Tapi,ada satu lagi makanan yang paling aku sukai yang belum aku temukan.


"Dimana sih,mereka menyimpan permen jely nya." ucap ku sambil terus mencarinya.


Setelah mencari dan menyingkirkan barang yang lainnya,aku pun melihat satu bungkus permen jely kesukaan ku.Namun,saat aku hendak mengambilnya tiba-tiba saja ada orang lain yang lebih dulu mengambilnya.


"Ya......." teriak ku.


"Aku sudah lebih dulu melihat dan menemukannya." lanjut ku langsung berdiri.


"Siapa cepat dia dapat bukan?" balasnya.


Di samping ku telah berdiri seorang laki-laki yang terlihat seumuran dengan ku sambil menatap ku.


"Ya tidak bisa begitu,aku yang sedari tadi mencarinya dan menemukannya lebih dulu."


"Enak aja kamu main ambil sesuka kamu." lanjut ku.


"Emangnya ini mini market milik nenenk moyang kamu apa? Bukan kan.Jadi siapa aja berhak untuk membelinya." balas laki-laki menjengkelkan itu.


"Ih kamu ngeselin banget sih jadi orang." umpat ku.


Tanpa mendengarkan perkataan ku,dia pun langsung berlalu meninggalkan ku.


"Dasar yah,sama cewek juga nggak mau mengalah sedikit pun.Nyebelin banget," ucap ku kesal.


Aku pun memilih untuk melihat-lihat lagi permen yang lainnya.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Setelah di rasa semua yang aku butuhkan sudah terkumpul di dalam keranjang,aku pun langsung menuju tempat kasir untuk membayar tagihannya.


Hanya butuh waktu 5 menit untuk aku menunggu barangnya selesai di hitung.Ternyata hari ini,tagihannya tidak begitu banyak seperti 3 hari yang lalu.


Aku pun langsung meraih 2 kantong plastik yang ukurannya cukup besar dari tangan kasirnya.


Setelah itu,aku langsung menyimpannya di motor dan kemudian aku langsung pulang karena waktu sudah menunjukkan jam 20.00 wib.


Sesampainya di depan lapangan,aku tidak sengaja melihat Edra yang tengah duduk sendirian di kursi.


*Kik.......*


Aku pun langsung menyalakan klakson dan memberhentikan motornya tepat di depan Edra.

__ADS_1


"Eh Tami......" ucapnya setelah melihat ke arah ku.


"Kamu habis dari mana?" tanya nya.


"Aku habis dari mini market,stok cemilan di kamar ku sudah menipis jadi aku pergi ke mini market yang biasa untuk membelinya." jelas ku.


"Sini duduk dulu......" ucapnya sambil menepuk-nepuk tangannya ke kursi.


Aku pun langsung turun dan menghampirinya.


"Kamu lagi ngapain di sini sendirian?"


"Tadi aku habis nemebin ayah main badminton di gor.Ayah kamu juga lagi ada di sana juga sedang melihatnya." jelas Edra.


"Lah emang iya? Ya syukur deh kalau ayah lagi di sana." balas ku.


"Iya tadi ayah ku yang mengajaknya."


"Kamu kok mukanya di tekuk kayak gitu,kenapa?" tanya Edra.


"Ya aku kesel,kamu tahu tadi pas di mini market aku ketemu sama sosok laki-laki yang menyebalkan." jelas ku.


"Kamu tahu kan,permen jely kesukaan ku itu,nah kebetulan tadi tuh stoknya tinggal satu.Eh pas aku mau mengambilnya,tiba-tiba aja laki-laki itu mengambilnya seenaknya aja.Padahal kan aku yang lebih dulu menemukannya." lanjut ku.


"Ya ampun,aku kira kamu kenapa."


"Ya kesal aja,masa iya malah nggak mau ngalah sama aku.Dia kan cowok," timpal ku.


"Benar yah? Aku sudah lama tidak memakan permen itu,karna memang tidak semua mini market stoknya ada."


"Iya aku janji....."


"Udah dong,muka nya jangan di tekuk terus." lanjut Edra.


Aku pun langsung menyunggingkan senyuman sambil melihat ke arah jalan.


"Tapi,boleh dong aku minta cemilan kamu itu.Satu aja,buat teman kita ngobrol di sini." ucapnya.


"Ambik aja,aku sengaja membeli banyak.Soalnya kan nanti sabtu teman-teman pada mau main ke rumah ku."


Edra pun langsung berjalan menuju motor ku dan mulai memilih cemilan yang dia inginkan.


"Banyak juga yah,ini kamu habisin berapa uang buat beli ini semua?" tanya nya.


"Ya hampir 400 ribuan kalau nggak salah." balas ku.


"Ya ampun,Tami." ucap Edra.


Dia pun langsung mengambil satu bungkus cemilan kentang dari dalam kantong plastiknya dan setelah itu dia kembali duduk di samping ku.

__ADS_1


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Sesampinya di kamar,aku langsung menata semua barang belanjaannya di rak khusus untuk tempat cemilan.Aku memilah nya berdasarkan jenis dan merek.


Setelah semua cemilannya tersusun rapi.Aku langsung berpindah ke dekat kulkas mini untuk menata minuman yang aku beli tadi dan menyusunnya di dalam kulkas.


"Akhirnya selesai juga......" ucap ku setelah semuanya selesai aku rapikan.


Setelah itu,aku langsung menuju kamar mandi untuk sikat gigi terlebih dulu sebelum tidur.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Ke esokkan harinya,aku bangun setengah jam lebih awal tidak seperti biasanya.Setelah bersiap dengan seragam sekolah ku,aku langsung turun ke bawah untuk sarapan terlebih dulu.


"Loh nak,tumben kamu jam segini sudah siap" ucap ayah setelah melihat kedatangan ku.


"Iya,soalnya hari ini aku mau berangkat bareng sama Edra ayah." jelas ku.


"Oh iya nak,hari ini ayah mau pergi ke Bogor untuk mengunjungi paman.Katanya beliau lagi sakit dan sedang di rawat di rumah sakit." jelas ayah.


"Oh gitu......"


"Tapi,bukan ayah kan yang bawa mobilnya.Itu kan perjalanannya cukup jauh." lanjut ku.


"Tidak nak,tenang aja.Ayah sudah meminta mang Udin untuk ikut bersama ayah."


"Ya syukurlah kalau begitu......"


"Ya sudah,ayo kita sarapan bareng.Nih bibi buatin ayam kesukaan kamu." ucap ayah.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Seusai berpamitan dengan ayah,aku langsung berjalan kaki menuju rumahnya Edra.Untungnya pas aku sampai di depan rumahnya,Edra baru saja mengeluarkan motornya.


"Pagi.......!" seru ku.


"Eh,baru aja aku mau ke rumah kamu untuk jemput kamu." ucap Edra.


"Tidak perlulah,kana aku juga udah ke sini lebih dulu."


"Ya iyalah,buat apa aku ke sana.Emang kamunya udah di sini." balas nya.


"Ya udah yuk....." ajaknya.


"Oh iya,kamu nggak lupa kan harus bawa jaket?" lanjut Edra.


"Tidak dong,ini aku sudah membawanya di dalam tas." ucap ku sambil menunjukan tas gendong milik ku.


"Ya udah yuk,supaya kita lebih cepat sampai ke sekolahnya."

__ADS_1


Aku pun langsung naik ke atas motornya Edra dan langsung memegang pinggang nya Edra.


__ADS_2