My First Love Is My Best Friend

My First Love Is My Best Friend
Chapter 24


__ADS_3

♧ ♧ ♧ ♧ ♧


"Terus,kalian berdua kenapa malah di sini? Kalau Tami sama Farel ada di kamar?" tanya Nela.


"Ah itu,aku sama Edra lagi cari angin aja." balas Rio.


"Ya udah kalau kalian berdua mau langsung ke sana,tinggal masuk aja." lanjut Rio.


Sigit dan Nela pun langsung naik ke lantai 2,menuju ke kamar nya Tami.


"Jadi,besok kamu akan membuat perhitungan sama Mela?" tanya Rio.


"Tentu saja,"


"Aku tidak akan membiarkan dia kembali lagi menyakiti Tami." balas Edra.


"Apa pun,keputusan kamu,aku hanya bisa mendukungnya.Tapi ingat,jangan cari perkara di sekolahan.Sebaiknya,ajak dia pergi keluar dari sekolah dulu atau kemana gitu." jelas Rio.


"Tentu saja,"


"Seperti yang sebelumnya pernah aku katakan.Tami pasti tidak akan setuju dengan apa yang akan kamu lakukan sama Mela."


"Sebaiknya kamu bicarakan terlebih dulu sama dia,"lanjut Rio.


"Nanti,sekarang kan masih banyak orang di kamarnya."


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Di kamar.........


*Tok.....Tok.....*


Saat aku tengah berbicara sama Farel,tidak lama kemudian Nela dan Sigit pun masuk.Mereka terlihat membawa beberapa bungkusan kantong plastik di tangan nya.


"Tami......!" seru Nela langsung berlari ke arah ku.


"Kamu kenapa? Kok bisa,tiba-tiba saja pulang sih tadi.Aku sangat khawatir tahu," ucap Nela.


"Ah itu......."


"Ada insiden kecil tadi yang menimpa ku."


"Kenapa? Ini sepertinya bukan bekas luka biasa," ucap Nela sambil memperhatikan wajah ku.


"Ah ini......"


"Nel...."


"Sebaiknya kita tanyakan itu nanti saja,sekarang biarkan Tami istirahat dulu." ucap Sigit.


Dia pun duduk di sampingnya Farel di dekat meja rias ku.

__ADS_1


"Di makan yah,tadi kami sempat mampir ke mini market sama ke toko buah,untuk beli beberapa cemilan untuk kamu." ucap Sigit.


"Oh ya amun makasih ya,aku udah buat kalian repot saja."


"Tidak sama sekali," ucap Nela.


"Jangan bicara seperti itu,yah.Ini memang bentuk kepedulian kita sama kamu loh," lanjut Nela.


Aku dan Nela pun saling berpelukan satu sama lain.


Sigit dan Farel pun,hanya bisa tersenyum melihat tingkah aku dan Nela barusan.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Setelah teman-teman ku berpaitan untuk pulang,karena memang hari yang sudah sore.Sekarang hanya tinggal aku dan Edra saja berdua di kamar.


"Kamu pasti sudah tahu dari Rio bukan?" ucap ku.


"Tentu saja,"


"Makannya aku mau ijin sama kamu,untuk besok." lanjut Edar.


"Besok? Memangnya besok kenapa?"


"Aku berencana untuk bicara sama Mela,aku tidak ingin ke depannya dia melakukan hal seperti ini lagi.Bukan hanya kamu saja,bisa saja dia melakukannya sama yang lain." jelas Edra.


"Aku hanya takut saja,nantinya dia malah balik lebih benci sama aku."


"Tetap saja,"


"Tami,dengarkan aku.Kalau aku tidak bicara sama dia,yang ada nanti dia akan seenaknya melakukan itu sama kamu.Lagi pula,yang terpenting aku harus buat dia sadar."


"Yang sekarang aku butuhkan itu,dukungan dari kamu." lanjut Edra.


Aku hanya terdiam saja mendengar Edra yang tengah mencurahkan kekesalanya sekarang.


"Ini mungkin salah aku juga,karena selama ini aku tidak memberikan kepastian sama dia.Aku hanya berpikir,aku bisa saja berteman baik sama dia.Tapi mungkin,yang ada di pikiran Mela tidak sepaham dengan aku."


"Makanya,dia sampai berani melakukan hal ini sama kamu.Jadi aku akan menemui dia besok dan memberikan kejelasan untuk itu." lanjutnya.


"Ya sudah,aku tidak bisa melarang apa yang sudah kamu putuskan."


"Sebaiknya,aku sarankan kamu jangan dulu berangkat ke sekolah.Kamu pasti akan kesulitan menutupi bekas luka itu dari pandangan siswa lainnya.Apalagi sama teman sekelas kita,pasti akan banyak pertanyaan yang mereka ajukan nantinya."


"Iya......"


"Ya sudah,sekarang kamu istirahat.Aku juga mau pulang untuk mandi.Ibu ku pasti mencariku,jam segini aku belum sampai ke rumah."


"Ya sudah,makasih ya untuk hari ini."


"Tidak perlu berterima kasih,memang sudah seharusnya aku melakukan ini sama kamu." balas nya.

__ADS_1


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Ke esokkan harinya di sekolah......


"Sepertinya itu Mela," tunjuk Rio.


"Lah,emangnya ada apa sama dia?" tanya Sigit.


"Nanti aku ceritakan sama kamu,sekaramg sebaiknya kita pulang saja." ajak Rio.


"Memangnya ada apa sih,aku jadi penasaran nih."


Merak pun langsung berlalu dengan mengendarai motor mereka masing-masing. Perasaan ku sebenarnya sudah tidak karuan,rasanya aku ingin meneriaki Mela dan memarahinya.Tapi,aku sudah berjanji sama Rio dan Tami untuk.tidak melakukan hal yang dapat membuat posisi Tami semakin terpojok.


"Eh Edra......" ucapnya seperti biasa dengan senyuman yang selalu dia sunggingkan.


"Kok tumben kamu masih ada di sini?" tanya nya.


"Iya ini juga mau pulang,"


"Oh iya,perasaan hari ini aku tidak melihat teman wanita yang biasa selalu berada di samping kamu masuk.Kemana dia?" tanya nya.


Aku hanya bisa tertawa di dalam hati,mendengar ucapan dari mulutnya Mela.Dia malah pura-pura tidak tahu apa-apa sekarang.


"Dia,udah pulang duluan tadi sama yang lainnya."


"Oh gitu yah," ucapnya dengam senyum sumringah.


"Kalau begitu,habis ini kamu mau ke mana?" lanjutnya.


"Tidak kemana-mana,paling langsung pulang ke rumah."


"Bagaimana,sebelum itu kita pergi dulu ke taman kota.Aku dengar di sana ada toko jus yang baru buka." ajaknya.


Aku sangat tahu betul dengan karakternya,dia pasti akan langsung mencari kesempatan untuk menggajak ku pergi bersama dia.Apalagi,dia tahu tidak ada Tami di samping ku.Ini kesempatan yang sangat bagus untuk aku bicara sama dia.


"Ya sudah,"


"Serius? Aku tidak salah dengar kan.Ya ampun,makasih ya kamu udah mau." ucapnya.


"Sebentar yah,aku ambil dulu motor ku."


Tidak lama kemudian,kami pun langsung meninggalkan area sekolah dan langsung menuju ke taman kota.Jaraknya tidak begitu jauh dar sekolah hanya berjarak 1 kilo saja.


Sesampainya di sana,Mela langsung mengajak ku untuk membeli minuman yang dia bicarakan tadi.


"Aku senang banget hari ini,jarang banget aku bisa ajak kamu seperti ini." ucapnya.


Setelah mendapatkan apa yang dia mau,kami pun memutuskan untuk duduk di dekat air mancur yang terletak di pusat taman itu.


Dia tidak hentinya,menyunggingkan senyumannya dan terus melihat ke arah ku.Sikap dia sangat berbanding terbalik,saat berada di samping ku.

__ADS_1


Mungkin orang lain akan beranggapan,tidak mungkin sosok yang selalu tersenyum dan selalu ramah sama semua orang,tega melakukan hal yang kurang baik dan kasar sama Tami.


__ADS_2