My First Love Is My Best Friend

My First Love Is My Best Friend
Chapter 12


__ADS_3

¢ ¢ ¢ ¢ ¢


"Ih bibi,kenapa malah di kasih ijin? Nanti yang ada dia malah buat aku nggak bisa tidur gara- gara dia sama mang Ujang malah main game bareng."


"Tidak apa-apa non,lagi pula kan kasihan kalau mas Edra di suruh pulang lagi.'' balas bibi.


"Ya tidak apa- apa lah bi,lagi pula rumah dia kan dekat ini."


"Ya ampun,kamu sampai segitunya.Ya udah kalau aku nggak boleh menginap di sini.Aku pulang aja kalau gitu," Edra pun langsung beranjak dari duduknya dan berlalu meninggalkan aku dan bibi.


"Tuh kan non,mas Edra nya ngambek."


"Biarkan aja bi,nanti juga dia balik lagi.Lagi pula tadi aku hanya becanda saja sama dia." balas ku.


"Tapi,yang bibi lihat mas Edra sepertinya benar-benar marah barusan."


"Tidak bi,sebentar lagi pasti dia balik lagi." balasku kembali.


Setelah menunggu beberapa saat,ternyata Edra tidak kunjung kembali.Aku pun langsung melihat ke ruang tengah untuk melihatnya.Tapi ternyata dia juga tidak ada di sana dan pintu depan pun sudah tertutup rapat.


"Edra kenapa sih? Padahal aku tadi hanya becanda saja sama dia," ucap ku pelan.


Aku pun langsung kembali ke ruang makan dengan pikiran yang kacau.


"Benar kan non,mas Edra nya benar-benar pulang." ucap bibi.


"Iya bi,padahal tadi aku hanya becanda aja sama dia."


"Karena aku tahu,Edra nggak bakalan semudah itu ngambek sama aku." lanjut ku.


"Mungkin mas Edra sekarang perasaan nya mudah tersentuh." ucap bibi.


"Ya udah lah bi,gimana lagi malam ini jadinya kita berdua saja yang tidur di ruang TV."


Aku sebenarnya merasa sedih,aku merasa bersalah udah buat Edra kesal dan pulang.Aku janji besok pagi akan langsung minta maaf sama dia.


¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢


Pagi harinya,aku sengaja bangun pagi.Aku berniat untuk membuatkan makanan kesukaan Edra sebagai permintaan maaf ku sama dia soal masalah semalam.


Setelah semuanya selesai,aku pun langsung bersiap untuk ke rumahnya Edra.


"Non Tami.....!" seru bi Inah yang bekerja di rumah Edra.


"Baru saja mas Edra nya berangkat." lanjut beliau.


"Oh gitu ya bi,makasih ya....."


Aku pun langsung melajukan motor ku untuk menyusul Edra dan meminta maaf sama dia.


Namun sayangnya,sampai aku di sekolah dia tidak terkejar oleh ku.


Aku pun langsung berlari menuju ke kelas untuk menghampiri Edra.


"Rio......" panggil ku setelah melihat Rio yang tengah berdiri di dekat pintu kelas.

__ADS_1


"Eh,kenapa?" tanya nya.


"Kamu lihat Edra nggak?"


"Kalau nggak salah,tadi katanya dia mau ke aula ngambil bola basket." jelas Rio.


Aku pun langsung berlari menuju aula yang jaraknya sekitar 300 meter dari kelas ku.Dan benar saja,pintu aula nya terbuka meskipun hanya sedikit.


Aku pun perlahan melangkahkan kaki ku,untuk memberikan kejutan sama dia.Namun,saat aku melihat keadaan yang ada di dalam aku langsung tertegun dan kaget,aku melihat Edra tengah memeluk Mela.


Tanpa sadar sadar,kotak makanan yang aku bawa tadi pun terjatuh begitu saja dan menimbulkan bunyi yang cukup keras.Hingga membuat Edra dan Mela pun langsung melepaskan pelukannya dan menyadari kehadiran ku.


"Maaf aku tidak sengaja,untuk mengganggu kalian berdua." ucap ku langsung melangkah pergi.


Entah kenapa,hatiku terasa sakit dan hancur melihat Edra memeluk wanita lain di hadapan ku.Rasanya,hati ku ingin meledak dan berteriak sekeras mungkin.


"Eh kamu dari mana?" tanya Sigit yang berpapasan dengan ku di dekat kelas X.


"Ah itu,tadi aku habis dari sana." ucap ku tampak menunjuk arah yang aku maksud.


"Kamu kenapa? Sepertinya kamu sedang tidak baik-baik saja.Apa terjadi sesuatu sama kamu?" tanya nya kembali.


"Tidak ada,aku hanya capek saja habis berlari barusan."


"Ya udah yuk,sebaiknya kita langsung ke kelas aja." aku langsung menarik tangan Sigit dan membawanya bersama ku.


Sesampainya di dekat kelas,aku langsung melepaskan tangannya.


"Aku duluan yah," ucap ku tampa melihat ke arah nya.


"Tami....." panggil Rio.


"Kamu kok masih di sini sih? Kamu nggak mau ganti baju?" tanya nya.


"Ganti baju?" tanya ku balik.


"Iyah,kan pagi ini kita ada pelajaran olah raga." jelas nya.


"Rio......." teriak ku.


"Kenapa?"


"Gawat....."


"Jangan bilang kamu hari ini lupa lagi nggak bawa seragam olahraganya." tebak kan dia benar sekali.


''Iya gimana ini,aku malas sekali kalau harus fi hukum di lapangan lagi."


"Ya gimana dong,lagian kamu bisa-bisanya lupa nggak bawa."


"Ah......" teriak ku.


¢ ¢ ¢ ¢ ¢


Karena keteledoran ku hari ini,akhirnya aku pun mendapatkan hukuman. Aku pun langsung di suruh untuk berdiri di samping tiang bendera yang letaknya berada di depan kelas ku.

__ADS_1


Aku merasa malu dan kesal karena menjadi pusat perhatian dari kelas lainnya yang melihat ke arah ku.


Aku bisa melihat teman-teman kelas ku yang lain tengah mengikuti pelajaran olah raga di lapangan basket.


"Sial banget sih hari ini," gumam ku.


"Hei kamu......" panggil seseorang.


Aku pun langsung melihat ke arah belakang ku dan melihat laki- laki yang tengah berdiri di sana.


"Kamu....." ucap ku dengan dia bersamaan.


"Apa kamu?" tanya ku.


"Kamu sedang ngapain di sana sendirian? Kamu lagi di hukum yah?" tanya nya.


"Udah tahu nanya lagi," balas ku.


"Kamu kok,bisa ada di sini sih?" tanya ku balik.


"Emang nya kenapa,nggak boleh emang? Oh iya,aku mau nanya dong." ucapnya.


"Nanya apa?"


"Kelas X1 IPA A,di mana sih?" tanya nya.


"Itu di belakang kamu,emangnya kamu nggak lihat apa tulisan sebesar itu.Mau ngapain kamu,nanyain kelas ku?"


"Hari ini aku baru saja masuk," balas nya.


"Jadi maksud kamu...."


"Ya aku murid pindahan di kelas ini." tunjuk nya.


Benar-benar di luar dugaan,aku bisa bertemu kembali dengan laki-laki yang menyebalkan itu.


Dia pun langsung melihat ke arah dalam kelas ku dan tidak lama kemudian langsung kembali.


"Kok nggak ada siapa-siapa di dalam?" tanya nya.


"Ya iyalah,kan emang lagi pada mengikuti pelajaran olahraga.Tuh......" tunjuk ku.


"Pantas aja,aku kira kamu tadi bermaksud untuk mengerjai ku."


"Hei aku tidak sekejam itu kali,"


"Oh iya,nama kamu siapa?" lanjut ku.


"Farel......" balasnya.


"Namanya bagus juga,tapi sayang berbanding terbalik dengan sikap nya." ucap ku pelan.


"Kenapa?" tanya nya.


"Tidak ada,kamu tunggu aja di situ.Sebentar lagi pelajaran olah raganya pun segera berakhir." jelas ku.

__ADS_1


__ADS_2