
*****
Dengan keberanian yang aku kumpulkan dan merasa situasinya aman,aku pun langsung berbalik arah.
*Bruk......*
Aku langsung menbrak Edra dan hampir saja aku dan Edra berciuman karena jarak kami yang begitu dekat.
Aku pun langsung memundurkan langkah ku dan perlaha menatap ke arahnya.
"Itu......" ucap kami bersamaan.
"Kamu duluan aja," ucap ku.
"Tidak apa-apa,sepertinya kamu yang ingin lebih duluan." balas ku.
Kami pun sempat terdiam sejenak dan saling melihat ke arah yang berlawanan.
"Sejak kapan kamu dekat dengan dia?" tanya nya.
"Dia siapa,maksud kamu?" tanya ku balik.
"Anak baru itu,"
"Aku tidak suka yah,kamu selalu memperlakukan orang seperti itu.Nanti yang ada dia malah salah paham sama kamu." lanjutnya.
"Maksud kamu apa sih? Memangnya aku kenapa,wajar bukan? Namanya juga dia masih baru di sini." balas ku.
"Ya sama aku juga tidak suka,saat kamu malah berpelukan dengan wanita itu." balas ku.
"Tami,aku tidak anggap dia itu apa-apa.Tadi aku hanya mencoba menenangkan dia." balas nya.
"Tadi saat aku hendak mengambil bola di sana,aku mendapati dia tengah menangis.Katanya kakek dia meninggal dan dia tidak bisa untuk pergi melihatnya karena rumahnya yang jauh di luar kota." jelas Edra.
Aku sempat terdiam dan hanya menatap Edra.
Dia pun langsung mendekati aku dan memeluk ku sambil mengekus punda ku.
"Maafin aku,kalau aku udah buat kamu kesal."
"Aku tidak tahu,kalau kamu akan semarah ini sama aku.Maafin aku yah....." lanjutnya.
"Aku juga minta maaf sama kamu,karena aku sudah buat kamu kesal semalam.Sebenarnya,semalam itu aku hanya becanda aja sama kamu.Karena setahu ku kamu nggak bakalan semudah itu ngambek sama aku.Tapi ternyata aku salah,kamu malah beneran marah pada ku." tutur ku.
"Lagian kamu sih,gitu banget bicaranya."
"Makannya aku minta maaf," balas ku.
"Udah ah,nanti malah ada yang melihat kita lagi." aku pun langsung melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Ya udah yuk.Sepertinya kita deh yang paling belakangan pulang hari ini." ajaknya.
Aku dan Edra pun langsung menuju ke parkiran untuk mengambil motir.Sesampainya di sana,aku mendapati kak Adi tengah duduk di atas motor ku.
"Eh kak......!" seru ku.
"Hei......" balasnya sambil tersenyum.
"Aku duluan yah,sepertinya kalian ada urusan." bisik Edra.
Dia pun langsung menuju ke motornya yang dia parkirkan tidak jauh dari tempat ku.
"Kenapa kak?"
"Tidak ada apa-apa,hanya saja.Kakak ingin memberikan ini sama kamu," ucapnya sambil memberikan paper bag pada ku.
"Apa ini...?"
"Saat di Surabaya,aku tidak sengaja melihatnya.Jadi aku sengaja membelikannya untuk kamu.Setahu ku kamu sangat menyukai boneka beruang." jelas nya.
"Makasih ya kak,aku merasa tidak enak karena malah buat kakak repot."
"Tidak apa-apa,lagi pula kakak merasa senang bisa membelikan ini buat kamu." balas nya.
"Oh iya,kedepannya mungkin kakak akan jarang sekali datang ke sekolah."
"Loh kenapa kak?" tanya ku Heran.
"Jadi,maksud kakak....."
"Iya,kakak akan pindah ke sana dalam waktu dekat ini."
"Kamu tahu kan,kalau menjadi pemain sepak bola profesional itu adalah cita-cita kakak."
Aku pun sempat terdiam dan hanya bisa menatapnya.Tanpa terasa air mata ku pun mengalir begitu saja.
"Kenapa kakak memberi tahu ku sekarang?"
"Maafin kakak,"
"Kakak juga baru tahu hasilnya kemarin."
"Aku pasti akan merasa kehilangan di sini.Maafin aku kak,karena selama ini aku hanya buat kakak kecewa."
"Tidak seperti itu Tami,justru kakak berterima kasih sama kamu.Berkat kamu,kakak bisa jadi lebih baik lagi dan bisa menerima semuanya." balas nya.
Kak Adi pun langsung memeluk ku dan mencoba untuk menenangkan aku.
"Sudah jangan nangis dong,nanti yang ada kakak malah akan merasa bersalah sama kamu."
__ADS_1
"Aku sedih aja,akan pisah sama kakak secepat ini."balas ku.
"Aku juga senang,karena ini kesempatan yang sangat bagus untuk kakak mengapai apa yang kakak cita-citakan selama ini." lanjut ku.
"Sudahlah,kamu malah buat kakak ikutan sedih sekarang."
Aku pun melepaskan pelukannya dan kak Adi pun menggenggam tangan ku.
"Mkasih ya,untuk semua waktu yang pernah kita lalui bersama.Semoga kedepan nya kamu menemukan laki-laki yang kamu cintai dan menyayangi kamu."
"Kakak harap,persahabat kita ini tidak pernah putus meskipun jarak yang memisahkan kita." lanjutnya.
"Iya kak....."
"Udah dong,jangan nangis.Kamu kan udah gede." ucapnya sambil menghapus air mata yang membasahi pipi ku.
"Nanti kakak telpon kamu yah,sekarang kakak harus kembali ke ruangan kepala sekolah.Hari ini,kakak sedang menguruskan surat kepindahan kakak." jelas nya.
Aku terus memegang tangannya sambil menatapnya.Perasaan baru kemarin aku bertemu dengan kak Adi.
Sosok yang sebenarnya penah mengisi relung hati ku.Dan sekarang dia akan pergi ke tempat yang sangat jauh.
"Ya udah,aku akan menunggu telpon dari kakak." balas ku.
Aku pun berusaha untuk tersenyum di hadapannya.Aku tidak ingin dia merasa bersalah dan nantinya malah mempengaruhi keputusannya itu.
*****
Setelah berpisah dengan kak Adi,aku pun langsung pulang.Sepanjang perjalanan,pikiran ku kacau dan tidak karuan.
Aku sangat merasa bersalah sama kak Adi.Selama ini dia selalu berusaha untuk membuat ku senang saat berada di sampingnya.Tapi,karena keegoisan ku sendiri dia malah terus tersakiti.
Beberapa kali dia sempat mengajak ku untuk berpacaran dan beberapa kali juga aku menolak ajakkan nya itu.
Penyesalan memang selalu terasa saat di akhir-akhir kebersamaan kita dengan orang yang kita anggap dekat.
Tanpa terasa aku pun sampai di rumah dan langsung menuju ke kamar.Sesampainya di dalam kamar aku langsung membuka barang pemberian kak Adi.
Ternyata dia memberiakan ku boneka beruang yang sangat lucu yang sedang memegang bola.Dan ada beberapa lembar foto dia dan aku.
Dulu memang saat dia mengikuti kompetisi antar sekolah dan memenangkannya,aku sempat berfoto bersama dengan dia.Ternyata kak Adi masih menyimpannya dengan baik.
Aku langsung terharu dan kembali menangis sambil memeluk boneka pemberian kak Adi tersebut.
"Aku harap kakak baik-baik aja di sana dan apa yang kakak cita-citakan terwujud." ucap ku sambil terus menangis.
*****
Malam harinya,saat aku sudah beres mandi.Aku pun langsung turun ke bawah untuk makan malam.
__ADS_1
Ternyata di ruang makan sudah ada Edra yang sudah menunggu ku sambil menonton TV.
"Kamu kenapa? Kok mata kamu bengkak kayak gitu," ucapnya setelah melihat keadaan ku.