My First Love Is My Best Friend

My First Love Is My Best Friend
Chapter 7


__ADS_3

♧ ♧ ♧ ♧ ♧


"Ini nih,kebiasaan.Tadi kamu sendiri yang malah menyimpan helmnya di atas motor ku.Gimana sih,"


"Tami,kamu itu masih muda cantik.Masa iya udah jadi pelupa kayak sepuh aja." lanjut Rio.


"Emang iya yah.Aku kok nggak ingat." balas ku.


"Eh kayaknya itu es jeruknya enak tuh." ucap Rio sambil melihat ke arah gelas ku.


"Ya ambil lah ke dapur,"


Dia pun langsung berlalu meninggalkan ku.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


"Tami....." panggil Edra.


"Aku di sini....." balas ku.


Tidak lama kemudian,Edra pun datang menghampiri ku.


"Itu di depan ada motornya Rio,emang nya dia lagi di sini?" tanya nya.


"Iya dia nganterin helm."


"Terus sekarang anaknya kemana?" tanya nya kembali.


"Itu lagi ngambil es jeruk ke dapur." balas ku.


Edra pun langsung duduk di tepi kolam ikannya.Dan tidak lama setelah itu,Rio pun datang menghampiri kami berdua.


"Eh Dra,kamu ke sini juga." ucap Rio.


"Iya nih,aku mau pinjam buku Biologi miliknya Tami."


"Kemarinkan,kita ketinggalan pelajaran saat latihan basket." lanjut Edra.


"Oh iya,aku lupa malah."


"Ya udah lah,aku mah besok-besok aja.Sekarang,soalnya aku mau pergi dulu sama Sigit." jelas Rio.


"Emangnya kalian mau kemana?" tanya ku.


"Itu kan tadi motornya Sigit ada masalah,dia minta aku untuk menemani dia ke bengkel.Mungkin,biar dia nggak sendirian di sana." jelas Rio.


"Es jeruknya emang kamu udah minum?" tanya ku.


"Udah,aku hanya nyobain aja sedikit.Ternyata asem,aku nggak suka." balas nya.


"Ya udah yah,aku duluan.Takutnya dia udah nunggu lama di pertigaan sana." lanjut Rio.

__ADS_1


"Oh kalian janjian di sana.Ya udah hati-hati yah......" ucap ku sambil melambaikan tangan.


Sepeninggal Rio sekarang hanya tinggal aku dan Edra saja berdua.Edra sendiri tengah asik memberi makan ikan koi yang terlihat kelaparan dan saling berebut makanan nya.


"Harusnya tuh kamu nggak hanya omelin ikannya,tapi kasih makanan buat ikannya juga." gerutu Edra.


"Aku kan kira mereka udah makan,"


"Tahu dari mana emang? Kalau mereka udah makan.Memangnya kamu bisa tahu bahas mereka." balas Edra.


"Nggak juga sih,hanya tebakkan ku aja."


"Ya udah yuk,kita ke kamar kamu." ajak Edra.


"Aku mau ambil buku biologinya." lanjut Edra.


"Ya udah yuk....."


Kami berdua pun langsung menuju lantai dua untuk mengambil buku nya.


Sesampainya di dalam kamar,aku langsung memberikan bukunya ke Edra yang tengah asik mengotak-atik komputer ku.


"Nih....." ucap ku.


"Taruh aja di situ,aku mau lihat dulu ini." ucapnya.


Dia tengah asik melihat karangan novel yang aku buat.Aku memang menyempatkan waktu untuk membuat novel di salah satu aplikasi.Sudah hampir berjalan 3 tahun,awalnya aku hanya iseng saja.Tapi lama kelamaan,aku merasa nyaman dan yang terpenting aku bisa menyalurkan hobi ku di sana.


"Bagus juga novel yang kamu buat ini...." ucap nya yang tengah memandangi layar komputernya.


Aku pun memilih untuk duduk di ujung kasur sambil melihat ke arah Edra.


"Kenapa?" tanya nya setelah menyadari aku yang tengah memandanginya.


"Tidak kenapa-kenapa,aku hanya lihat kamu aja." balas ku.


"Aneh kamu....." ucap nya langsung beranjak dari tempat duduknya.


Dia pun langsung menghampiri ku dan jongkok tepat di hadapan ku.


"Besok pulang sekolah,aku mau ajak kamu ke makam ibu kamu." ucapnya.


"Oh iya,aku kan udah mau satu bulan belum menjenguk ibu."


"Untung saja udah kamu ingetin sekarang,makasih ya." lanjut ku.


"Jangan lupa,besok kamu bawa jaket.Takutnya,kayak bulan kemarin kita tidak bisa pulang karena kehujanan."


"Kamu memangnya mau,menunggu lagi di saung yang di dekat makam itu." lanjut Edra.


"Ih nggak mau lah,takut aneh."

__ADS_1


"Ya makanya,besok kamu bangunnya pagi-pagi kenapa,supaya kita bisa berangkat bareng.Nanti kamu nggak perlu bawa motor,biar aku saja." ucapnya.


"Iya deh,nanti aku pasang alarm supaya aku tidak telat bangunnya."


"Ya udah kalau gitu,aku pulang dulu yah.Nanti kalau kamu merasa bosan,hubungi aku aja." ucapnya langsung meraih buku yang aku simpan di atas kasur.


"Oke......"


Aku pun mengantar Edra sampai pintu depan,setelah kepergiannya aku memilih untuk duduk di ruang tengah sambil menonton TV.


"Nak....." panggil ayah.


"Ayah......" aku pun langsung menghampiri beliau.


"Ayah kok tumben pulang telat hari ini?"


"Iya,tadi ayah mampir dulu ke makam ibu." balas ayah.


"Ayah juga bilang sama ibu,kalau nanti secepatnya Tami jenguk ibu kesana." lanjut ayah.


"Kebetulan banget,barusan kan Edra ke sini.Besok dia ngajakin Tami pergi ke makam ibu." jelas ku.


"Bagus dong,"


"Nanti kamu nggak perlu beli bunganya,ayah sudah menitipkan ke ibu penjual yang ada di dekat gerbang.Jadi besok Tami tinggal ambil aja." jelas ayah.


"Oh gitu,ya udah kalau begitu."


"Ayah pasti capek hari ini,sini mendingan ayah duduk dulu di sini." aku pun langsung menarik ayah dan mengajaknya duduk di ruang tengah.


"Sebentar,aku ambilin minum buat ayah dulu...."


Aku pun langsung berlari menuju dapur untuk membuatkan teh hangat kesukaan ayah.Katanya,teh buatan aku itu sangat mirip dengan teh yang dulu sering ibu buatkan buat ayah.


Setelah selesai,aku pun langsung kembali menghampiri ayah di ruangan tengah.


"Nih,minuman spesial buatan Tami untuk ayah." ucap ku sambil menyimpannya tepat di hadapan beliau.


"Makasih ya nak,memang kamu yang paling mengerti ayah." ucap ayah.


Aku pun kemudian memijat tangan ayah yang semakin lama semakin menua.Aku terkadang suka merasa sedih kalau melihat kondisi ayah.Dia tetap saja semangat dengan pekerjaannya sekarang,padahal di kantir sudah ada orang lain yang bisa mengcover pekerjaan ayah.


Aku sempat meminta ayah untuk pergi ke kantor hanya tiga kali seminggu.Aku ingin ayah banyak menghabiskan waktu di rumah saja dan bisa kumpul dengan bapak-bapak komplek yang lainnya.Tapi ayah selalu menolaknya dan selalu meyakinkan aku kalau beliau masih sehat dan kuat.


Aku tahu,mungkin alasan terbesar ayah memilih untuk menyibukkan diri itu,karena kalau di rumah terus beliau akan teringat sama almarhum ibu.Dan itu,akan berpengaruh juga sama aku kalau melihat ayah sedih.


"Itu film kartunya lucu....." ucap ayah sambil tersenyum.


"Makanya tadi Tami menontonnya,lumayan kan buat hiburan di saat sore hari." balas ku.


"Nanti,aku siapin makan buat ayah.Kebetulan bibi tengah masak makanan kesukaan ayah.Nanti kita makan bareng yah," ajak ku.

__ADS_1


"Oh gitu,ya sudah kalau gitu ayah harus mandi dulu dong."


"Anak ayah kan pasti sudah mandi," lanjutnya.


__ADS_2