My First Love Is My Best Friend

My First Love Is My Best Friend
Chapter 33


__ADS_3

♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Ke esokan harinya,Rio berkunjung ke kamar ku.Saat Nela tengah pergi ke lantai satu untuk sarapan.


"Eh kok kamu malah ke sini? Emang nya kamu nggak sarapan?" tanya ku.


"Sebenarnya,ada yang ingin aku katakan sama kamu." ucap nya.


"Apa?"


Rio pun duduk di kursi yang berada tepat di samping kasur ku.


"Kenapa Rio? Seperti nya ada hal penting yang ingin kamu sampaikan.Sampai-sampai kamu langsung ke sini pagi ini." ucap ku.


"Jadi begini,semalam saat aku tengah nongkrong di lobi sama Farel....."


"Pak Bambang datang menghampiri kami berdua,"


"Terus?"


"Di menceritakan kejadian yang menimpa kamu kemarin.Di cctv terlihat Mela yang sengaja mendorong pengunjung lain yang saat itu berada tepat di belakang kamu." jelas Rio.


"Kamu seriuskan,"


"Tentu saja aku serius,semalam pak Bambang memperlihatkan vidionya ke pada ku dan Farel."


"Aku memang sejak awal sudah mencurigai dia,karena melihat dia hanya menatap ku dan diam saja."


"Aku sendiri meminta pak Bambang untuk jangan dulu menceritakan nya sama Edra,kamu pasti tahu sendiri bagaimana kalau Edra tahu."


"Dia pasti akan ngamuk," balas ku.


"Lebih dari itu,"


"Untung saja,pak Bambang juga menyutujuinya dan berjaji akan menyelesaikan masalah nya saat kita sudah kembali ke Jakarta."


"Untung saja,Farel juga langsung paham dengan apa yang aku rencana kan ini.Kalau tidak,aku takut Edra akan melakukan sesutu pada Mela." lanjut Rio.


"Aku setuju sama kamu,sebaiknya kita tunggu saja sampai kita kembali ke Jakarta."


"Tapi,kamu juga harus lebih berhaati-hati lagi mulai sekarang.Mela pasti,merencanakan hal yang lain untuk melukai kamu kembali.Maka nya kamu lebih baik di sini saja sampai kita menyelesaikan semua nya di sini." jelas Rio.


"Ya demi kebaikan ku,"


"Aku hanya bisa melakukan ini." lanjut ku.


"Oh iya,ini udah di kasih obat nya lagi belum?" tanya nya.


"Udah......"


"Aku merasa kaku aja,mungkin karena tidak di gerakan sama sekali."


"Mau aku bantu di urut nggak?"

__ADS_1


"Ih nggak terima kasih deh,"


"Tapi lihat lah,area dekat mata kaki kamu emang sebaiknya di urut.Aku juga gak bakalan nyakitin kamu,percaya deh sama aku."


Dia pun meraih lotion mikik Nela yang tergeletak di atas meja.Perlahan dia mulai memijit di area kaki ku yang sakit.


"Ah......" ringis ku.


"Sakit?" tanya nya.


"Nggak aku kaget aja,"


"Ku kira kamu sakit,"


Dia pun dengan telaten memijat kaki ku dengan lembut.Aku pun sesekali merasakan sakit saat dia menyentuh area dekat luka yang tergores Tapi tidak separah saat hari kemarin.Hari ini aku masih bisa menahannya.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Tidak lama kemudian,Nela pun datang sambil membawa makanan untuk ku.


"Loh kok kamu udah ada di sini aja?" tanya nya.


"Iya,tadi setelah sarapan aku merasa bisan aja di kamar sendirian.Jadi aku putuskan untuk melihat keadaan Tami hari ini." balas Rio.


"Ya udah nih,makan dulu." ucap Nela.


Aku pun langsung meraih nampan berisikan makanan yang di kasih Nela.Selanjutnya aku langsung melahap sarapannya.


"Kamu sok banget sih,pakai acara urut Tami seperti itu" ucap Nela.


"Emangnya kamu nggak kesakitan gitu?" tanya Nela.


"Nggak,ya emang tadi sempat ngerasa nyeri sih.Tapi lama kelamaan aku mulai menikmatinya." jelas ku.


"Tuh kan,apa aku bilang....." timpal Rio.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Sore harinya,Edra mengajak ku untuk berjalan di di sekitar hotel.Katanya supaya aku tidak jenuh hanya berdiam diri di kamar seharian.Edra pun membantu memapah ku sampai kami duduk di dekat parkiran hotel nya.


"Gimana,tadi kamu jalan sampai ke sini kerasa sakit nggak?" tanya nya.


"Tidak sih,kan tidak harus naik turun tangga." balas ku.


"Iya juga yah,"


"Oh iya,besok kan hari terakhir kita di sini.Perasaan kalau tidak salah sebelum pulang kita mampir ke malioboro sama ke pusat oleh-oleh deh," ucap Edra.


"Iya gitu?"


"Wah,itu kesempatan buat aku untuk membeli beberapa oleh-oleh untuk di bawa pulang."


"Lucu yah,harusnya di sini kita tuh study.Eh malah kamu harus nubguin aku juga di hotel." lanjut ku.

__ADS_1


"Tidak apa-apa,lagian kita punya teman-teman yang siap bantu kita untuk mengerjakan ketertinggalan kita."


"Iya juga sih,aku sangat berhutang banyak baget sama Nela."


"Padahal dia sendiri,sudah kesulitan dengan tugas nya sendiri.Tapi dia mampu mengerjakan tugas milik ku juga." lanjut ku.


♧ ♧ ♧ ♧♧


Ke esokan harinya,aku sudah bersiap dan barang-barang ku sudah di bawa sama Edra ke dalam bis.


Hari ini,terakhir kami berada di Jogja.Seperti yang di katakan Edra kemarin sore,hari ini kita hanya akan pergi ke Malioboro dan ke pusat oleh-oleh saja.Dan setelah itu,kita semua langsung kembali ke Jakarta.


"Yuk....." ajak Nela.


Dia pun mengukurkan tangan nya,untuk membantu ku turun dari kasur.Untung saja,waktu itu Sigit membelikan ku sendal.Jadi aku tidak kesakitan saat berjalan.


"Masih sakit nggak?" tanya nya.


"Udah nggak sih,hanya saja aku merasa ngilu saja."


"Aku hanya berpikir,bagaimana nanti kalau sudah sampai di Jakarta."


"Ayah pasti akan terkejut melihat kondisi ku, yang pulang-pulang dalam keadaan seperti ini." lanjut ku.


"Namanya juga musibah,kita tidak akan pernah tahu."


"Iya sih,"


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Sesampai nya di lantai bawah,ternyata Rio dan Edra hendak menaiki lift nya.Tapi mereka malah bertemu aku saat keluar dari dalam lift nya.


"Baru aja kita mau ke atas," ucap Rio.


Aku pun hanya tersenyum dan meraih tangan nya.Karena memang,aku dan Nela tidak dalam satu bis yang sama.


Setelah berpisah dengan Nela dan Sigit,aku pun langsung menuju Bis ku.Karena sebentar lagi bis nya akan berangkat.


Sesampai nya di dalam bis nya,ternyata Vina sudah lebih dulu duduk di kursi nya dan tengah asik dengan ponsel nya.


Dia pun langsung menyadari kedatangan kundan langsung membantu ku untuk duduk di kursi ku.


"Makasih ya,udah bantuin aku." ucap ku sama Rio dan Edra.


Mereka pun langsung menuju ke tempat duduknya.Dan aku pun langsung duduk di samping nya Vina.


"Gimana,udah mendingan nggak?" tanya nya.


"Lumayan,paling nanti udah sampai di jakarta aku mau cek lagi ke rumah sakit." balas ku.


"Harus lah,"


"Oh iya,aku mau ngomong sesuatu sama kamu." ucap Vina.

__ADS_1


"Kenapa?"


__ADS_2