My First Love Is My Best Friend

My First Love Is My Best Friend
Chapter 13


__ADS_3

¢ ¢ ¢ ¢ ¢


"Kamu kenapa kok malah di hukum?" tanya nya.


"Ih kamu banyak tanya banget sih dari tadi," balas ku.


"Ya ampun,sombong sekali.Emang nya nggak boleh yah.''


"Hari ini aku lupa tidak bawa seragam olahraga,jadinya aku kena hukuman."


"Oh berarti kita satu kelas."


"Ya seperti itu,sekarang mending kamu duduk aja di sana.Nanti yang ada kalau pak guru lihat aku ngobrol sama kamu terus hukuman aku makin bertambah lagi." jelas ku.


Dia pun langsung duduk di kursi yang berada di samping tiang sambil melihat ke arah lapangan basket.


Setelah menunggu sekitar 30 menitan,akhirnya aku pun di panggil sama guru olah raga dan menerima peringatan,beliau mengingatkan ku supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti hari ini.


¢ ¢ ¢ ¢ ¢


"Tami......!" seruan Rio yang baru saja menghampiri ku.


"Duh kamu pasti kepanasan banget tadi," ucapnya.


"Tidak juga,lagian kamu juga sama juga kan tadi pas pelajaran olah raga sama kepanasan."


"Ya iya sih,"


"Ya udah yuk kita ke kelas,aku capek banget nih haus." lanjut Rio.


Sesampainya di dalam kelas,aku langsung duduk dan meluruskan kaki ku.Tidak lama setelah itu,Edra pun datang dan bergabung dengan kami berdua.


Di sempat melihat ke arah ku,namun langsung memalingkan wajahnya kembali sat aku membalas tatapannya.


"Eh Rio,kayaknya di kelas kita bakalan ada murid baru deh."


"Oh maksud kamu,anak laki-laki yang lagi duduk di depan kelas itu." balas Rio.


"Iya....."


"Ya paling dia duduk di kursi yang ada di belakang kamu.Itu kan satu-satunya kursi yang kosong di kelas ini." balas nya.


"Kayaknya....."


Tidak lama kemudian,Edra pun beranjak dari duduknya.


"Kamu mau ganti baju yah?" tanya Rio.


"Iya lah,sebentar lagi kan pergantian jam pelajaran kedua." balas Edra.


"Ya udah bareng yuk,"


"Tami,aku sama Edra ganti baju dulu yah." Rio pun langsung mengikuti Edra dari belakang.


¢ ¢ ¢ ¢ ¢


"Kamu lagi berantem yah sama Edra," bisik Rio setelah dia kembali ke kelas sendirian.

__ADS_1


"Tidak juga,"


"Serius? Dari tadi aku perhatikan kalian hanya diam aja satu sama lain,nggak seperti biasanya." sangkal Rio.


Aku pun hanya terdiam mendengar perkataan Rio barusan,sebenarnya aku juga tidak mau seperti ini sama Edra,tapi sejak dari tadi pun dia tidak berusaha untuk memulai pembicaraan dengan ku.


Yang ada,malah dia menunjukan sikap yang kurang menyenangkan pada ku.Aku sendiri,sangat tidak nyaman kalau harus lama-lama marahan sama Edra,itu akan terasa sulit buat aku.


"Terus sekarang dia di mana?"


"Itu lagi di depan kelas,lagi ngobrol sama anak yang lain."


"Aku tahu kalau kalian itu pasti sedang marahan,itu sangat kelihatan jelas dan ketara banget.Bukan hanya aku aja yang akan bilang seperti ini.Anak lain pun,pasti akan menyadari kalau hari ini kalian berdua sedang marahan." jelas Rio.


"Nggak tau ah,aku pusing yang ada." aku pun langsung menyenderkan kepalaku di atas meja sambil melihat ke arah Rio.


"Emangnya kenapa sih? Kok kalian berdua bisa marahan kayak gini?" tanya nya kembali.


"Semalam tuh,aku nya juga sih yang becanda kelewatan sama dia."


"Semalam tuh Edra mau nginep di rumah aku,terus aku bilang nggak usah karena di rumah juga udah ada bibi sama mang Ujang kan.Dia sempat bersikeras mau menginap,tapi aku becandain supaya nggak usah terus." jelas ku.


"Eh tahunya,dia benar-benar langsung balik ke rumahnya.Padahal biasanya,dia nggak semudah itu ngambek sama aku.Tapi semalam dia benar-benar marah." lanjut ku.


"Ya mungkin perasaan dianya juga yang lagi sensitif.Tenang aja,lagian kalian berdua mana kuat bisa marahan lama-lama." balas Rio.


"Ya semoga aja....."


¢ ¢ ¢ ¢ ¢


Dan benar juga kata Rio,dia di minta untuk duduk di belakang aku.Karena memang kursi yang ada di belakang ku sudah lama.


"Hai......" sapa Farel.


"Apaan sih," balas ku.


Dia pun langsung duduk di kursinya.


"Kamu emang udah kenal sama dia?" tanya Rio sambil berbisik.


"Panjang ceritanya,nanti deh aku ceritain sama kamu.''


"Oh oke deh,kalau gitu."


¢ ¢ ¢ ¢ ¢


Jam pelajaran kedua pun berakhir,aku dan Rio pun langsung menuju ke kantin di ikuti oleh Edra yang berjalan tepat di belakang ku.


Ternyata Nela dan Sigit sudah lebih dulu sampai di kantin,karena memang mereka berdua habis mengikuti pelajaran olah raga.


"Hai......" sapa ku.


"Kalian pesan apa hari ini?" tanya ku.


''Itu,aku lagi pesan mie ayam sama es jeruk.'' balas Nela.


"Ih aku mau dong....."

__ADS_1


"Ya udah,sebaiknya kamu di sini aja.Biar aku saja yang ke sana untuk memesannya.'' ucap Rio.


"Edra kamu mau sekalian nggak? Biar aku pesenin juga," lanjut Rio.


"Boleh deh," balasnya singkat.


¢ ¢ ¢ ¢ ¢


"Eh itu siapa? Sepertinya aku baru lihat dia di sini." tunjuk Sigit.


"Iya ih,"


"Sepertinya dia anak baru deh...." timpal Nela.


"Bukan,dia murid baru di kelas ku.Hari ini,emang dia baru masuk." balas ku.


"Wih enak banget,di kelas kamu ada cowok ganteng kayak dia."


"Ganteng apanya kali," balas ku singkat.


"Namanya siapa?" tanya Nela kembali.


"Ya ampun,ini anak kalau udah lihat cowok ganteng dikit langsung banyak tanya." tutur Sigit.


"Biarin,masalah buat kamu.Wajar juga kan,namanya juga cewek." balas nya.


"Namanya Farel," ucap ku malas.


"Pantas saja,namanya juga sebagus namanya." ucap Nela yang tidak hentinya mengalihkan pandangannya dari Farel.


''Kamu lagi lihat apa sih?" tanya Rio yang baru saja bergabung dengan kami kembali.


"Ini Nela,dia penasaran sama anak baru yang ada di kelas kita." balas ku.


"Oh ya ampun,aku kira apa."


"Udah biasa dia mah.Nanti juga kalau ada cowok yang agak bening sedikit paling berpaling lagi." balas Rio.


Tidak lama kemudian,pesanan kami pun datang dan di antarkan oleh penjualnya.


"Selamat makan siang....!" seru Nela.


¢ ¢ ¢ ¢ ¢


Setelah menghabiskan makanan nya,aku dan Nela pun berpamitan sama yang lain untuk pergi ke toilet lebih dulu.


"Tami......" ucap Nela.


"Apa?''


"Kamu lagi marahan yah sama Edra? Aku perhatikan dari tadi kalian berdua saling diam-diaman satu sama lain."


"Ya gitulah,"


"Aku langsung pusing kalau udah ngebahas masalah ini." lanjut ku.


"Jangan lama-lama lah kalian marahannya.Aku saja merasa tidak nyaman banget melihat kalian kayak gini." balas Nela.

__ADS_1


__ADS_2