My First Love Is My Best Friend

My First Love Is My Best Friend
Chapter 32


__ADS_3

♧ ♧ ♧ ♧ ♧


"Sebentar yah,saya akan ambil peralatan untuk membantu mengeluarkan kakinya."


"Iya pak......" balas Edra.


"Sebentar yah," Edra pun berusaha menenangkan ku.


Sepeninggal petugas tadi,Rio dan pak Bambang pun ikut turun untuk membantu evakuasi ku.


Sedangkan siswa yang lainnya di arahkan untuk menuju ke taman yang letaknya agak jauh dari tempat kejadian.Supaya tidak membuat keributan dan malah buat khawatir yang lainnya.


Setelah berselang beberapa menit petugas nya pun kembali dengan kedua temannya.Mereka pun langsung mencoba untuk menggangat batunya supaya kaki aku keluar dengan menggunakan linggis dan peralatan lainnya.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Akhirnya selama hampir 20 menitan,akhirnya kaki ku pun bisa di keluarkan.


Aku pun langsung memeluk Edra,karena merasa tidak sanggup melihat kondisi kaki ku yang berlumuran darah,saat sepatu ku di buka.Saking sakit nya,aku merasakan kaki ku mati rasa.


"Sebaiknya kita langsung bawa ke puskesmas terdekat dari sini." ucap petugasnya.


Aku pun langsung di angkat ke atas tandu yang sudah di sediakan.Aku merasa lemas dan gemetar dengan apa yang terjadi pada ku sekarang.


Aku hany bisa memejamkan mataku,sampai akhirnya aku di bawa ke dalam mobil yang sudah tersedia di sana.


Akhirnya aku pun di bawa menuju puskesmas dengan di temani pak Bambang dan Edra.Selama di dalam perjalanan,aku tidak pernah melepaskan tangan nya Edra dari genggaman ku.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Sesampainya di puskesmas,aku langsung di bawa ke dalam ruangan dan langsung mendapatkan pertolongan dari dokter yang sudah ada di sana.


Untung nya,tidak ada luka sobekan yang begitu besar.Aku sempat berpikir,akan mendapatkan jahitan karena melihat darah yang keluar cukup banyak.


Hanya saja,aku di saran kan untuk tidak melanjutkan study ku dan di saran kan untuk beristirahat.


Setelah lukanya di bersihkan dan di kasih obat,dokter pun langsung membungkus kaki ku dengan perban.


"Jangan terlalu banyak bergerak yah,sebaiknya kamu beristirahat saja sampai kaki nya merasa baikkan." ucap dokter nya.


"Iya dok......"


Beliau pun langsung pamit dan meninggalkan ruangan nya.Tidak berselang lama,Edra pun kemudian masuk dan melihat keadaan ku.


Dia tampak cemas melihat kondisi kaki ku yang sudah di bungkus perban sampai atas mata kaki.


"Sebaiknya kita langsung pulang saja ke Hotel.Tadi pak Bambang sudah meminta pihak hotel untuk mengirimkan mobil." jelas Edra.

__ADS_1


Aku hanya mengangguk kan kepala ku saja,mengiyakan ucapan Edra.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Sesampainya di hotel,aku langsung di bawa menuju ke kamar ku dan hanya dengan Edra saja.Karena pak Bambang masih harus mengurus administrasinya.Jadi dia menyarankan aku untuk pulang lebih awal bersama Edra.


Edra pun langsung membantu ku untuk meluruskan kaki ku dan mengganjalnya dengan bantal.


"Sekarang istirahat saja,"


"Aku dengar,dari keterangan dokter kaki kamu terkilir dan ada luka goresan akibat gesekan batu tadi." jelas Edra.


"Iya,"


"Aku menyarankan untuk,memanggil tukang urut juga kesini.Supaya kaki kamu tidak begitu bengkak nantinya." lanjut Edra.


"Aku nggak mau di urut,itu kan sakit."


"Kamu mau sembuh nggak? Apa kamu ingin seperti ini sampai nanti lusa kita kembali.Nanti yang ada ayah kamu akan lebih khawatir." ucap Edra.


Aku hanya terdiam dan pasrah dengan apa yang di saran kan Edra barusan.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Dan benar saja,saat aku di urut tidak hentinya aku berteriak.Aku mengenyampingkan rasa malu ku di hadapan pak guru dan staf hotel yang juga ada di kamar ku.


Hampir 1 jam,aku di urut dan selama itu pula aku mencengkram tangan nya Edra.Sesekali aku juga mengigit bajunya Edra,karena saking tidak tahan dengan rasa sakitnya.


"Ah......" ringis ku.


Aku merasakan perih yang amat sangat saat beras kencur nya di oleskan.


"Tidak apa-apa,nanti juga tidak bakalan perih.Ini karena luka nya masih baru,tapi memang bagusnya jangan menunggu lama.Ini keputusan yang baik,untuk langsung di pijat."jelas beliau.


"Masalah nya ini terbilang cukup serius,kalau tidak langsung di tangani dengan benar." lanjut nya.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Malam harinya,saat teman-teman ku sudah kembali.Mereka semua langsung menjenguk ku ke kamar.


"Tami......!" seru Nela.


"Gimana sekarang kondisi kaki kamu?" tanya nya.


"Sudah agak mendingan,hanya saja terkadang aku merasa sakit saat di gerakkan." balas ku.


"Aku sangat khawatir tau,sampai-sampai aku tidak fokus saat tadi berkunjung ke candi prambanan.Aku terus memikirkan keadaan kamu." ucap Rio.

__ADS_1


"Oh iya,tadi aku dan Farel sempat menemui Mela."


"Karena menurut penuturan Nela,dia melihat Mela saat kejadian kamu jatuh tadi." lanjut Rio.


"Terus?" tanya Edra.


"Ternyata bukan dia,katanya saat itu emang dia ada di lokasi.Tapi,menurut penuturan nya dia melihat pengunjung lain yang berlarian sambil menuruni tangga.Sampai akhirnya menabrak kamu dan Nela." jelas Farel.


"Jadi,pelakunya siapa dong?" tanya Edra.


"Sepertinya pengunjung lain,bukan dari sekolahan kita.Dia juga katanya sama terkejutnya saat melihat kamu jatuh ke bawah." lanjut Farel.


"Iya makannya,tadi pak Bambang dan pak Taher langsung kembali ke kebun binatang untuk melihat CCTV yang berada di area sekitar kejadian." jelas Rio.


"Aku emang sempat berpikir,itu ulahnya Mela." balas ku.


"Bukan kok,hanya saja kebetulan dia ada di sana aja." timpal Farel.


"Oh iya,dari tadi aku tidak melihat keberadaan Sigit,dia kemana?" tanya Edra.


"Dia lagi pergi beli buah-buahan dan sendal untuk Tami."


"Melihat kondisinya dia tidak mungkin kan memakai sepatu atau sendal jepit." jelas Rio.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Pagi harinya,Edra sudah datang ke kamar setelah teman-teman ku berangkat menuju destinasi berikutnya.


Tadi Nela sempat meminta untuk tinggal hotel saja menemani aku.Hanya saja aku melarangnya dan memintanya untuk mencatatkan apa saja yang dia temukan di sana.


"Gimana sekarang?" tanya Edra.


"Sudah aga mendingan,tidak terlalu sakit." balas ku.


"Syukurlah,semalaman aku tidak bisa tidur karena mengkhawatirkan keadaan kamu."


"Untungnya kemarin dokternya memberikan obat penahan rasa sakit,jadi aku bisa tidur pulas semalam." jelas ku.


"Kamu belum makan kan,biar aku panggilkan staf hotelnya untuk membawakan sarapannya ke sini." ucap nya.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Tidak lama setelah Edra menelpon staf nya,akhirnya makananya pun langsung di antarkan ke kamar.Edra pun langsung membantu ku untuk makan.


"Sudah biar aku saja,lagian kan yang terluka itu kaki ku." ucap ku berusaha meraih sendok di tangan nya.


"Tidak usah,biar aku saja." dia pun malah menepis tangan ku.

__ADS_1


"Makasih ya,dari kemarin kamu selalu ada di samping ku untuk membantu ku."


"Itu sudah jadi tanggung jawab ku bukan?" balas nya.


__ADS_2