My First Love Is My Best Friend

My First Love Is My Best Friend
Chapter 30


__ADS_3

♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Aku pung langsung melepaskan genggaman tangan nya Edra,aku merasa takut saat melihat Mela.


Edra pun tampak terkejut dengan apa yang aku lakukan padanya barusan.


"Kenapa?" bisiknya.


Aku tidak menjawab pertanyaan nya dan hanya menggelengkan kepala saja.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Setelah turun kembali ke bawah,aku dan teman-teman ku pun langsung berjalan menuju ke museum yang letaknya berada tidak jauh dari candi borobudur.


Sesampainya di sana,kami berenam berkeliling dan sesekali mencatat di dalam buku yang kami bawa.


Hampir 30 menit lamanya,kami pu akhirnya selesai dan memutuskan untuk isturahat di luar sambil menikmati es krim yang kami beli.


"Luas juga yah area ini," ucap Rio.


"Iya....."


"Aku kaki ku sampai lemas nih," timpal Farel.


"Lihat lah,indah sekali bukan candi nya kalau di lihat dari sini.Sumpah yah,aku sangat takjub dengan ini." lanjut Farel.


Kami pun menikmati es krimnya sambil melihat pemandangan yang ada di hadapan kami.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Setelah di rasa cukup,kami pun akhirnya memutuskan untuk lebih dulu menuju ke parkiran bis nya.


Di tengah-tengah perjalanan,Edra pun langsung menarik ku ke belakang menjaga jarak dengan yang lainnya.


"Kenapa?" tanya ku heran.


"Aku yang seharusnya bertanya seperti itu,tadi kenapa pas di atas kamu malah melepaskan gengaman tangan ku ?" tanya nya balik.


"Ah itu,"


"Tadi aku lihat ada Mela soalnya.Aku merasa takut aja,karena tadi tampak kesal melihat kamu merangkul tangan ku." jelas ku.


"Kenapa kamu harus takut,lagi pula antara aku dia sudah tidak ada apa-apa." balas Edra.


"Ya kamu bisa beranggapan seperti itu,tapi kan kita tidak tahu isi hati dia seperti apa."


"Kalau memang dia sudah bisa menerimanya,pasti dia juga akan bersikap baik-baik saja saat melihat aku bersama kamu." balas ku.


"Aku sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjelaskannya.Tapi kalau emang seandainya perasaan dia tidak berubah,aku tidak bisa memaksakan itu." jelas Edra.


Aku pun sempat terdiam dengan perkataan Edra barusan.


"Terus,bagaimana kalau nanti kedepannya kita malah menjalin hubungan yang lebih dari ini.Apa kamu akan terus bersembunyi dan tidak mengakui nya?" lanjut nya.


"Aku belum tahu juga,"


"Aku mengerti,kamu pasti masih merasa ketakutan dengan kejadian kemarin.Maka nya aku tidak langsung meminta kamu untuk mejawab perasaan ku."


"Tapi,jangan lama-lama juga."


Aku pun tersenyum mendengar apa yang di katakan Edra barusan.


"Hei......!" teriak Rio mengagetkan kami berdua.

__ADS_1


"Ayo......" ajak nya.


Kami berdua pun langsung menyusul mereka berempat yang sudah agak jauh dari kami.Selama menyusuri jalan menuju parkirannya,kami melewati toko-toko yang menjual sovenir dan oleh-oleh.


Aku dan Nela sempat membeli beberapa sovenir untuk oleh-oleh keluarga di rumah dan beberapa baju.


Kebetun di malam sebelum aku berangkat bibi sama mang ujang berpesan minta di belikan baju khas borobudur untuk mereka.


"Tami......" seru Edra.


"Kenapa?"


"Menurut kamu ini bagus nggak,aku berencana untuk membelinya." ucap nya menunjukan baju pada ku.


"Untuk kamu?"


"Bukan,untuk ibu." balas nya.


"Sepertinya bagusan yang warna putih deh,gambarnya juga lebih nyata gitu."


"Oke deh,aku ambil ini aja."


"Oh iya kamu mau apa?" tanya nya.


"Apa yah,aku bingung."


"Apa aja deh....."


Tiba-tiba aja Nela menarik ku saat tengah asik mengobrol dengan Edra.


"Ayo,antar aku ke toilet." ajak nya.


"Ya ampun,aku kira kenapa."


"Ya sudah....."


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Setelah berjalan cukup jauh,kami pun akhirnya menemukan toiletnya.Lucunya itu,toiletnya ternyata dekat dengan parkiran bis kami.Aku dan Nela sempat tertawa di buatnya.


Sambil menunggu Nela yang masih di dalam toilet,aku memutuskan untuk membeli bakso tusuk yang berada di dekat dengan tempat aku duduk.


"Pak,tolong bungkus 10.000 yah."


"Baik....." beliau pun dengan semangat langsung menyiapkan pesanan ku.


"Pakai saos nggak?" tanya nya.


"Pakai pak,semuanya."


"Sambal nya jangan terlalu banyak pak," lanjut ku.


Setelah pesanan nya selesai di buat,aku pun langsung meraihnya dan tidak lupa untuk membayarnya.


"Eh kamu beli apa itu?" tanya Nela yang baru saja keluar.


"Bakso tusuk,habisnya aku lapar sih."


"Ih aku mau dong,"


"Ya udah nih," aku pun memberikannya sama Nela.Untungnya tadi aku membelinya cukup banyak.


"Mereka belum datang juga?" tanya nya.

__ADS_1


"Belum kayaknya,tahu sendiri kan Rio."


"Dia kan pasti kalap beli oleh-oleh nya." balas ku.


"Benar juga apa kata kamu,"


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Setelah menunggu hampir 15 menit,mereka pun tidak kunjung datang.Aku dan Nela pun memutuskan untuk lebih dulu masuk ke dalam bis.


"Sampai ketemu nanti di kebun binatang," ucap Nela.


"Oke....."


Sesampainya di dalam bis,aku kaget karena ada boneka monyet berukuran kecil di kursi ku.


"Milik siapa ini?" ucap ku pelan.


Aku pun langsung meraihnya dan melihat jya dengan seksama.


"Eh kamu udah di sini ternyata,"


"Oh iya tadi aku tidak sengaja ketemu sama Edra.Tadi dia menitipkan itu untuk kamu sama aku." jelas Vina yang baru saja masuk.


"Edra yang kasih ini untuk aku?"


"Iya......" balas nya.


"Ya ampun,yang benar saja.Tidak begini juga kali,kok dia malah kasih aku boneka monyet sih.Padahal kan dia udah tahu kalau aku sukanya boneka beruang." bisik dalam hati.


"Di lucu sekali yah,kasih kamu boneka itu."ucap vina.


"Iya nih udah mah kecil,hitam lagi." timpal ku.


"Cowok emang kayak gitu,apalagi Edra yang tipe cowok yang cuek dan pendiam gitu."


"Pasti yang di pilihnya,tidak jauh dari boneka hewan." lanjut Vina.


"Iya,tapi nggak monyet juga kali." balas ku.


Aku pun langsung duduk di kursi ku,sedangkan Vina tidak hentinya tersenyum melihat raut wajah ku yang kecewa.


"Aku kasih nama apa yah bagus nya,"


"Harus yah,di kasih nama gitu?" tanya Vina.


"Iya lah,"


"Aku punya banyak boneka beruang di rumah dan semuanya udah punya nama masing-masing." jelas ku.


Aku pun berpikir sejenak untuk memikirkan nama yang cocok untuk boneka pemberian Edra ini.


"Ah,aku kasih nama chodot aja kali ya,"


"Chodot? Apa itu?" tanya Vina Heran.


"Aku juga nggak tahu,hanya saja nama itu yang terpikrkan di kepala ku barusan."


"Ada-ada aja kamu," ucap nya sambil tersenyum.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


"Eh lihat deh,bukan nya itu Edra?" ucap Vina pada ku yang tengah asik dengan boneka nya.

__ADS_1


"Mana?" tanya ku balik sambil melihat ke arah yang tunjuk Vina barusan.


__ADS_2