
****
"Kamu habis menangis?" tanya nya kembali.
"Tidak,"
"Jangan bohong Tami,aku tahu saat kamu menjawab seperti itu.Berarti memang benarada sesuatu yang tidak beres dengan kamu."
"Aku hanya sedih aja.Tadi pas aku bertemu dengan kak Adi,"
"Memangnya kenapa dengan dia?"
"Katanya dia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pelatihan di Manchester.Aku merasa sedih aja,selama ini aku bersikap kurang baik sama dia." jelas ku.
"Ah maksud kamu dia melanjutkan sekolah sepak bolanya ke sana?"
"Iya......"
"Ya mau gimana lagi,sekarang sebaiknya kamu mendukung keputusan yang sudah dia ambil sekarang."
"Iya sih....."
"Sudahlah,jangan terlalu berlarut-larut dalam kesedihan kamu ini.Mendingan sekarang kamu makan," suruhnya.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Tiga hari kemudian.......
Akhirnya hari keberangkatan kak Adi pun tiba,untung saja ini hari minggu jadi aku bisa mengantarnya dia ke Bandara.Aku juga di temani sama Rio dan Edra.Sedangkan Sigit dan Nela mereka bertugas untuk belanja makanan untuk nanti kami makan-makan di rumah ku.
Tidak hanya aku dan teman-teman ku yang mengantar kak Adi.Ada juga keluarganya dan beberapa sahabatnya juga yang satu sekolahan dengan kami.
"Kakak berangkat yah,kamu baik-baik yah di sini.Jaga kesehatan kamu," ucap kak Adi saat menghampiri ku.
"Harusnya aku yang mengatakan itu sama kakak,ini malah kak Adi yang mengatakannya." balas ku.
Di pun tersenyum mendengarkan perkataan ku sambil mengusap rambutku.
"Ya udah kakak berangkat yah." ucapnya sambil tersenyum.
Aku pun sempat berpelukan sama kak Adi untuk terakhir kalinya.Setelah kepergiannya,aku dan teman-teman ku pun langsung pulang menuju rumah ku.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Sesampainya di rumah,ternyata benar saja.Nela dan Sigit sudah mempersiapkan bahan-bahan untuk acara makan-makan.Hari ini kami berniat untuk membuat tomyam,makanan kesukaan Nela.
Makanya tadi dia sangat bersemangat saat pergi untuk berbelanja bahan-bahannya.Dan sekarang masakan buatan Nela sudah tersaji di atas meja.
Aku pun mengajak teman-teman ku untuk menikmatinya di lantai 2 di depan kamar ku tepatnya di ruang TV.
__ADS_1
Supaya kami bisa lebih leluasa dan bisa sambil nobton TV.Tidak lupa,aku juga mengambil cemilan yang waktu itu aku beli dari mini market.
"Coba kita rasain,rasanya seperti apa." ucap Rio.
"Ya pasti enak lah,gimana sih kamu.Lihat aja,dari penampilannya aja sudah menggoda." timpal Nela tidak terima.
"Iya deh....."
Kami pun langsung mengambil saling bergantian tomyam yang di buatkan Nela dan Sigit tadi.
"Enak juga...." ucap Edra.
"Iya,rasanya tidak kalah jauh sama seperti yang di jual di restoran." timpal ku.
"Jangan terlalu memujinya,nantinyang ada dia malah kepedean." sahut Rio.
"Ih Rio,jangan gitu dong,"
"Nela sama Sigitkan udah capek-capek buatkan ini semua untuk kita." lanjut ku.
"Iya nih Rio,nggak suka banget kalau aku mendapatkan pujian." ucap Nela.
"Aku hanya becanda kok Nel,maaf yah."
"Ini emang enak kok." lanjut Rio.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Tidak lupa pula dengan cemilan yang sudah aku siapkan.
"Kalian setuju nggak sih dengan anggapan,persahaban antara cowok dan cewek.Pasti pernah ada,salah satunya tuh yang punya rasa gitu loh....." ucap Rio.
Sontak saja,Aku langsung terdiam sejenak dengan apa yang di katakan Rio barusan.
"Kalau Aku pribadi,kalau udah anggap dia teman banget,Aku nggak akan ada rasa." timpal Edra.
"Karena sikap Aku ke teman,sama sikap Aku ke pasangan yang Aku suka beda.Dan bedanya itu beda banget......" lanjut Edra.
Jujur saja,Aku langsung merasa kecewa dengan apa yang di katakan Endra barusan.Karena Aku sendiri beranggapan setuju dengan apa yang di katakan Rio tadi.
Tidak ada cowok dan cewek yang benar-benar bersahabat aja.Pasti salah satu nya ada rasa yang lebih dari itu.
Aku sendiri tidak mengerti,kenapa aku bisa merasakan kecewa dengan perkataan Edra.Tidak mungkin kalau aku memiliki perasaan lebih terhadap dia.
Mungkin ini hanya perasaan nyaman saja,karena selama ini dia lah yang selalu menemani ku.
"Kalau aku sih setuju,dengan apa yang di katakan Rio barusan." ucap Nela.
"Benar banget," timpal Sigit.
__ADS_1
"Pastilah,salah satu nya punya perasaan yang lebih dari sekedar teman atau sahab saja.Secara,dia tiap hari bersama-sama,jalan-jalan bareng.Ya intinya begitu lah....." lanjut Sigit.
"Oh iya,kenapa kamu tiba-tiba aja menanyakan hal seperti itu?" tanya Nela sambil melihat ke arah Sigit.
"Ya ini sih,emang kalian dari tadi nggak memperhatikan alur dari Film yang sedang kita tonton ini." jelas Rio.
Aku dan teman-teman ku pun langsung bengong di buatnya.
"Ya ampun Rio,aku kira apa." ucap Sigit.
"Lah,emang nya dari tadi kalian nonton Filmnya,nggak memperhatikan jalan ceritanya?" ucap Rio.
"Nggak....." balas kami bersamaan.
"Ya ampun pantas saja,berarti dari tadi yang benar-benar memperhatikannya itu aku.Ya tuhan,kalian benar-benar yah."
"Ya udah sih,namanya juga film." ucap Sigit.
"Ya kan Film juga di buat bukan sembarangan.Tapi,kan di ambil dari gambaran kehidupan kita sehari-hari." jelas Rio.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Ke esokan harinya,aku berangkat sekolah kesiangan karena aku lupa tidak membunyikan alarm nya.
Jadinya aku cepat-cepat melajukan motornya,supaya tidak terlambat sampai sekolah.Karena hari ini,jadwalnya untuk upacara.
Dan ternyata benar saja,saat aku sudah hampir sampai di sekolah.Aku sudah melihat,gerbang sekolahnya sudah di tutup.
''Aduh bagaimana ini,aku tidak mau baru saja masuk sekolah sudah dapat hukuman." ucap ku panik.
"Ya ampun Tami......." gerutu ku.
"Tami......" panggil seseorang dari belakang ku.
Aku pun langsung berbalik dan mendapati Farel tengah berada dekat dengan ku.
"Kamu juga kesiangan?" tanya ku.
"Iya nih,tadi di perjalanan ban nya malah bocor."
"Terus gimana dong sekarang,ini kita udah bakal jadi calon pendamping tiang bendera nanti." ucap ku.
"Tenang aja,sebaiknya kamu ikut aku aja.Ayo...." ajaknya.
"Kemana?" tanya ku penasaran.
"Udah ikutin aku aja...."
Tanpa pikir panjang,aku pun langsung mengikuti Farel dari belakang.Tidak lama kemudian dia memberhentikan motornya di salah satu warung yang ada di belakang sekolah.
__ADS_1
"Kau simpan di sini aja dulu motornya,nanti setelah upacaranya berakhir kita ambil lagi ke sini." suruhnya.
Aku pun langaung mengikuti perintahnya dan kemudian mengikuti Farel dari belakang.Ternyata tanpa sepengetahuan ku,di dekat warung tadi ada tangga yang terhubung langsung dengan salah satu gedung di sekolah ku.