
Binta bersinar terang beriringan dengan bulan diatas kegelapan lagit yang membentang. Udara dingin malam hari menyapu bersama dengan angin yang berhembus.
Di sebuah ruangan yang hangat dan juga terang, terdapat 3 orang pria bodoh yang tengah terduduk dan memakan makanan. Mereka memiliki paras yang tampan dan tubuh bugar seperti seorang siswa kebanyakan.
Namun, setiap wajah pria tampan itu seolah memiliki berbagai masalah tersendiri hingga terlihat kosong dan termenung tanpa semangat hidup.
"Itu bagus, kalian membawaku keluar malam ini untuk melihat wajah jelek seperti ini" Suara salah satu lelaki itu berbicara sarkatis, dia mengambil Handphone miliknya dan mengambil beberapa gambar dengan kameranya, "Mungkin aku akan mengirimkan gambar ini untuk Arlana, dan untuk gambar wajah Glen aku akan mengirimnya ke kantor polisi untuk pencarian kucing hilang."
"Arlana tidak akan peduli!" Zale yang mendapatkan lelucon dari Kelvin tampak semakin redup, dia meneguk lagi beberapa minuman yang berada di gelasnya.
"Apa kau memesan Alkohol?" Kelvin mengerutkan kening menatap gelas Zale yang berwarna merah
Zale menggeleng dan berkata "Ini anggur!"
"Seorang siswa tidak boleh meminum minuman keras!"
"Berhenti berbicara omong kosong!" Zale membentak marah dan menuangkan beberapa Anggur merah kedalam gelasnya "Kau juga meminum ini, jadi jangan banyak omong!"
"Aku hanya mengingatkan! Kalian berdua pikir siapa yang akan membawamu pulang jika kalian mabuk?! Paman disini lah yang membawamu! Perlakukan aku lebih baik!" Kelvin mendengus marah kearah Zale dan Glen yang bahkan tidak memperdulikan ucapannya
"Itu benar, Glen bagaimana makan malam keluargamu?" Kelvin tidak lagi peduli dan malah mengalihkan pembicaraan bertanya pada Glen yang hanya terdiam
Glen yang terus saja diam sedikit tersentak dari lamunannya, dia menatap kedua sahabatnya yang tengah melihat kearahnya.
Dengan desahan nafas di membuka mulutnya untuk menceritakan apa yang terjadi "Ayahku, dia menghapusku dari daftar keluarga!"
Zale dan Kelvin tidak terlalu kaget setelah mendengar itu, mereka sudah menebak bahwa Ayah Glen tahu akan perasaan Glen jadi cepat atau lambat Ayahnya akan membuat keputusan. Menolak atau mendukungnya! Jadi pada akhirnya Brandon mendukung Glen, itu sedikit melegakan untuk Zale dan Kelvin.
Mereka tahu betapa Glen tersiksa akan perasaannya selama ini. Mereka ingin sekali membantunya, tapi tidak ada yang benar-benar dapat mereka lakukan selain berada disisi Glen.
__ADS_1
"Dia selamanya akan menjadi Ayahku! Tidak akan pernah ada yang menggantikannya!" Glen berseru tegas, Zale dan Kelvin hanya mengangguk pelan.
Seletah meneguk minuman di gelasnya Glen kembali membuka suara "Ayah mengatakan bahwa dia akan membantuku untuk menunda waktu sebisa mungkin hingga aku menjadi orang yang dapat berdiri dengan bangga. Dia memintaku untuk tidak lagi menahan diri, aku merasa seolah aku benar-benar beruntung memilikinya sebagai Ayahku..."
Dengan suara yang sedikit parau, Glen menundukkan wajahnya kebawah menahan air matanya yang akan jatuh lagi.
Kelvin menepuk punggungnya lembut, dia diam tidak mengatakan apapun dan hanya terus menepuk punggung Glen yang bergetar.
Zale juga tidak mengatakan apapun, dia tidak bisa membantu tapi sedikit iri pada Glen yang memiliki seorang Ayah yang luar biasa. Jika saja Zale juga memiliki seorang.... Dengan menggelengkan kepalanya pelan, Zale membuyarkan pikiran anehnya, dia sudah memiliki seorang kakak yang perduli, jadi dia tidak bisa terlalu rakus.
"Yang perlu kau lakukan sekarang adalah belajar segiat mungkin dan menjadi dewasa secepatnya!" Zale berkata pelan memecahkan keheningan
"Kau benar," Glen mengangguk pelan, dan kembali melanjutkan "Tapi aku juga perlu untuk membuat Aleya menyukaiku. Jika dia tidak menyukaiku dan menatapku hanya sebagai adik. Semua hal yang kulakukan akan sia-sia"
Kelvin menatap Zale yang terdiam setelah apa yang di ucapkan oleh Glen, dia ingin tertawa tapi menahannya.
Mungkin sangat mudah untuk mengatakan membuat seseorang menyukaiku, tapi hal itu benar-benar sulit di lakukan!
"Jika itu mudah dilakukan mungkin aku sudah mendapatkannya sejak lama, tapi Arlana berbeda dengan gadis lainnya. Katakan padaku bagaimana kau akan memikat Aleya nantinya?"
Glen merenung sejenak sebelum menjawab pertanyaan Zale dengan wajah polos "Karena aku dan Aleya tumbuh bersama, itu akan mudah dan memiliki banyak celah untuk memikatnya. Terlebih lagi dengan perasaan sayang Aleya padaku sebagai adik, aku bisa menggunakannya untuk mengikatnya dan menyukaiku perlahan!"
Wajah Zale gelap ketika menatap Glen yang mengangkat bahunya acuh dan mengutuk kearahnya "Bajing4n tercela"
Melihat Glen dan Zale yang mulai terlihat seperti biasa, Kelvin tanpa sadar menghela nafas lega. Jujur dia tidak benar-benar tahu bagaimana caranya untuk membantu mereka mengatasi permasalahan cinta ketika dirinya sendiri tidak pernah menyukai seseorang.
"Katakan Kelvin apakah masa lalu Arlana bergitu menyakitkan hingga menbuat gadis itu terlihat takut untuk membuka hatinya?" Zale menuntut kearah Kelvin yang diam dan mengamati. Melihat raut wajah Kelvin berubah tidak sedap di pandang ketika dia menyebutkan masa lalu Arlana, Zale tanpa sadar melambai kearahnya. "Lupakan jika itu memang tidak dapat di katakan maka kau tidak perlu mengatakannya!"
Dengan desahan nafas panjang Kelvin menatap wajah Zale dengan pandangan serius "Apa kau benar-benar menyukai Arlana?"
__ADS_1
Zale merasa heran dengan pertanyaan Kelvin, tapi dia tidak ragu untuk menjawabnya dengan tegas "Aku menyukainya! Aku menyukai Arlana dan akan mealakukan apapun untuk membuatnya menjadi milikku! Tapi dia benar-benar gadis yang keras kepala."
Melihat wajah Zale yang sedikit terluka dan sedih, Kelvin menghela nafas panjang sebelum membuka kembali mulutnya. "Jika seperti itu, mungkin saja kau akan tahu tentangnya cepat atau lambat. Maka lebih baik aku saja yang menceritakan hal ini padamu..."
Kelvin mulai menceritakan pada Zale tentang masa lalu Arlana. Glen disisi lain tidak mengatakan apapun dan hanya diam turut mendengarkannya.
Ruangan itu sunyi hening seketika dan hanya terdengar suara Kelvin yang bergema. Seolah kesunyian itu bertahan lama, kesunyian itu terus berlanjut bahkan ketika Kelvin telah selesai dengan apa yang dia sampaikan.
Dengan wajah yang sangat tidak dapat di jelaskan, Zale membuka dan menutup kembali mulutnya. Dia ingin mengatakan sesuatu tapi pada akhirnya tidak ada kata-kata yang dapat keluar dari bibirnya.
Pria tampan itu menundukkan wajahnya, dia termenung dan kembali mengingat wajah datar Arlana, mulutnya yang beracun serta sikapnya yang dingin pada siapapun di sekitarnya.
Gadis itu,, Zale ingin menemuinya dan memeluknya, mendekapnya dan membuatnya menyadari bahwa dia ada disana dan tidak akan pernah meninggalkan Arlana.
Dia ingin gadis itu menyadari bahwa Zale tulus dan akan selalu berada disisinya. Dan dia juga ingin bahwa gadis itu akan mengandalkannya dan bersandar padanya.
"Zale kau benar-benar tidak bisa bermain-main dengannya sekarang!" Glen akhirnya membuka suara, dia menatap kearah Zale dengan wajah yang sangat serius.
Dulu dia berfikir Arlana hanyalah gadis kesepian yang memiliki lidah tajam, dia tidak pernah menyangka bahwa gadis itu memiliki masa lalu yang begitu menyedihkan.
Sekarang Glen bahkah tidak bisa untuk tidak kagum padanya. Mungkin kehidupan Glen tidak mudah, tapi kehidupan gadis itu jauh lebih menyakitkan dari pada dirinya.
"Aku tidak mempermainkannya! Aku benar-benar serius menyukainya dan ingin dia menjadi milikku!" Zale menjawab Glen dengan tegas. Mata hitam miliknya bersinar dengan kesungguhan.
Sejak dia menyadari perasaannya untuk Arlana, Zale sudah memutuskan bahwa gadis itu akan menjadi tujuan hidupnya dan nafas Zale sendiri. Bagaimana pun caranya dia akan membuat gadis itu menjadi milikinya tidak peduli bahkan jika dia akan terus mendapatkan penolakan, dia tidak akan mundur.
Kelvin diam dan hanya menatap kesungguhan Zale dengab helaan nafas yang panjang. Dia tidak akan pernah menyangka sepupunya akan membuat Zale berubah dan menyukainya begitu dalam, namun dia juga bersyukur bahwa 2 orang yang dekat dan berarti untuknya itu dipertemukan dan akan menjadi pasangan di masa depan.
"Baiklah mari habiskan minuman ini dan membuat doa untuk setiap perasaan kalian agar mendapatakan balasan!" Kelvin terkekeh pelan seraya mengangkat gelasnya untuk bersulang. Dia juga berharap suatu saat nanti dia akan menemukan seseorang yang berarti dalam hidupnya.
__ADS_1
Zale dan Glen memutar matanya konyol seraya menganggat gelasnya untuk menyambut perkataan konyol Kelvin dengan senyuman.
Masa depan itu masih jauh dari pandangan, tapi tidak peduli seperti apa masa depan itu akan merubah segalanya. Satu hal yang mereka bertiga tahu pasti, mereka akan tetap berteman dan saling mendukung untuk yang terbaik.