
PERINGATAN NSFW KONTEN!!!!!! 20+
BAB INI BERISI MATERI DEWASA!!! 20+
*****
Malam gelap membentang di sepanjang Bumi yang luas. Sosok wanita tidur lelap terlihat diatas tempat tidur tampak damai dan tenang. Berbeda dengan sosok pria yang tengah mengamatinya di sisi lain.
Wajah tampak pria itu menatap wajah gadis yang tertidur penuh kasih dan kelembutan, namun mata hitamnya terlihat jelas bahwa dia tengah menahan kedutan rasa tidak senang.
Setelah selesai dengan sesi pernikahannya, Zale dan Arlana memutuskan untuk pergi berlibur ke Okinawa. Mereka sangat bahagia dan menantikan liburan bersama itu.
Tapi siapa sangka bahwa gadis itu tertidur lelap karena lelah setelah pernerbangan jauh. Zale yang telah menahan dirinya untuk memangsa Arlana menggertakkan giginya kasar.
Dia mendesah pelan sebelum mencium kening Arlana dan pergi ke kamar mandi untuk mandi air dingin menenangkan tubuhnya yang memanas.
Setelah berada di kamar mandi cukup lama dan mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin, Zale merasa sedikit tenang. Dia keluar dari kamar mandi dan mengeringkan dirinya sebelum kembali beranjak tidur disisi Arlana.
Zale memeluk tubuh lembut dan nyaman Arlana dengan senang hati sebelum ikut tertidur lelap.
......
Matahari bersinar hangat menyinari bumi dengan sinarnya yang cemerlang. Serangga dan dedaunan yang berembun terlihat indah memenuhi suasana pagi yang hangat di hotel itu.
Dengan sedikit mati rasa dan sesak, tubuh Arlana bergerak membebaskan diri dari pelukan erat Zale. Setelah menghabiskan waktu cukup lama, ia akhirnya terbebas. Mata keemasan Arlana melembut ketika dia melihat sosok tampan Zale tengah tertidur lelap disisinya.
Menghela nafas panjang, Arlana mulai mengingat akan tindakannya semalam. Karena terlalu lelah setelah sesi pernikahan dan penerbangan yang jauh, dia tertidur dan tidak ingat apapun.
Arlana tidak bisa untuk tidak merasa sedikit gelisah dan merinding sejenak ketika mengingatnya. Dia tahu pasti Zale telah menahan dirinya akibat permintaannya, jadi apa yang di lakukannya tidak akan pernah lepas oleh pria itu.
Menggelengkan kepalanya ringan, Arlana bangkit dari tempat tidur dan berjalan kearah kamar mandi untuk membasuh dirinya.
Merasakan kekososngan disisinya, Mata hitam Zale yang terpejam terbuka seketika. Dia melihat sekeliling dan tidak menemukan sosok Arlana. Setelah mendengarkan suara percikan air dari kamar mandi, senyuman manis terlihat di bibir merahnya. Dengan penuh semangat dia bangkit dan beranjak kekamar mandi.
"Apa yang kau lakuakan?" Arlana tertegun melihat Zale yang telah masuk kekamar mandi, dengan handuk yang sudah dililitkan ketubuhnya Arkana kembali bertanya "Aku mengunci pintu kamar mandi, bagaimana kau masuk?"
Zale hanya tersenyum konyol seraya mendekat. Dia sudah berada pada batasnya saat melihat tubuh tel4njang Arlana yang hanya di balut handuk tipis.
Dengan rengkuhan ringan tangan Zale menyeret handuk itu, dia mendekap kepala Arlana dan mencium bibirnya.
Tubuh Arlana limbung dan terdorong kediding basah kamar mandi. Dia mendorong Zale menjauh dari tubuhnya tapi tidak menghasilkan apapun.
__ADS_1
Dengan ganas, jemari tangan Zale mulai meraba punggung halus Arlana dan mencubit pant4t putihnya.
"Emhhhh?!" Arlana mengerang tidak nyaman, bibirnya sudah di lum4t habis oleh Zale.
Pria itu terus menciumnya dan menghisap lidahnya, dia juga bermain dengan deratan giginya hingga rongga atas bibirnya.
Melihat nafas Arlana yang mulai berat, jemari tangan Zale mulai nakal dan menjarah untuk bermain dengan barang berharganya di bawah.
Menyadari gadis itu telah mulai basah disana, tubuh Zale sudah memanas dengan sangat buruk dan membuat adiknya kaku berdiri tegak.
"Zale, kumohon.. di.. tempat tidur..." Suara Arlana serak ketika dia dapat melepaskan bibirnya dari Zale. Setetes air ludah berada di ujung bibirnya membuatnya tampak tak tertahankan.
Tangan Arlana memegang jemari tangan nakal Zale yang mulai bermain di bawah dengan jari tengahnya yang terselip.
Zale tidak menghentikan Jarinya, dia malah menusuknya dengan sangat buruk. Dengan ciuman di leher putih Arlana, Zale berbisik pelan "Jangan membuatku menahan diri lagi, itu menyakitkan ketika kau melihat makanan saat lapar dan tidak bisa memakannya. Oke?"
Tubuh Arlana mengenang, ketika kakinya mulai terangkat dan tertutup tidak nyaman. Dengan desahan kasar dia hanya mengangguk pelan sembari bergumam "Hmm"
Menopang tubuh Arlana yang lemas tidak berdaya, Zale menarik kembali jari tengahnya dan menggendong tubuhnya untuk di bawa ketempat tidur.
Menghempaskan tubuh putih Arlana yang tel4nj4ng. Zale dengan tidak sabaran melepas pakaiannya dan melemparkan kesudut. Dengan gerakan cepat dia mulai kembali menekan Arlana yang bernafas tidak normal dengan tubuh tidak berdaya tergeletak di atas tempat tidur.
Zale mencium bibi Arlana dari lembut menjadi kasar. Dia mengisap bibirnya, bermain dengan lidahnya hingga mengigit bibir merah itu dengan gemas.
Berhenti dengan hal itu, tangan Zale mulai mengangkat kaki Arlana untuk menerima dirinya. Dia mendorong tubuhnya dan mulai masuk untuk bergabung menjadi satu dengan Kekasihnya setelah sekian lama.
Desahan nafas Arlana menguat, dia meraskan sakit dan perasaan aneh tapi nikmat di tubuhnya.
Zale menghentikan ciumannya dan membuat bibir Arlana meneteskan beberapa air liur. Dia menatap wajah cantiknya yang tera4ngs4ng seraya berbisik pelan "Maaf, kukira aku tidak bisa lembut kali ini... aku akan lembut lain kali, jadi maaf Lana..."
Arlana "...?"
Belum selesai memahami perkataan Zale, Arlana merasakan sesuatu yang sangat kasar dan kuat mulai menekan, mendorong tubuhnya dan menghantamnya berulang kali.
"Hhh, Zale?!"
Zale bernafas berat, dia menatap Arlana dan terus menekankan tubuhnnya pada Arlana. Bibirnya kembali bergerak untuk mencium bibir Arlana dengan penuh keganasan.
Pagi itu panjang, Matahari masih akan bersinar sepanjang hari yang damai. Tapi ruangan tempat Zale dan Arlana berada tidak terlihat damai dan tenang. Itu berisik dengan suara erangan memalukan dan hal yang tidak layak dilihat.
Sepanjang hari itu pula Zale tidak menghentikan tingkahnya, dia bahkan tidak memberikan Arlana makanan yang seharusnya dan terus menekan gadis itu di bawahnya.
__ADS_1
Hal itu berlangsung sepanjang hari hingga malam tiba, dan pada saat itulah Zale berhenti sejenak dan memberikan makanan yang layak untuk Arlana.
Akibat dari tindakannya itu juga, tubuh Arlana lumpuh ditempat tidur dengan pinggang yang sakit dan tidak dapat bergerak. Tubuhnya tidak lagi putih mulus dan bersih seperti sebelumnya. Tubuh Arlana di tutupi oleh bintik-bintik merah memalukan yang menyeluruh.
Dengan senyuman konyol, Zale membawa nampan makanan dan meletakkannya disisi tempat tidur untuk Arlana.
Melihat hal ini gadis itu melotot marah dan berkata "Apa kau puas sekarang?"
Senyuman Zale semakin cemerlang, dia mendekat dan meberikan ciuman singkat di bibir Arlana sebelum menjawab "Aku belum puas! Mari lakukan lagi setelah kau menghabiskan makanan ini.."
"Kau..."
Wajah Arlana tampak pucat ketika melihat wajah tampan Zale yang terlihat tidak bercanda. Dia tidak tahu harus bagaiman, pria di hadapannya ini seorang S3x maniak yang sangat akut. Arlana tidak sanggup lagi untuk mengikuti passion Zale. Tapi dia tidak memiliki pilihan selain melayaninya.
Dia mencintai pria itu, sangat mencintainya. Maka jika dengan melakukan hal itu hingga berkali-kali membuatnya bahagia maka Arlana akan melakukannya. Toh dia tidak rugi apapun, dia juga merasakan kenikmatan dan kasih sayang darinya. Pada akhirnya dia hanya akan menjadi lumpuh kembali tidak dapat bergerak seincipun dari tempat tidur dengan pinggang pegal dan sakit.
"Biarkan akau makan..."
"Aku akan menyuapimu!" Zale bergegas dan memberikan beberapa suap makanan untuknya. Arlana tersenyum lembut dan tidak menolak.
Bulan madu mereka yang panjang itu hanya berlangsung di Hotel. Mereka hanya saling melekat dan tidak pergi keluar dari tempat itu. Kalaupun mereka pergi keluar, itu hanya untuk pergi kepantai di depan hotel untuk menikmati pemandangan.
Ketika kamu mencintai seseorang, terkadang perasaan Cinta itu akan mendapatkan ujian yang sangat menyakitkan...
Namun, ketika orang itu adalah orang yang ditakdirkan untukkmu!
Tidak peduli berapa lama kamu terpisah dan tersakiti olehnya, Cinta itu akan kembali menuntunmu padanya...
Kembali Pada orang yang kamu Cintai untuk bersama selamanya...
-MY GENTLE BOYFIEND SELESAI
*******
Author Note :
Akhirnya Novel ini selesai jugaπ π
Terimakasih buat yang uda Stay, Baca, Like, Rate, Komen, dan Vote ya..ππ
__ADS_1
Jangan Lupa mampir di Novelku yang lain ya, ada yang uda tamat dan baru terbit loh ga kalah seru jugaπββοΈπββοΈππ
Oke sampai jumpa, jangan Lupa nantikan Extra Chapter tentang Glen dan KawanΒ²πππ