My Lecturer Sleep Boss

My Lecturer Sleep Boss
Eps 10


__ADS_3

" Kita dimana kak? " tanya Naomi sambil merapihkan rambutnya yang berantakan karena helm yang baru ia lepas.


" Dirumah Alexa " jawab santai pemuda itu sambil memarkirkan motor ducatinya itu. Naomi tercegang dan kemudian ia melirik sinis kepada laki-laki yang umurnya hanya terpaut 3 tahun darinya.


" Aduh!! Aduhh..!! sakit mimi " ringis Immanuel sambil memegang tulang keringnya yang ditendang brutal oleh perempuan didepannya itu.



Naomi mendengus dan membalikkan pandangannya kearah Immanuel. Dengan rambut panjang lurus yang tergerai dan terkena angin membuat Naomi terlihat sangat cantik ditengah pancaran cahaya bulan dan langit malam.


" Cantik.. " batin Immanuel tanpa sadar,  tetapi semua itu dirobohkan ketika Naomi menginjak kakinya tanpa ampun.


" ADUH!! APA SIH MASALAH LO DEK " kesal Immanuel sambil memegang telapak kakinya yang terasa ngilu dan sakit.


" BANYAK!! TERUTAMA SAMA SESEORANG YANG BERNAMA IMMANUEL BUN..!! " teriak sebal Naomi sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal.


" Pokoknya aku nggak mau tau ya kak, aku mau pulang sekarang " sebal Naomi dengan muka yang tertekuk.


" Lahh ngapa memangnya? Udah nyampek loh ini. Tadi perasaan pas dijalan lu ngangguk-ngangguk aja " tanya Immanuel sambil mendesis karena kakinya yang masih terasa sakit. Entah tenaga darimana Naomi bisa menginjak kakinya sekuat itu bahkan ia sampai terduduk meluruskan kakinya direrumputan.


" Tapi kan kakak nggak ada bilang tujuannya kesini " ucap Naomi dengan menggebu-gebu.


" Ya kan lu nggak ada nanya " Naomi terdiam sebentar, memang ada benarnya. Tetapi ini tidak benar.


" Ihh pokoknya aku mau pulang!! Kakak ngajakin aku kesini sama aja ngasih aku kekandang harimau "


" Ya kalo semisal gua ngasih lu ke kandang harimau juga, lu nggak bakal dimakan dek. Daging lu nggak enak ": ejek Immanuel membuat tingkat emosi Naomi meningkat. Ia hendak menginjak kaki milik Immanuel tapi sayangnya meleset.


" Ada masalah apa sih lu sama kaki gua, mi " gerutu Immanuel, untung saja ia langsung menyeret kakinya kearah yang lain. Bisa-bisa kakinya penyok jika diinjak terus menerus oleh Naomi.


Immanuel mulai berdiri dari duduk nyamannya. Ia melepas jaket kulitnya dan hendak memakaikannya pada pundak Naomi.


" Nggak usah sok baik deh " cibir Naomi sambil melangkah menghindari senior dikampusnya itu.


" Diem! Gua memang baik bukan sok baik. Kalo gua sok baik semisal gua lagi males, gua gak bakal nolongin siapapun sekaligus nolongin lu dibandara " akhirnya Naomi menurut dipakaikan jaket kulit itu oleh Immanuel karena sebenarnya ia juga kedinginan.


" Mang, nitip kunci motor ya " ucap Immanuel sambil melemparkan kunci motornya pada seorang laki-laki paruh baya yang Naomi yakini satpam pos.

__ADS_1


" Siap den Nuel. Saha si geulis yang ada disamping kamu den? pacar yaa? " goda bapak berkumis itu sambil menaik-turunkan alisnya dan mengelus kumis lebat kesayangannya.


" Iyaa mang. Geulis pisan kah kang? perasaan biasa aja " ucapan Immanuel membuat Naomi membulatkan matanya kesal dan menabok lengan kekar milik sibule kw itu.


" Geulis atuh, mun Aden teu daek leuwih sae atuh da bisa jadi pamajikan nu katilu " genit bapak tersebut dengan bahasa daerahnya. Membuat Naomi kesal sambil menghentakkan kakinya apalagi sipak satpam menoel lengan putih Naomi. (Cantik atuh, kalo aden nggak mau mending buat saya biar bisa dijadiin istri ketiga)


" Memang dikira aku nggak ngerti bahasa sini apa " batin sinis Naomi dan berjalan begitu saja duluan dari Immanuel.


" Ehh ehh tunggu mi " teriak Immanuel saat Naomi berjalan cepat seperti anak bebek melewatinya begitu saja.


" Yahh si geulis teh ngambek ieu. Kejar den, langgeng-langgeng yaa "  ucap Bapak-bapak tersebut tertawa.


" AAMIIN PAKK " teriak Immanuel sambil berlari kecil mengejar Naomi yang sudah jauh didepannya.


.


" Hoshh.. hoshh "


Akhirnya acara kejar-kejaran tersebut berhenti ketika Naomi merasa capek dengan jalan bebeknya itu.


" Kakak kok parkirnya jauh-jauh sih, kakak juga kenapa nggak ngos-ngosan " sebal Naomi sambil mengatur nafasnya apalagi melihat Immanuel yang tidak ngos-ngosan sama sekali setelah mengerjanya.


" Kau meremehkan mantan pemain basket ini mimi? " ucap Immanuel dengan nada kaget yang dilebih-lebihkan sekaligus membanggakan prestasinya itu.


" Tcih, MANTAN. Mana aku tau kau pernah menjadi pemain basket " lirik sinis Naomi dan mencoba melepaskan rangkulan itu tetapi sayangnya cengkraman pada rangkulan itu lebih kuat dari perkiraannya.


" Kakak!! Ihh lepass " rengek Naomi sambil memonyongkan bibir ranumnya seperti moncongnya bebek.


Bukannya melepas, Immanuel malah tertawa melihat sikap Naomi. Baru kali ini ia melihat moncong bibir yang dikeluarkan Naomi itu. Dengan cepat ia memfoto gemas ekspresi tersebut.


" Untung kamu membuka masker hahaha, lihatlah ini " tawa Immanuel tak henti-henti menunjukkan hasil jepretannya. Wajah Naomi menjadi memerah antara malu dan kesal. Naomi pun menoyor kepala katingnya dan berjalan lebih cepat kearah pintu berkayu rumah milik Alexa.



Naomi baru sadar dan melihat keadaan sekitar serta rumah kating yang sering mengacuhkan dan bersikap dingin padanya itu. Rumah tersebut sangat amat mewah, begitu luas, terang seperti cahaya surga dan bahkan asri karena sebelum mereka berada didepan rumah bak istana itu, mereka melewati taman asri yang merupakan tempat parkir Immanuel tadi.


" Ya Tuhann! Mewah sekali. Ini bukan rumah lagi, tapi istana. Biaya listriknya berapa ribu ya? " batin Naomi menjerit, bahkan mulutnya sampai tidak bisa menutup. Walaupun bukan ia yang memiliki dan tinggal dimansion sebesar ini tetapi ia ikutan pusing memikirkan tagihan listrik yang harus dibayar.

__ADS_1


" Mingkem, mi. Mingkem..!! " ledek Immanuel dan lewat dari posisi Naomi yang masih terpukau dengan keindahan didepan matanya itu.


" Tungguin kak..!! " ucap Naomi dan berjalan kearah Immanuel. Saat ia tengah berjalan tiba-tiba pintu mansion yang semula tertutup langsung terbuka dan menampilkan sosok Alexa dengan tatapan dinginnya.


" Masuk " ucapnya begitu saja dan meninggalkan mereka masuk kedalam.


Nyali Naomi langsung menciut apalagi saat melihat Alexa dengan tatapan mengintimidasinya. Entah kenapa aura Alexa dengan Song Eun-Yong sangat berbeda, ketika berhadapan dengan Song Eun-Yong yang hampir sebelas dua belas dengan Alexa ia bisa menggebu-gebu. Tetapi ketika berhadapan dengan Alexa, hati kecilnya sedikit menciut ingat ya 'sedikit'.


" Kak kita ngapain sih kesini? " bisik Naomi dan tanpa sadar menggenggam erat tangan Immanuel dari belakang dan menyembunyikan tubuh mungilnya dibelakang tubuh tegap dan gagah itu.


" Lihat aja dulu, gua juga gak tau "


" Lahh jambu " batin Naomi sambil berdecak kesal dengan suara decakannya yang sangat minim.


" Kakak..!! " seseorang berlari dan menghambur memeluk Immanuel hingga hampir terjengkang kebelakang.


" Aduhh..!! " ringis Naomi sambil mengelus pantat seksi miliknya dan hidung mancung miliknya yang terjedot punggung Immanuel. Seketika Naomi menyesal berada dibelakang Immanuel karena jika Immanuel terjengkang kebelakang, dia malah lebih-lebih terjengkang.


Naomi dibantu berdiri oleh salah satu pelayan disana dan Naomi mengucapkan rasa syukur dan terima kasih yang banyak karena hanya pelayan itu saja yang nampak peduli dengannya.


" Hiks.. hiks.. kakak jahat " ucap perempuan didekapan Immanuel dan Immanuel hanya mengelus puncak kepala wanita tersebut.


" Aku ada salah apa denganmu? " tanya lembut Immanuel membuat Naomi terkejut dengan suara berat nan lembut yang dihasilkan pemuda jail itu.


" Kakak kenapa-" Ketika pelukan itu terlepas, ternyata wanita yang ada didekapan Immanuel adalah Aleka. Aleka malah tidak sengaja melihat Naomi.


" Kenapa kakak membawa dia? Siapa dia? " tanya Aleka dengan nada tidak suka.


" Loh? Kak Aleka tak mengenaliku? Perasaan kita pernah bertegur sapa " batin Naomi sambil mengernyitkan dahinya.


Tapi tiba-tiba pandangannya mengabur samar-samar ia melihat para pelayan yang melingkari dia dengan salah satu pelayan membawa sebuah benda yang tak dapat ia lihat dengan jelas.


" Ada apa ini..?? "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...

__ADS_1


__ADS_2