My Lecturer Sleep Boss

My Lecturer Sleep Boss
Eps 18


__ADS_3

Saat memasuki restoran, Yohan terlihat berbicara dengan salah satu pelayan ataupun entah manager disana dengan bahasa yang Naomi tak mengerti.


" Comment va le restaurant, Cassie? " tanya Yohan dengan nada datar, sedangkan wanita yang ia tanyai menunduk dengan sopan. (Bagaimana perkembangan restoran, Cassie?)


" Les ventes ont augmenté depuis monsieur. Beaucoup ont fait des réservations de restaurant " nada seksi sekaligus lembut itu berkumandang ditelinga Naomi membuat Naomi menjadi penasaran siapa yang diajak mengobrol oleh Yohan. (Penjualan meningkat dari sebelumnya tuan. Banyak yang mereservasi restoran)


Perlahan Naomi mulai mengangkat pandangannya dan sedikit mengintip dari balik kain sapu tangan milik Yohan.


" Wahh g^ila, cantik bangett. Jadi insecure " batin Naomi kagum dan kembali menundukkan pandangannya. Bibir wanita itu penuh, proporsi tubuh layaknya model, gincu yang merah cabai dan terlihat seksi dengan muka kebarat-baratan membuat Naomi yang bahkan juga perempuan menjadi menyukainya.


" Est-ce que tout est prêt? " Yohan menatap lurus kearah depannya dan Cassie pun mengangguk serta menunjukkan tempat dinner mereka. (Apakah semua sudah dipersiapkan?)


Yohan menuntun Naomi untuk duduk ditempat duduknya dan Yohan yang juga duduk ditempatnya sendiri berhadapan dengan Naomi meskipun gadis itu masih belum melepas sang sapu tangan dari depan wajah cantiknya.


" C'est l'apéritif monsieur, s'il vous plaît profitez-en. Y a-t-il quelque chose qui vous dérange monsieur? " tanya Cassie ketika melihat dahi bossnya itu mengkerut sambil menatapnya dengan tatapan tak bisa ditebak. (Ini hidangan pembukanya tuan, silahkan menikmati. Apakah ada sesuatu yang mengganggu tuan?)


"  Pourquoi la décoration de la table est-elle comme ça, Cassie ? " sekarang Cassie yang balik mengerutkan alisnya. (Mengapa hiasan mejanya seperti ini cassie?)


" Est-ce que ce maquillage n'est pas ce que tu voulais dire quand tu as dit 'prépare'? " Yohan hanya menatap datar Cassie didepannya dan memperbolehkan Cassie pergi dari sana. (Bukankah ini riasan yang tuan maksud ketika tuan mengatakan 'persiapkan'?)


" D'accord, tu peux y aller, Cassie " akhir Yohan dan Cassie pergi dari sana beserta pelayan lainnya meninggalkan Naomi dan Yohan berdua. (Baiklah, kamu boleh pergi Cassie)


" Singkirkan kain itu Nana, sudah tidak ada siapa-siapa disini " Naomi mulai menyingkirkan kain itu dari depan wajahnya dan seketika matanya membulat melihat riasan meja yang ada dihadapannya.


" Mengapa hiasan disekitar kita seperti ini pak? " lirih Naomi dengan keadaan bingung karena melihat sekeliling meja mereka dan bahkan meja mereka sendiri penuh dengan bunga warna merah dan lilin bertaburan. Mereka berada dilantai khusus VIP yang merupakan lantai teratas restoran tersebut.



" Saya salah reservasi " bohong Yohan. Tidak sepenuhnya bohong sih, hanya saja dia salah menginstruksikan kepada pegawai direstorannya ini tetapi dia tak mengakui didepan Naomi bahwa ini adalah restoran miliknya.

__ADS_1


" Ohh, bapak pasti milih paket yang promo terus nggak ngeliat deskripsinya lagi ya? " santai Naomi sambil melihat kearah jendela disamping mereka.


Pyuhh..


" Uhukk. uhuk.. Apa yang kamu bilang tadi? " tanya Yohan memastikan. Bahkan wine yang tadi ia minum sampai keluar kembali akibat pertanyaan dari Naomi.


" Saya bilang, bapak pasti ngambil paket promo tanpa ngelihat deskripsinya ya? "


" Nggak, enak aja kamu. Saya it- " Yohan tidak terima dan hampir saja membocorkan bahwa restoran ini adalah miliknya.


" Nggak usah malu pak, saya kadang juga gituu. Beli es krim yang promo kirain boleh pilih sesuai kemauan. Tapi ternyata cuman boleh dapet yang matcha, untung saya pemakan segalanya " ucap Naomi yang malah bercerita sambil terkekeh.


Yohan hanya mengusap wajahnya kasar, sungguh harga dirinya terasa turun disini. Seorang Kim Yohan yang merupakan salah orang terkaya di Asia walaupun wajahnya tak pernah terekspos oleh media luar, mengajak seorang wanita makan malam dengan mencari promo?


Jangan sampai ada berita yang mengupdate tentang dirinya seperti itu. Dipastikan ia akan langsung menutup agensi portal berita tersebut.


" Bapak.. "


" Apaa? " tatap tajam balik Yohan. Mungkin kalau Naomi yang biasanya akan merasa canggung dan takut tetapi dalam keadaan seperti ini bon restoranlah yang lebih menakutkan.


" Kita pindah aja yuk pak " boom pikiran Yohan langsung hilang, untung saja hanya hilang sebentar sampai akhirnya ia memberikan tatapan sengitnya pada Naomi.


" Ada apa memangnya? " tanya Yohan sambil menatap tajam kearah Naomi.


" Ini restoran mahal pak, saya takut nggak bisa bayar. Mending kita makan ditukang nasi goreng depan kampus pak " gelisah Naomi sedangkan Yohan hanya bisa menepuk jidatnya.


" Nanti saya yang membayar Nana, tadi kan saya udah bilang saya ngajakin kamu makan yang berarti saya traktir kamu juga " geram Yohan pada gadis didepannya. Baru kali ini ada seorang wanita yang ia ajak makan malam direstoran mewah malah meminta pulang dan apa tadi? mengajak dia makan ditukang nasi goreng pinggir jalan? itu bukanlah ciri khas Yohan.


" Wahh makasih pakk " senang Naomi. Saat ia melihat hidangan pembuka yang diberikan Cassie tadi, Naomi kebingungan.

__ADS_1


" Roti apa ini pak? Kok mirip pastel punya Bu Mina? " baiklah Yohan menyerah dengan gadis didepannya. Apakah gadis itu hanya pura-pura polos saja? sampai Croissant yang sedang hits didepannya bahkan ia tak tau.


" Itu namanya Croissant dibaca kwahsong. Cepat kamu makan selagi hangat dan tidak boleh ada pertanyaan lagi setelah ini " ucap dingin Yohan sambil meminum sampanye wine didepannya.


Naomi hanya mengangguk-angguk saja dan mulai membelah roti Croissant itu dengan penasaran. Ternyata isinya cokelat dengan beberapa potongan kacang almond didalamnya. Ia pun mulai memakan croissant tersebut sambil mencocolnya dengan whipped cream dan disatukan dengan buah stroberi segar itu.


" Wahh enaknyaa..!! " gumam Naomi terkejut kemudian ia memakan Croissant itu kembali dan menggoyangkan kepalanya kekanan dan kekiri saking enaknya.


" Dasar bocah " batin Yohan yang melirik tingkah Naomi sambil terkekeh. Ketika tatapannya bertemu lagi dengan Naomi, ia langsung mengalihkan pandangannya kearah indahnya suasana ibu kota dari dinding kaca disampingnya.


" Bapak tidak makan pak? " Naomi bertanya saat melirik Croissant Yohan yang masih utuh dan bahkan Yohan yang masih fokus pada winenya.


Yohan hanya menggeleng saja tanpa melihat kearah Naomi, Naomi pun hanya mengangguk dan fokus kembali kearah Croissantnya.


" Apa ini? " ucap Naomi dalam hati saat sebuah piring berisi Croissant didorong kearahnya. Naomi perlahan mengangkat pandangannya kearah Yohan sambil menaikkan alisnya sebelah.


" Saya tidak memakannya, kamu makan saja punya saya "


" Beneran pak? " mata Naomi tampak berbinar dan Yohan mengangguk pelan.


" Makasih pakk! Sarangjambu..!! " girang Naomi sambil memperagakan emot love dari banyak drama yang ia lihat. Sedangkan Yohan hanya menatap datar untuk balasannya.


Sejenak mereka fokus pada makanan, minuman serta pemandangan hiruk pikuk ibu kota dari luar dinding kaca disamping mereka. Tiba-tiba Naomi memulai topik kembali.


" Bapak " Yohan memindahkan atensinya kearah Naomi didepannya.


" Bapak mengajak saya makan seperti ini pasti bukan cuma-cuma kan? Ada yang ingin bapak bicarakan pasti, Bapak boleh mulai membicarakannya sekarang pak " baiklah Yohan menyukai sisi pintar dari gadis ini yang ternyata bisa menebak pikirannya dan bisa berlaku serius, ia pun tersenyum menyeringai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...


__ADS_2