
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Apakah itu Tuan Christian? "
" Mana aku tau, Tuan Christian tidak pernah menampilkan wajahnya dihadapan publik..!! Hanya kalangan konglomerat dan beberapa dokter disini saja yang mengetahui wajah Tuan Christian " bisik-bisikan itu terdengar ketika Naomi melewati para perawat itu dengan menggendong Yohan.
" Tapi lihat deh, mereka melewati lift khusus para petinggi dan diperlakukan secara khusus " kepo salah satu perawat yang berambut pendek.
Naomi tampak merenung sebentar saat memasuki lift, disaat pintu lift hampir menutup ia baru melihat gerombolan perawat itu nampak bubar setelah sepertinya ditegur oleh seorang dokter wanita disana.
" Memang terlihat khusus sih lift ini. Tapi apa maksud mereka membicarakan ' Christian '? Siapa dia? " ucap Naomi dalam hati sambil memperhatikan lift yang sedang mereka tempati.
" Kal! " panggil Naomi pada laki-laki disebelahnya yang nampak serius dengan ponselnya.
" Hm? " Kalandra hanya menjawab dengan deheman bahkan.
" Kenapa kita masuk dilift yang ini? Kenapa nggak yang disebelah aja? Apa nggak takut lift ini berbayar? " tanya Naomi dengan polosnya.
" Tidak akan berbayar, norak sekali kamu " bukannya Kalandra yang menjawab, lelaki yang digendongannya ini malah yang menjawab.
" Dihh sewot amat, turun deh mendingan kalau bapak udah bisa cerewet " ketus Naomi saat melihat laki-laki yang masih memakai kemeja semalam itu bisa menjawabinya dengan sinis.
" Diam kamu..!! "
" Lama-lama saya beli sling bag bayi tapi khusus ukuran jumbo deh pak " sindir Naomi tetapi tak disangka Yohan malah mengigit bahunya untung bukan leher.
" ADUHH..!! " ringis Naomi sambil memelototkan pandangannya pada Yohan.
" SHUTT!! " peringat Kalandra karena ternyata laki-laki itu sedang menelepon client Yohan yang sudah sampai diperusahaan mereka.
" Biarkan saya yang berbicara Kalandra " Yohan seolah tau siapa yang ditelepon oleh Kalandra dan mengambil ponsel milik assisten sekaligus tangan kanannya itu.
Sejenak perdebatan diantara Yohan dan Naomi berhenti disaat laki-laki itu nampak serius dengan teleponnya walaupun matanya tertutup sampai pada akhirnya mereka sampai dilantai 5 rumah sakit itu.
" Kalandra " panggil Yohan dengan nada yang datar, laki-laki itu bahkan turun dari gendongannya begitu mereka keluar dari lift dan nampak berdiskusi dengan Kalandra.
" Apa sih yang mereka bicarakan..?? " batin Naomi merasa dikacangi apalagi melihat dua sejoli itu nampak berbicara sambil menjauh darinya.
" Perasaan tadi sakit sampai tidak bisa membuka mata, sekarang malah berdiskusi serius seperti itu " gumam Naomi tampak bete. Apakah dia dibohongi? Masalahnya dia sampai bolos kuliah loh.
__ADS_1
" Ahh aku mengirim pesan dulu deh ke Karina " Untungnya perempuan itu membawa tas selempangnya yang berisi dompet beserta ponsel miliknya.
...Karing Ring...
^^^Me^^^
^^^Rin, Aku nitip absen ya. Aku lg nggak bisa masuk ☑^^^
^^^Rin? ☑^^^
^^^Masih hidupkan?☑^^^
Naomi mengernyitkan dahinya ketika melihat pesan yang ia kirimkan kesahabatnya hanya centang hitam. Apakah ponsel sahabatnya itu sedang mati? Tapi ini bukan ciri khas Karina sekali.
" Apakah ponsel Karina mati? Tapi masa sih? Bagaimana dia mau chat-chattan sama Jino? " ucap Naomi dalam hati. Karina pernah mengatakan kalau dirinya akan selalu menyalakan ponselnya agar tetap bisa chatting hingga sleepcall dengan Jino, bucin banget bukan?
" Udah putus kali ya makanya ponselnya mati? " batin Naomi dan ia pun terkekeh. Sebenarnya gadis itu bercanda karena tidak mungkin Jino dan Karina putus, bisa-bisa Karina gantung diri dipohon toge.
Untung mengantisipasi takutnya Karina tak bisa dipercaya, ia akhirnya menitip absen pada ketua kelas dan menutup ponselnya begitu saja.
" Lohh mana pak triplek dan sikebo..?? " ucap Naomi dengan nada yang bingung, ia mengedarkan tatapannya kesekeliling lorong dan mulai berjalan kearah perawat yang berjaga dilantai 5.
" Permisi mbak "
" Saya ingin mencari pasien beratas namakan Yohan, mbak. Apakah ada? " perawat itu nampak mengernyitkan dahinya sebentar.
" Maaf nyonya, ini adalah lantai lima VVIP bukan kelas ekonomi. Tidak ada pasien atas nama Yohan, nyonya " ucap perawat itu nampak menjelaskan. Ditengah kealotan suasana itu, tiba-tiba seorang dokter nampak memanggil nama Naomi dari dalam ruangan yang hanya berpintu satu itu saja dilantai 5.
" Nyonya Naomi Yemima "
" Ahh saya " Naomi pun menghampiri dokter tersebut tetapi perawat yang bertegur sapa dengan dirinya tiba-tiba memegang tangannya.
" Ma-maaf nyonya, tolong jangan pecat saya..!! Saya tidak tau kalau nyonya keluarga dari Tuan Christian " ucap perawat itu dengan suara yang bergetar bahkan tangannya ikut bergetar.
" Ahh tapi saya itu-" Naomi nampak keheranan, mengapa nama ' Christian ' lagi yang dibawa-bawa?
" Nyonya Naomi Yemima, silahkan masuk " wanita berjas dokter itu nampak memanggilnya kembali.
" Maaf saya duluan " Naomi pun melepas pegangan tangan perawat itu dan pergi masuk kedalam ruangan berpintu kayu mengikuti dokter perempuan yang memanggilnya tadi.
.
__ADS_1
" LOHH?!! " teriak Naomi spontan terkejut dan kesal.
" Maaf Tuan Richard, silahkan dilanjutkan " ucap Yohan dengan nada yang datar, laki-laki itu nampak melirik tajam Naomi yang ada disudut pintu.
Naomi berdecak kesal karena ternyata laki-laki yang sedari tadi gadis itu cari sedang meeting melalui via zoom dengan clientnya. Padahal Yohan bahkan meminta gendong saking pusingnya dan mengeluh sakit terus, tapi sekarang? Wahh memang pantas dia dijuluki workaholic.
" Bo*do ahh.. " Naomi hendak memegang knop pintu kembali untuk keluar dari ruangan VVIP yang seperti rumah sendiri.
" Maaf nyonya " dokter perempuan itu menahan pergelangan tangan Naomi.
" Ada apa dok? Bukan saya pasiennya, manusia triplek itu pasiennya " ucap Naomi dengan ketus membuat dokter itu sedikit terkekeh.
" Apakah saya bisa berbicara dengan nyonya? Karena sepertinya nyonya adalah orang yang dipercayai oleh Tuan Christian " ucap sang dokter sambil tersenyum lembut.
" Siapa sih Christian..?? " kepala Naomi terasa ingin pecah dengan nama ' Christian ' ini padahal gadis itu tak pernah mengenal sosok Christian.
" Ahh- maksud saya Tuan Yohan " jelas dokter bername-tag Stefany ketika melihat Naomi yang nampak melamun sebentar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disisi lain, terdapat seorang gadis dengan pandangan mata yang kosong melihat media sosial diponselnya.
" Kak Immanuel? Tapi ini dengan siapa? " batin gadis itu nampak menggebu-gebu saat melihat portal berita dikampusnya.
Pada portal berita emak-emak comblang dikampus tersebut bertajuk ' Immanuel dan Naomi nampak mesra walaupun ada orang ketiga ' sedangkan yang Aleka lihat tidak ada menunjukkan keromantisan aapun.
" Naomi? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu? Apakah yang ini? " sambil mengingat, gadis itupun menunjuk gambar yang langsung mengarah keseorang wanita berbaju hitam dan memakai jeans.
" Ahh si^al karena penyakit prosopagnosia itu aku menjadi tak bisa ingat dengan jelas..!! " batin Aleka mengumpat bahkan gadis itu sampai melemparkan ponselnya kearah dinding.
" Akan aku pastikan dan akan aku ingat-ingat wajah si Naomi itu " tangan gadis itu mengepal erat.
" Karena bila dia merebut kak Immanuel, dia harus mati ditanganku!! " Aleka pun menyeringai sambil menatap kosong kearah ponselnya yang sudah hancur remuk.
Begitulah bahayanya penyakit bipolar, skizofrenia hingga ObsessiveLove Disorder yang diderita oleh Aleka.
Moodnya bisa dengan cepatnya berganti, kalau kemarin dia menangis saat melihat berita mengenai Naomi dan Immanuel, sekarang dia berniatan jahat untuk membunuh Naomi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...