My Lecturer Sleep Boss

My Lecturer Sleep Boss
Eps 31


__ADS_3


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Apakah sepengecut itu kamu untuk bermain kasar dengan Karina, Jino? "


Lamima menatap tajam pada teman sekaligus mantan pacarnya itu dengan tubuhnya yang menutupi Karina seolah melindungi gadis itu.


" Kak Lamima..?? Mengapa dia bisa disini? " batin Karina sambil buru-buru menghapus tangisnya.


Bukannya menjawab, Jino malah pergi begitu saja dengan wajah yang datar sedangkan Karina yang melihat Jino pergi bergegas mengejarnya.


" Jin..!! Jinoo! Tunggu " ucap Karina sambil sesekali berteriak tapi tiba-tiba lengannya ditahan oleh Lamima.


" Sudah rin, jangan dikejar. Dia sedang dalam keadaan emosi kalau seperti itu, lebih baik kamu-"


" Cukup kak..!! " ucap Karina penuh penekanan saat memotong perkataan Lamima.


" Lebih baik kakak nggak usah ikut campur masalah aku sama Jino, tolong " wajah gadis itu bahkan menunduk tidak menatap langsung kearah Lamima.


" Aku nggak tau bagaimana ceritanya kakak bisa disini dan ikut campur masalah kak Jino dan aku "


" Apakah kakak menguping? " ucap Karina dan menatap kearah Lamima dengan senyum getir.


" Nggak, kakak tadi-" lagi-lagi ucapan Lamima terpotong oleh Karina. Lamima kepalang kesal, tapi untung dia mengerti kalau gadis dihadapannya ini memang sedang bucin.


" Dan sekali lagi, aku yang lebih mengenal pacarku kak. Aku pamit pergi " Karina menghempas tangan Lamima yang menggenggam tangannya tadi dan mengejar Jino yang sudah jauh disana.


" Hahh... apakah aku memang terlalu ikut campur? " pusing Lamima bahkan ia sampai memijat pelipisnya.


" OHH SH*IT LAPTOPKU!! " Lamima langsung menjerit panik ketika baru sadar sang laptop sudah tergeletak tragis diatas rerumputan taman.


" Huffttt.. Untung mahal, jadi tak cepat rusak " senyum tenang Lamima sambil mengelus laptop kesayangannya itu.


Sebenarnya kalaupun rusak, Lamima bisa saja langsung membeli laptop baru. Tetapi tidak dengan kenangan dan proposal yang sedang ia bikin ini, bisa-bisa ia menangis semingguan.


" Ahh.. lihatlah bahkan aku tidak diberikan ucapan terima kasih satupun ya Tuhan " ucap Lamima dalam hati.


Padahal ia sudah mengorbankan laptopnya demi menyelamatkan Karina, tetapi tidak ada balasan Terima kasih dari anak gadis yang lebih muda darinya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Malam pun berlanjut hingga matahari hampir terbit. Sudah pukul 5 pagi tetapi Yohan tak kunjung bisa tidur dan malah mengerjakan beberapa berkas yang harus ditanda tangani dan melihat kumpulan laporan yang dikirimkan kepala departement.


" Ahh saya bisa gi^la " umpat Yohan sambil mengusap wajahnya kasar. Dia memang maniac bekerja alias workaholic person.


Tetapi ketika dia dihadapkan dengan kondisi tidur yang sangat kurang karena mimpi yang terus-menerus mengganggu dan pekerjaan yang menumpuk ia juga bisa gi^la.


Yohan menatap langit-langit apartement sambil menyandarkan kepala dan bahunya disofa empuk itu.


" Eomeoni, bogo sip-eoyo.. " batin Yohan sambil memejamkan matanya perlahan. (Ibu, saya merindukanmu..)


" Eomma appaneun geugos-eseo haengboghaseyo? " senyum getir Yohan. (Apakah ibu dan ayah bahagia disana?)


" Saya merindukan kalian, merindukan rumah yang hangat dan tenang " entah kenapa hatinya merasa sesak.


Dulu kehidupan Yohan sangatlah sempurna bak putra kerajaan. Harta yang berlimpah, orang tua yang lengkap dan hangat bahkan dulu dirinya sangatlah pintar maka dari itu ibunya sering memanjakannya.


Tetapi semua itu terasa hilang, hanya tersisa hartanya yang melimpah tetapi dengan hidup yang tak tenang.


Cklek


Yohan bahkan tak melirik gadis yang melintas dihadapannya karena kepalanya yang pusing dan rasanya berkunang-kunang ketika matanya dibuka.


" Berantakan sekali.. " gumam Naomi setelah matanya segar dan menaruh gelasnya diatas meja makan.


Naomi menghela napas kesal, ia paling sebal yang namanya melihat sesuatu berantakan tetapi dirinya juga masih kecewa kepada Yohan yang bersikap seenaknya pada dirinya.


" Baiklah.. anggap saja tak terjadi apa-apa Naomi huffttt.. " ucap Naomi dalam hati dan mulai membereskan kertas-kertas yang ada dimana-mana bahkan sampai ada yang lolos kedepan pintu kamar gadis itu.


" Shhh.. "


Naomi sebenarnya melihat gelagat aneh Yohan yang terus mendesis seperti sedang kesakitan ia berusaha untuk tak peduli tapi pada akhirnya gadis itu menurunkan egonya.


" Pak, bangun pak " ucap Naomi sambil menggoyangkan lengan sang dosen.


" Hmm.. mata saya tidak bisa dibuka Nana " keluh Yohan dengan nada yang lirih. Sedangkan Naomi mengerutkan alisnya bingung.


" Kepala saya pusing.. " akhirnya Naomi berdecak kesal, laki-laki ini selalu saja menyusahkan dirinya. Naomi akhirnya berdiri dan berjalan menuju dapur untuk membuat teh dijam 5 seperti ini.


" Diminum dulu pak " tetapi Yohan menggeleng.


" Saya tidak bisa membuka mata saya Nana! saya pusing "

__ADS_1


" Makanya itu minum teh dulu biar hangat pak, ini badan bapak juga keringet dingin semua " tak ayal sebenarnya Naomi agak panik karena Yohan yang nampak seperti sekarat.


Yohan akhirnya membuka matanya perlahan dan Naomi membantu lelaki itu untuk meminum tehnya. Naomi bahkan menyuapi lelaki itu dengan sepotong cheesecake yang dibelikan Lamima kemarin.


" Sudah mendingan? " tanya Naomi tetapi laki-laki itu masih menggeleng bahkan rasanya ia ingin mual sekarang.


" Haduhh.. bapak ada obat sakit kepala tidak? atau obat apa gitu? " Naomi menyesal tidak mempersiapkan obat-obatan karena dikiranya ia tak akan butuh.


Naomi mengambil minyak kayu putihnya dan membalurkannya pada tengkuk dosen itu sambil sesekali memijatnya.


" Saya ingin muntah Nana " akhirnya Naomi mengantarkan laki-laki itu kedalam kamar mandi dan memijat tengkuk leher laki-laki itu.


" Hu-eumphh "


" Keluarin aja nggak papa pak " kesal Naomi karena disaat-saat seperti ini laki-laki itu masih menjaga imagenya.


Setelah memuntahkan seluruh isi perutnya, Yohan akhirnya dibawa Naomi kekasur kesayangannya itu.


" Tidur saja pak, masih pagi juga tak apa " Naomi memijat pelipis mulus itu, ia sebenarnya cukup khawatir dengan kondisi kesehatan Yohan.


" Apakah pak Yohan memang tipe yang sering sakit? sudah dua kali dia diapartement jatuh sakit. Bagaimana kalau dia tinggal sendiri..?? "


Setelah Yohan terlelap, Naomi bahkan ikut terlelap saat menjaga Yohan dibantaran kasur king size itu. Tanpa sadar tangan mereka saling menggenggam diatas kasur.


.


" YA TUHAN AKU TELAT..!! "


Yohan yang tadinya sedang tertidur seketika ikut terbangun akibat teriakan Naomi itu. Dan akibatnya kepalanya kembali berkunang-kunang, ia pun segera berlari kekamar mandi karena perutnya yang tak bisa diajak kompromi.


" Huekk.. " disaat-saat seperti ini rasanya mati segan hidup pun tak mau menurut Yohan.


" EHH- BAPAKK HATI-HATI PAK " Naomi pun ikut dibuat ketar-ketir oleh laki-laki itu. Rambutnya yang sudah acak-acakan pun tak ia hiraukan lagi.


Ting.. Tong..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...

__ADS_1


__ADS_2